ROADSHOW PELAYANAN PUBLIK


Si Gareng-nya Puskesmas Kecamatan Cengkareng

Jumat, 29 April 2016 | 09:16:33 WIB - Jumlah Dilihat: 1271
 

Jakarta – Sebagai bagian dari Roadshow Peduli Pelayanan Publik yang menjadi Proyek Perubahannya tahun ini, Pusat Inovasi Pelayanan Publik (PIPEL) mengadakan kunjungan ke BLUD Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (28/04/2016). Kunjungan ini terkait dengan inovasi Aplikasi Si Gareng yang menarik PIPEL untuk menggali lebih dalam informasi inovasi tersebut langsung dari inovatornya.

Disambut oleh Kasubbag Tata Usaha, Abdul Majid, tim PIPEL memulai diskusi ringan dengan perkenalan dan penyampaian maksud dan tujuan kunjungan ke Puskesmas Kecamatan Cengkareng. Turut hadir pula dalam pertemuan, dr. Andriani, koordinator Gugus Kendali Mutu (GKM) Gendis System Puskesmas Cengkareng, sosok yang menjadi pencetus sekaligus motor penggerak yang berada di balik kemunculan inovasi Aplikasi Si Gareng hingga sukses dan kini masuk ke dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) KemePAN & RB. GKM Gendis System sendiri adalah solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan pelayanan dan kepatuhan berobat pasien Diabetes Mellitus (DM) di Poli PTM, yang selanjutnya akan dibahas kemudian.

Puskesmas Kecamatan Cengkareng dengan visinya “Cengkareng Sehat Untuk Semua Tahun 2017” didukung berbagai sarana dan fasilitas kesehatan yang dikatakan cukup lengkap seperti Rumah Sakit, Puskesmas Kelurahan, Balai Kesehatan Masyarakat, Rumah Bersalin Swasta, Praktek Dokter Umum dan Spesialis, Klinik, Posyandu, Apotik, dan sebagainya. Puskesmas Kecamatan Cengkareng memberikan kurang lebih 18 pelayanan yakni Poli Umum, Poli Gigi, Poli Paru, Poli MTBS (Managemen Terpadu Balita Sakit), Poli PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja), Poli PTM (Penyakit Tidak Menular)/Lansia, Poli Mata, Poli Mandiri & PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon), Poli Gizi, Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan Imunisasi, Poli KB, Pemeriksaan Haji, Poli 24 Jam, TFC (Therapeutic Feeding Centre) untuk pasien gizi buruk, Pemeriksaan Penunjang seperti Laboratorium dan Rontgen, Ruang Bersalin, Apotik, serta Klinik Sanitasi yang dilakukan di gedungnya. Selain itu, diluar gedung Puskesmas Kecamatan Cengkareng juga memberikan pelayanan seperti Pelayanan Rusun, Pelayanan Pasar, Pelayanan PusLing (Puskesmas Keliling), Dokling (Dokter Keliling), serta Pelayanan Panti yang dilaksanakan dengan jadwal tertentu.

Puskesmas Kecamatan Cengkareng berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya kepada pasien dengan melakukan berbagai inovasi. Mereka ingin menciptakan one stop service untuk memudahkan masyarakat dalam menerima pelayanan, salah satunya melalui Gendis System seperti yang telah disebutkan di awal. Gendis System mengintegrasikan solusi berbasis teknologi informasi, edukasi (konsultasi menggunakan alat peraga) dan strategi pelayanan (Kartu Kendali Berobat, penyesuaian lokasi Poli PTM agar ramah Lansia). Salah satu solusi berbasis teknologi informasi dalam Gendis System ini adalah aplikasi Si Gareng yang merupakan akronim dari Sistem SMS Gateway Puskesmas Cengkareng. Aplikasi Si Gareng mempunyai beberapa fungsi seperti mempermudah pendaftaran melalui SMS, mengirim SMS reminder kepada pasien untuk kontrol berobat pada H-1, mempermudah konsultasi melalui SMS serta menganalisa data pasien yang tidak patuh berobat.

Kemunculan ide inovasi Aplikasi Si Gareng pada akhir tahun 2014 ini dilatarbelakangi beberapa kondisi seperti antrian yang lama di loket pendaftaran, belum adanya alat pengingat kontrol pasien, kurangnya keterlibatan keluarga dalam pengobatan pasien, serta kurangnya pengetahuan pasien terhadap penyakit Diabetes Mellitus yang dideritanya sehingga berakibat pada rendahnya kepatuhan berobat pasien, kadar gula pasien menjadi tidak terkontrol, hingga munculnya potensi penyakit komplikasi.

Pelaksanaan Aplikasi Si Gareng tak lepas dari banyaknya kendala yang dihadapi, baik yang berasal dari internal maupun dari eksternal Puskesmas. Dari internal, jumlah SDM yang kurang memadai serta adanya resistensi akan penerimaan hal-hal yang baru bagi pegawai cukup menghambat pelaksanaan inovasi. Dari eksternal, kendala yang dihadapi adalah pasien yang notabene adalah para Lansia, kurang terampil menggunakan teknologi SMS. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim melakukan berbagai upaya di internal seperti pertemuan rutin yang membahas kendala yang dihadapi saat menjalankan inovasi serta melakukan sosialisasi secara khusus kepada pasien dan keluarga pasien tentang kemudahan-kemudahan yang bisa diperoleh dari Aplikasi Si Gareng ini.

Aplikasi Si Gareng yang menurut penuturan dr. Andriani adalah ide yang berangkat dari penelitiannya tentang kepatuhan berobat ini telah memberikan dampak positif antara lain pelayanan yang menjadi lebih cepat, efektif dan praktis, meningkatnya kepatuhan berobat pasien PTM (dari 30% menjadi 75%), gula darah pasien DM yang terkontrol dengan baik, kemudahan pasien dalam berkonsultasi melalui e-konsultasi tanpa dibatasi ruang dan waktu dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas (dari 78,5% menjadi 85%).

Saat ini Aplikasi Si Gareng memang baru dilakukan di poli PTM khususnya untuk pasien dengan penyakit DM, namun aplikasi juga mulai dikembangkan untuk pelayanan di unit lain seperti di Poli KIA dan Imunisasi. Aplikasi Si Gareng yang menggunakan media SMS Gateway, juga akan kembali dikembangkan dengan media komunikasi yang lain seperti Whatsapp, Android app, dan sebagainya. Dalam jangka panjang, aplikasi Si Gareng akan diintegrasikan dengan sistem informasi yang lain, seperti Sikda Optima dari Kementerian Kesehatan untuk membentuk sistem pelayanan terintegrasi demi mencapai tujuan pelayanan prima. "Tujuan akhir dari berbagai upaya inovasi yang kami lakukan ini tidak lain hanya untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan pasien kami", tutup Kepala Puskesmas Kecamatan Cengkareng, dr. Nurmari Wahyu Hapsari yang baru dapat bergabung di akhir forum. (Isni-PIPEL)