TOKOH INOVASI


Berawal dari Keprihatinan Banyaknya Sampah Tercipta Ide Bank Sampah

Kamis, 1 September 2016 | 04:51:49 WIB - Jumlah Dilihat: 435
 

Jakarta - Vika Wahyu Aji bukanlah pejabat teras bukan pula pegawai pemerintahan, Namun, kepedulian terhadap sampah patut diacungi jempol.kepedulian terhadap sampah patut diacungi jempol. Berbekal pengamatan disekitar pantai Parangtritis yang penuh dengan sampah, Vika bersama ketiga rekannya yang tergambung dalam komunitas Bank Sampah Gardu Action membuat konsep bank sampah di pinggiran Pantai Parangtritis Bantul Provinsi Yogyakarta.

Munculnya bank sampah ini diawali dari adanya kegelisahan Vika yang awalnya merupakan seorang lifeguard alias penjaga pantai melihat pantai Parangtritis yang kotor oleh sampah. Sampah ini merupakan sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung pantai Parangtritis.

Melihat fenomena tersebut, Vika bersama rekan-rekan seprofesi berinisiatif untuk membersihkan sampah disekitaran pantai. Pembersihan sampah tersebut bisa terkumpul sekitar 30 kantong plastic sampah.

Mengingat banyaknya sampah yang dikumpulkan, ada masukan untuk membuat bank sampah. Untuk membuat bank sampah, Vika beserta komunitasnya benchmark ke seorang innovator bank sampah di Indonesia yaitu Bambang Suwerda.

Setelah beberapa waktu melakukan benchmark ke suhu bank sampah, Vika beserta komunitasnya mencoba mengawali kampanye bank sampah ke masyarakat. Apabila bank sampah sebelumnya hanya mengumpulkan sampah dari masyarakat, maka bamk sampah yang digagas oleh Vika beserta Gardu Action ini sedikti berbeda. Vika melakukan penjemputan sampah ke masing-masing rumah masyarakat. “Jadi masyarakat hanya cukup SMS atau telepon saja,” tuturnya.

Berbekal sepeda motor, Vika melakukan jemput bola sampah warga. Sampah tersebut tidak serta merta diambil, melainkan ada mekanisme jual beli. Vika membeli sampah dari masyarakat dan menjualnya kembali ke bank sampah induk.

Namun yang unik, masyarakat tidak mendapatkan uang tunai hasil penjualan sampah. Masyarakat mendapatkan uang hasil penjualan sampah berupa tabungan. “tabungan ini nanti bisa diambil ketika hal-hal urgent diperlukan oleh masyarakat” tambahnya.

Melalui konsep bank sampah ini, Vika beserta komunitasnya tidak hanya membantu masyarakat dalam menyalurkan sampah, melainkan juga ikut mereduksi tumpukan sampah di Pantai Parangtritis. Dengan kata lain, mereka juga ikut melestarikan lingkungan. (Samsara Ladiatno-PIKS@)

Berita ini diadopsi dari berita Jawapos 04 Agustus 2016