BERITA


Memperkenalkan Street Level Innovation di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau

Kamis, 15 Maret 2018 | 03:31:27 WIB - Jumlah Dilihat: 43
 

Pemerintahan Jokowi-JK telah menetapkan Nawacita (sembilan cita-cita) yang akan menjadi pedoman mereka dalam menjalankan roda pemerintahan tahun 2014-2019. Salah satu yang menjadi cita-cita mereka adalah “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Ini merupakan poin ketiga dari Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK.

Selanjutnya lahirnya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa telah memperkuat posisi dan kewenangan desa dibanding masa sebelumnya. Saat ini desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, namun ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan arah dan melaksanakan pembangunan desanya. Supaya pembangunan desa bisa terlaksana dengan efektif maka para aparat desa dituntut untuk memiliki kapasitas yang memadai. Oleh karena itu mereka harus bisa berinovasi. Dengan inovasi tentu akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan desa.

Begitu juga dengan para aparat desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Pada hari Kamis tanggal 8 Maret 2018 yang lalu, para aparat desa di kabupaten ini dikumpulkan dalam acara “Workshop Arah dan Pedoman Pembangunan Desa” di Ballroom Grand Meranti Hotel, Selat Panjang. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kepulauan Meranti ini dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs. H. Said Hasyim.

 Dalam acara workshop ini yang hadir sebagai narasumber adalah Dr. Muhammad Aswad (Kepala Pusat Inovasi Kelembagaan dan Sumber Daya Aparatur, LAN), M.Si, dan Agustinus Sulistyo TP SE, M.Si (Peneliti Madya Pusat Inovasi Kelembagaan dan Sumber Daya Aparatur, LAN). Melalui workshop ini, para peserta yang berasal dari unsur desa, kelurahan dan kecamatan diperkenalkan dengan konsep “Street Level Innovation” (SLI). SLI adalah salah satu program dari Kedeputian Inovasi Administrasi Negara LAN yang bertujuan untuk mengakselerasi inovasi-inovasi yang dilakukan di unit-unit pemerintahan yang berada pada garis depan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, misalnya  kelurahan dan desa.