BERITA


Pesan "Inovasi Harga Mati" demi NKRI Warnai Rakornas Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan

Jumat, 9 Februari 2018 | 11:01:25 WIB - Jumlah Dilihat: 124
 

Pesan "Inovasi Harga Mati" demi NKRI Warnai Rakornas Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan

 

Jakarta “Inovasi harga mati demi NKRI”, Tri Widodo Wahyu Utomo Deputi Inovasi Administrasi Negara di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) menegaskan dalam sambutan pembukaan Rakornas Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah (Kamis, 8/2/2018, di LAN Veteran Jakarta). Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam penggalan lagu Indonesia Raya stanza ketiga, “marilah kita berjanji Indonesia abadi” mengamanatkan kepada semua anak bangsa agar dapat terus berinovasi untuk memastikan Indonesia itu abadi. Kalimat tersebut sekaligus menciptakan semangat untuk selalu merawat dan memastikan NKRI “harga mati”

Inovasi bukan lagi menjadi suatu pilihan namun suatu keharusan. Kondisi saat ini memang menuntut bahwa “yang cepat lah yang akan menggilas yang lambat” sehingga inovasi menjadi “harga mati” bagi setiap orang atau institusi. Salah satu contoh bagaimana inovasi yang tiada henti dengan memanfaatkan teknologi dapat mendongkrak pendapatan suatu bisnis bahkan membuatnya menjadi leader dalam industri tersebut adalah bagaimana salah satu perusahaan moda transportasi yang memiliki aset ribuan kendaraan dan sudah berdiri bertahun-tahun dibuat “gerah” oleh suatu perusahaan transportasi berbasis daring/online yang bahkan tidak memiliki aset satu kendaraan pun.

                 Dalam 3 atau 4 tahun terakhir ini inovasi di Indonesia juga sudah berkembang pesat dan regulasi pemerintah juga sudah sangat eksplisit mengamanatkan dan menegaskan untuk penciptaan inovasi sebanyak mungkin di K/L/D. LAN sendiri mencatat sampai tahun ini sudah tercipta sekitar 3500 karya inovasi yang tercipta di seluruh K/L/D di Indonesia sebagai hasil dari program yang sudah dirintis dan diimplementasikan oleh LAN selama ini.  Data menunjukkan bahwa sumbangan inovasi yang diciptakan ini menaikkan indeks persaingan global Indonesia di tahun 2017 menjadi peringkat ke-36 dari 137 negara atau naik 5 peringkat dari tahun 2016 yang lalu di peringkat ke-41.

 

                Selain itu, beliau menambahkan bahwa tahun ini dapat disebut sebagai suatu milestone baru dalam pemerintahan karena inovasi dijadikan salah satu prioritas nasional dari pemerintah. Atas alasan inilah perlu dilakukan akselerasi inovasi yang harapannya dapat memberikan dampak bagi seluruh daerah di Indonesia. Daerah-daerah yang dipilih dalam Rakornas ini diharapkan dapat menjadi pendorong dan role model bagi daerah lain di Indonesia dalam mendorong terciptanya akselerasi inovasi demi meningkatkan daya saing daerah. Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah menegaskan bahwa inovasi yang bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan tersebut bukan hanya tanggung jawab dan harus dilakukan di pusat namun juga harus dilakukan di daerah-daerah terutama daerah yang masih tertinggal di seluruh Indonesia.

                Turut hadir dalam Rakornas ini wakil dari Kemenpan RB, Kemendagri, dan  pemangku kepentingan di daerah (provinsi dan kabupaten/kota). Melalui rakornas ini diharapkan akselerasi inovasi tata kelola Pemerintahan agar dapat berjalan beriringan dan bersinergi guna mendorong percepatan pembangunan daerah dengan inovasi sebagai prioritas nasional. Pada kesempatan yang sama MoU LAN dengan PT Tempo ditandatangani. Kerjasama LAN dengan PT. Tempo Inti Media adalah untuk bersama-sama mengakselerasi inovasi Tapem di instansi pemerintah (K/L/D). Disamping itu melalui Rakornas dan penandatanganan MoU LAN PT Tempo ini program pemerintah Jokowi-JK “Nawacita” ke-dua dapat dipercepat realisasinya melalui penciptaan inovasi di bidang tata kelola pemerintahan. Dengan munculnya ribuan inovasi di Tapem, diharapkan daya saing daerah akan meningkat secara pesat. Tiga metode yang sudah dilakukan oleh LAN dalam mendongkrak penciptaan inovasi adalah: pembentukan laboratorium inovasi, program champion dan pengukuran dampak inovasi di beberapa daerah yang terpilih kiranya menjadi satu gerakan yang nantinya bukan gerakan LAN semata namun menjadi gerakan dan program kebangsaan meskipun memang anggarannya berasal dari LAN. Dengan kondisi tersebut diharapkan agar nantinya tidak ada daerah di seluruh Indonesia yang tidak lagi menjalankan hak-nya untuk menciptakan inovasi di instansi dan daerahnya masing-masing. (Budi Fernando Tumanggor-P2IPK).