ROADSHOW PELAYANAN PUBLIK


Transformasi Pelayanan RSU Kecamatan Tebet

Sabtu, 4 Juni 2016 | 02:23:44 WIB - Jumlah Dilihat: 632
 

JAKARTA - Rumah Sakit Umum (RSU) Kecamatan Tebet pada awal mulanya berbentuk Puskesmas.  Akan tetapi, pada medium tahun 2015 Puskesmas Tebet berubah menjadi Rumah Sakit tipe D bersama dengan Puskesmas lain di DKI Jakarta. Perubahan struktur tersebut membuat RSU Kecamatan Tebet membuat banyak perubahan. Perubahan diawali dari renovasi gedung agar memenuhi pasien, khususnya terkait adanya kamar rawat inap dan kamar bersalin. Setidaknya RSU Kecamatan Tebet telah memiliki 2 kamar rawat inap dan 1 kamar bersalin. Di samping itu RSU Kecamatan Tebet telah merekrut beberapa dokter spesialis untuk memenuhi kelayakan sebagai institusi RSU.

Dengan segala keterbatasan sarana yang ada, pihak RSU Kecamatan Tebet berusaha tetap memberikan pelayanan terbaik. Hal yang patut ditiru adalah kerelaan memberikan ruangan serbaguna dan ruang kerja sebagian karyawan  untuk dijadikan ruang rawat inap. Imbas dari kebijakan tersebut adalah ruangan direktur utama menjadi kecil.

Kebutuhan akan pelayanan terbaik RSU Kecamatan Tebet tentunya harus dibarengi dengan kesiapan teknologi informasi yang memadai. RSU Kecamatan Tebet saat ini sudah mengembangkan sistem aplikasi manajemen Rumah Sakit meskipun hanya pada bagian pendaftaran dan rekam medis. Hal itu semata-mata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Peningkatan pelayanan di bidang informasi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasien yang menuntut tindakan medis secara berkelanjutan. Menanggapi situasi demikian, pihak RSU Kecamatan Tebet membuat kebijakan jam kerja pada sore hari. Pembagian kerja dilakukan dengan sistem shift yaitu shift pagi dan sore. Kebijakan tersebut terbukti efektif menjawab kebutuhan pasien sehingga pasien dapat terlayani dengan baik.

Transformasi Puskesmas Tebet menjadi RSU Kecamatan Tebet sangat bermanfaat demi memajukan pelayanan kesehatan di kawasan DKI Jakarta. Namun hal yang patut disayangkan adalah kebijakan transformasi tidak diimbangi dengan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat. Beberapa masyarakat masih menganggap RSU Kecamatan Tebet sebagai Puskesmas yang identik tempat rujukan pertama dalam pelayanan BPJS Kesehatan. Kenyataan ini membuat masyarakat harus menghabiskan waktu bolak balik mengurus perpindahan tempat rujukan yang awalnya di Puskesmas Tebet. Seyogyanya, pihak RSU Kecamatan Tebet tetap menerima pasien selama masa transisi ini dan diberikan sosialisasi langsung agar masyarakat dapat mengetahui alur pelayanan dengan baik (TGH-PIPEL)