BERITA


PINJAMAN SYARIAH; SOLUSI PEMBERDAYAAN BUMDES

Jumat, 29 September 2017 | 12:15:46 WIB - Jumlah Dilihat: 125
 

PINJAMAN SYARIAH; SOLUSI PEMBERDAYAAN BUMDES

Produk Kredit Tanpa Angunan (KTA) terbaik 2017 di Indonesia menurut survey halomoney.co.id secara berturut-turut dari peringkat 1-5diduduki oleh BNI Fleksi, disusul Permata KTA Payroll, Dana Bantuan Sahabat (DBS Indonesia), KTA BCA, BRI Multi Guna.  Pinjaman tanpa agunan menjadi jalan termudah ketika terjadi kebutuhan tunai. Saat ini Kredit Tanpa Agunan (KTA) di Indonesia berdasarkan riset halomoney.co.id tahun 2017 menunjukkan bahwa tingkat bunga masih diatas 10% per tahun. Tingkat bunga atau Annual Percentage Rate (APR) memperhitungkan biaya bunga, biaya Analisa kredit, biaya provisi, biaya notaris, biaya survey, dan lain-lain bank di Indonesia terbaik 2017 adalah BNI Fleksi dengan APR 13,54%, disusul BCA 13,77%, sedangkan BRI Kredit GUna menduduki peringkat ke-enam dengan APR 19.08%. Muamalat Kreit Multi GUna yang dikeluarkan Bank Muamalat masuk dalam peringkat ke-tiga dengan APR 14,29% dan Warung Mikro BSM Bank Syariah Mandiri masuk peringkat 9 dengan APR 19.08%. Dari hasil ini bahwa pinjaman Syariah di Indonesia belum menunjukkan perkembangan yang memuaskan.

Dilihat dari kemudahan persyaratan untuk mendapatkan KTA, bahwa KTA dapat diberikan kepada nasabah yang memiliki penghasilan rata-rata per bulan 2,5 juta per bulan (BNI, BCA dan Bank Mandiri), dan bank swasta lainnya mempersyaratkan penghasilan rata-rata 1 juta-2 juta per bulan. Dari persyaratan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang baru mau berusaha sulit menggaai mimpinya. Sulitnya masyarakat miskin mendapatkan modal untuk memulai usaha, disini akan mendorong keengganan masyarakat di bawah kemiskinan melemah etos kerjanya. Ketergantungan akan subsidi dari pemerintah tidak akan dihapus.

Plafon kredit yang ditawarkan dari program KTA dari 5juta-300 juta, dan hanya BRI Kredit multi guna saja yang berani memgucurkan KTA 1M. Demikian pula biaya yang harus ditanggung oleh nasabah relative banyak, dari biaya administrasi, denda keterlambatan, biaya pelunasan dipercepat. Dengan masih banyaknya peraturan yang berpihak kepada masyarakat kecil/miskin yang mau memulai usaha maka program pemerintah yang diluncurkan untuk meningkatkan perekonomian dari dana desa, pemberdayaan masyarakat, dll jauh dari harapan dapat diimplementasikan secara mulus.

BUMDes diharapkan dapat menjadi solusi untuk masyarakat desa mendapatkan pembiayaan/modal kerja. Pemerintah mendirikan HOLDING BUMDES di tingkat nasional membangun jaringan untuk penguatan permodalan bagi masyarakat pedesaan. Melalui skema pembiayaan perbankan, koperasi pedesaan/BUMDes mendapatkan modal dengan tanpa agunan.

Menengok skema kredit dari beberapa perbankan di Indonesia, bunga relative besar dan mekanisme/prosedur pengajuan yangn relative panjang menciptakan peluang usaha bagi rentenir dan pegadaian mendapatkan uang instan. Pusat gadai, ramai didatangi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman cepat.

Bank Muamalat Indonesia saat ini sudah ditake over oleh investor asing, jadi sudah tepat jika Holding BUMDes membuka Bank Mualamat Baru di Indonesia. (Handayani-P2IPK)