ARTIKEL


Inovasi OMABA (Ojek Makanan Balita)

Selasa, 20 Juni 2017 | 04:14:06 WIB - Jumlah Dilihat: 98
 

OMABA (Ojek Makanan Balita) - Penanganan Gizi Buruk Melalui OMABA dan COOKING CENTER di UPT Puskesmas Riung Bandung

Penggagas/Inovator     : UPT Puskesmas Riung Bandung

Nama Editor                 : A.A. Sri Astiti

 

Tingginya angka Gizi Buruk di Kecamatan Gede Bage Kota Bandung

Gizi buruk masih menjadi permasalahan di Indonesia, tak terkecuali di kota besar seperti Bandung. Meski berbagai fasilitas perkotaan tersedia, namun di beberapa sudut kota Bandung masih banyak balita dengan gizi buruk.

Kasus gizi buruk mulai terungkap pada tahun 2012 melalui kegiatan penimbangan bayi rutin dilakukan di Posyandu Kecamatan Gede bage,  tak disangka ditemukan lebih dari 20 kasus gizi buruk dengan 20 kasus kematian bayi. Termasuk juga satu kasus kematian ibu. Kasus gizi buruk juga ditemukan terbanyak ada di Kelurahan Cisantren Kidul, yakni sebanyak 17 kasus.1 Tergerak dengan tingginya angka gizi buruk tergerak, Kepala UPT Puskesmas Riung Sari melaporkan hal itu kepada lurah Cisantren Kidul. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Lurah Cisantren Kidul menganjurkan UPT Puskesmas Riung Bandung membuat proposal pengajuan dana corporate social responsibility (CSR) kepada PT Pertamina. Proposal yang diajukan pun membuahkan hasil, dengan bantuan dana sebesar Rp 50 juta dikucurkan CSR Pertamina, yang kemudian dialokasikan untuk melaksanakan program Pertamina Sehat Ibu dan Anak (Sehati).

Program SEHATI ini berjalan dengan berbagai kegiatan, seperti penyuluhan kesehatan ibu dan anak serta kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pemulihan gizi bagi balita dengan gizi buruk berupa pemberian susu formula. Namun, setelah kegiatan ini berjalan setahun, setelah dievaluasi melalui kegiatan posyandu, masih cukup tinggi ditemukan angka gizi buruk di Kelurahan Cisantren Kidul, yaitu 18 kasus gizi buruk dengan 17 angka kematian bayi. Hal ini dikarenakan bantuan PMT berupa pemberian paket susu formula tidak digunakan oleh warga, kebanyakan warga yang menerima susu formula malah menjual lagi ke warung.

Permasalahan lainnya angka balita penderita gizi kurus di wilayah Kecamatan Gede Bage juga cukup tinggi, terdapat 32 kasus gizi kurus yang belum tervalidasi. Rencananya pada tahun 2016, UPT Puskesmas Riung Bandung akan memperbaiki 16 kasus gizi kurus terlebih dahulu, dengan menggunakan dana APBD.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Kepala UPT Puskesmas Riung Bandung mencari solusi pemecahan masalah atau terobosan dengan fokus pada penanggulangan gizi buruk di Kecamatan Gede Bage Bandung.

Artikel lengkap dapat diunduh pada link berikut ini.

 

Berkas Unduhan

No Judul Total Akses Unduh
1 Inovasi OMABA (Ojek Makanan Balita) 52 Public