BERITA


BEDAH BUKU BONUS DEMOGRAFI

Rabu, 14 Maret 2018 | 12:36:16 WIB - Jumlah Dilihat: 53
 

BEDAH BUKU BONUS DEMOGRAFI

Indonesia pada tahun 2020 – 2035 akan menghadapi bonus demografi. Bonus demografi adalah percepatan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan pergeseran struktur umur penduduk yang ditandai penurunan angka beban ketergantungan penduduk bukan usia produktif terhadap penduduk usia produktif (tahun 2016 adalah 48.36). Artinya setiap 100 penduduk produktif (15-64 tahun) menanggung sekitar 48 penduduk tidak produktif (anak-anak dan lansia).

Bonus demografi dapat disikapi melalui agile learner, yaitu kemampuan seseorang untuk belajar secara cerdas, lincah, dan tangkas. Konsep dasar agile learner adalah: reflecting (mampu merefleksi sesuatu), innovating (harus bisa berinovasi), defending (bertahan di posisi yang sama dalam arti posisi yang terus maju), risking (mampu mengambil risiko), dan performing (mampu menunjukkan performa terbaik).

ASN diharapkan mampu menjadi seorang agile learner melalui metode ASN Exchange ( UU Nomor 5 Tahun 2014 pasal 70 tentang ASN dan PP Nomor 11 Tahun 2017 Pasal 212 tentang Manajemen PNS). Metode ASN Exchange ini akan terdiri dari program magang, mentoring, dan habituasi nilai dan mental agile learner. ASN harus bermental wiraswasta (leaderpreneurship). ASN Exchange bisa diterapkan pada saat orientasi CPNS agar saat ia kembali ke instansi pemerintahan (habituasi), dia bisa menanamkan nilai-nilai baik yang didapat dari swasta.

Bedah Bonus Demografi dipaparkan pada DIAN SHARING, Jumat, 9 Maret 2018 oleh Reza, Hasna, Madya, Ana, dan Oki dengan moderator kapus PIKS@, Dr. Muhammad Aswad. Melalui sharing knowledge ini, ASN Kedeputian IAN -LAN mempersiapkan diri menjadi pelopor Agile Learner di lingkungan LAN. (Izzul Fathu Reza-P2IPK)