BERITA


Sharing Knowledge: ONLINE WRITING Pembicara: Iskandar Zulkarnain – COO Kompasiana

Senin, 19 Maret 2018 | 01:57:32 WIB - Jumlah Dilihat: 32
 

Sharing Knowledge: ONLINE WRITING

Pembicara: Iskandar Zulkarnain – COO Kompasiana

Perkembangan teknologi di era digital menjadikan tantangan tersendiri bagi perkembangan media pers, begitupun Kompasiana. Jika pada jaman dahulu penulisan berita harus disesuaikan dengan kaidah jurnalistik, pada masa kini berita maupun artikel disesuaikan dengan kebutuhan pembaca. Tuntutan informasi yang serba cepat, menjadikan aturan-aturan penulisan berita bukanlah suatu hal yang penting lagi, mengikuti perkembangan informasi saat ini adalah hal yang lebih diutamakan.

Kompasiana merupakan media blogging dimana penulis terbuka untuk semua orang, namun setiap tayangan yang ditampilkan di Kompasiana telah melalui proses editing. Sehingga, apabila ada berita atau artikel yang melanggar aturan maka tayangan tersebut akan dihapus. Sebaliknya apabila tayangan bagus, tayangan tersebut dapat menjadi pilihan editor, atau bahkan jika sangat bagus maka dapat menjadi headline. Semua artikel yang tayang sudah dibaca dan diperiksa oleh admin dan dipastikan tidak ada copy-paste atau diposting di media lain. Apabila ada kesamaan atau kemiripan artikel, kutipan paling banyak hanya boleh 25%. Maka dari itu, konten artikel kompasiana adalah konten yang unik, sehingga mudah muncul pada search engine.

Prinsip menulis di media online menurut Paul Bradshaw harus menganut: brevity, adptablity, scannability, interactivity dan community & conversation. Sedangkan kiat membuat konten yang baik adalah dengan memahami diri dan gaya hidup pembaca. Misalnya, mebuat konten mengenai gaya hidup, tips dan trik, cerita orang kota, wisata dan kuliner, dan lain sebagainya. Sehingga faktor kunci dalam menulis adalah bagaimana penulis memahami bagaimana karakteristik pembaca.

Iskandar Zulkarnain menyampaikan beberapa tips untuk membuat konten yang menarik. Pertama, buatlah konten yang gratisan dan buat artikel yang mudah dipahami untuk dibaca. Kedua, hal yang paling mudah untuk menemukan ide cerita adalah berdasarkan pengalaman, baik pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain. Kemudian bagaimana cara membuat judul? Judul yang baik ialah yang singkat, tidak bertele tele, menarik, salah satu kata kunci yang membuat orang penasaran, serta menggambarkan isi konten. Dikarenakan konten adalah faktor utama dalam pembuatan artikel atau berita, maka buatlah konten yang menarik dan bermanfaat, buat konten yang tidak mainstream, maksimalkan data dan fakta, eksplor pengalaman dan testimoni, gunakan gaya bahasa naratif, update konten secara berkala, serta libatkan pembaca dalam percakapan.

Menulis adalah cara bagaimana seseorang menceritakan apa yang dirasakan kepada orang yang lebih banyak. Oleh karena itu, apabila sebuah lembaga pemerintahan ingin lebih dikenal oleh masyarakat, maka kenalkanlah melalui tulisan. Tidak terkecuali bagi Lembaga Administrasi Negara, tidak ada cara lain untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang Lembaga Administrasi Negara kecuali dengan menulis. Seperti apa yang disampaikan oleh Deputi DIAN, Bapak Tri Widodo bahwa tantangan LAN adalah mengenalkan ke LAN masyarakat. Menurut beliau, penulis saat ini masih individualistik, jadi tidak membentuk kekuatan kolektif yang dahsyat. Konten belum mempengaruhi kebijakan yang berarti belum diperhitungkan oleh pemerintah. Sekarang adalah bagaimana konten tersebut mampu mempengaruhi kebijakan. Satu kebijakan selalu menjadi public discourse, para penulis dikumpulkan untuk menulis satu isu bersama dengan perspektif masing-masing. (Wilda Farisa Safitri-P2IPK)