ARTIKEL


MEMAKNAI SOFT SKILL UNTUK BERINOVASI

Rabu, 31 Januari 2018 | 11:23:50 WIB - Jumlah Dilihat: 40
 

MEMAKNAI SOFT SKILL UNTUK BERINOVASI  

Power does not reside in institutions, not even the state or large corporations. It is located in the networks that structure society. Manuel Castells, seorang pemikir atau filsuf teknologi dan media komunikasi mengatakan bahwa komunikasi adalah suatu kekuatan atau kekuasaan-power (kekuasaan) terdapat pada masyarakat (society) atau kelompok dan cara untuk dapat mengaksesnya menggunakan komunikasi. Dalam berhubungan dan bersosialisasi dengan sesama, kita menggunakan komunikasi untuk pengiriman pesan-pesan atau maksud. Kita berbicara, berdiskusi, bertatap muka, melakukan mimik-mimik tertentu, dan di zaman sekarang menggunakan tools, yaitu teknologi dengan suatu media. Akses-akses dalam komunikasi terbuka sangat lebar dengan perkembangan teknologi media digital.

Minggu pertama, hari Senin diawali dengan Pertemuan dengan KIPA dari Korea Selatan membahas mengenai MOU yang akan dilanjutkan dan juga kerjasama yang akan digagas mengenai inovasi-inovasi dalam pemerintahan. Selama hampir dua jam, pertemuan menggunakan bahasa Inggris, para perwakilan dari KIPA fasih berbicara dengan bahasa Inggris dengan lancar dan menggunakan bahasa yang cukup baku dan berat. Saya cukup sulit untuk mengikuti dan mengartikan apa yang dibicarakan oleh para perwakilan dari Korea Selatan tersebut. Oleh karena itu, perlu sekali bagi saya untuk lebih banyak mempelajari bahasa Inggris dan banyak membaca literatur-literatur dalam English. 

Minggu ini, akan diadakan presentasi dari CPNS P2IPK dengan unit P2IPK. Mas Marps menugasi kami untuk membuat resensi dair buku yang telah dibagi per kelompok. Tim saya mendapatkan buku yang berjudul Soft Skills. Tim kami menyatukan bahan-bahan per slide yang sudah dibagi dan mendiskusikannya. Kami menemukan bahwa mempelajari buku Soft Skills ini sebenarnya mempelajari bagaimana cara-cara bersosialisasi atau mempelajari cara berkomunikasi secara sosial. Soft Skills cakupan mengenai ketrampilan sosial dalam berhubungan dengan orang lain, sedangkan hard skill adalah ketrampilan yang dimiliki dan dipelajari secara akademis atau praktik, seperti ilmu-ilmu dasar dari pendidikan sekolah dan perkuliahan. Ketrampilan sosial sangat mempengaruhi kemampuan kita untuk bisa memasuki dunia sosial kemasyarakatan dan mendasari setiap pergerakan kita sebagai seorang mahluk sosial dalam bersosialisasi pada kegiatan sehari-hari. 

Pada hari Jumat pagi, hujan turun dengan deras sejak Subuh. Meskipun begitu, tidak mematahkan semangat para CPNS DIAN untuk tetap berolahraga ke Monas dan juga bermain futsal. Setelah berolahraga, mengikuti Presentasi para CPNS P2IPK dan pada siang harinya mengikuti DIAN Sharing dengan presentasi juga dari CPNS unit PIKSA. Presentasi atau paparan di hari Jumat ini memberikan ilmu-ilmu dan pengetahuan baru. Pada Presentasi dari sesama teman P2IPK menerangkan mengenai buku Dale Carnegie tentang perubahan dan motivasi, kemudian presentasi pada Dian Sharing mengenai penggunaan teknologi untuk inovasi dalam bekerja. 

Berkomunikasi yang baik sangat penting dan merupakan dasar dari pembentukan soft skills. Setelah pagi-pagi mendengar presentasi mengenai Dale Carnegie, pikiran saya terbuka. Dale Carnegie adalah seorang motivator dan ahli public speaking yang terkemuka dari Amerika Serikat. Ajaran-ajarannya mencakup bagaimana berhubungan dengan orang lain, bersosialisasi, dan bekomunikasi dengan empati. Kemudian, pada DIAN Sharing siang harinya, ada paparan dari CPNS PIKSA tentang penggunaan teknologi  komunikasi untuk bekerja, seperti Telecommuting. Dari sini muncul pertanyaan dalam benak, penggunaan teknologi komunikasi seperti apa yang tepat dalam pembentukan soft skills untuk bekerja dalam lembaga pemerintahan. Paparan-paparan ini hanya menjelaskan mengenai penggunaan teknologi untuk bekerja, tapi tidak melihat kepada makna atau esensi dari pekerjaan yang sebenarnya. Sebagai seorang ASN, menjadi pelayan publik sangat perlu mempunyai ketrampilan sosial dengan soft skills untuk dapat berhubungan dengan baik dengan sesama, terutama dalam bermasyarakat.

Penggunaan teknologi dalam bekerja, terutama teknologi komunikasi sebenarnya adalah suatu inovasi. Sudah menjadi tugas dari para anggota CPNS dalam DIAN untuk dapat berpikir secara kreatif, menemukan terobosan-terobosan dalam memberdayakan inovasi. Adanya teknologi yang terus berkembang, tentunya sangat membantu dalam menciptakan suatu inovasi. Tetapi, perlu disimak kembali mengenai dampak penggunaan teknologi. Kemudian, penggunaan teknologi yang seperti apa karena teknolog yang terus berkembang sebenarnya mengurangi sisi humanisme pada manusia yang sebenarnya sangat berlawanan dengan makna atau hakikat dari pegawai pemerintah yang bertuga untuk melayani publik atau masyarakat.  (Siti Hanifa Azanda, S.I.A, M.Si -P2IPK)