ARTIKEL


INOVASI - SLI: Panggungharjo Kembangkan Wisata Sejarah Kampung Mataram

Selasa, 13 Juni 2017 | 12:00:46 WIB - Jumlah Dilihat: 168
 

INOVASI - SLI:  Panggungharjo  Kembangkan  Wisata  Sejarah  Kampung  Mataram

 

 

 

http://www.panggungharjo.desa.id/wp-content/uploads/2017/05/DSC0333-660x400.jpgPanggungharjo sebuah desa di Yogyakarta, telah berhasil dan sukses mengembangkan pengelolaan limbah melalui Kelompok Usaha Pengelola Sampah (“Kupas”), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari kembali melirik jenis usaha baru. Baik Kupas dan BUMDes Panggung Lestari merupakan hasil Inovasi mewujudkan desa Mandiri.

 

Inovasi yang dikembangkan oleh BUMDes ini menyangkut sektor pariwisata, setelah berhasil dengan usaha Agro Bisnisnya. Inovasi BUMDes pariwisata sejarah dengan mengangkat tema Kerajaan Mataram. “Kampung Mataraman”. Gagasan inovasi ini dicetuskan oleh Yudi, warga desa Panggungharjo dan disetujui Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, dalam rembuk desa. Lounching kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (7/5/2017).

Tujuan BUMDes Lestari membangun inovasi Kampung Mataram,adalah membangun sebuah perkampungan bernuansa era kerajaan Mataram, dan memberikan referensi tentang sejarah kebudayaan Jawa kepada masyarakat.. Kampung yang dibangun tersebut sebagai daya Tarik wisata desa pangggungharjo. Tahap awal, dibangun Landscape kampung dengan desain kampong mirip dengan era kerajaan Mataram pada awal abad ke-19.

Konsep penataan kampung, memperhatikan kaidah serta filosofi Jawa. Seperti keberadaan tanah pangonan, tanah paguron, tanah sengkeran, titi soro, rumah demang, hingga penataan lokasi masjid. Begitu pula dengan arsitektur bangunan-bangunannya. “Sampai detail dapur dan sumurnya dimana, menurut desainernya, Yudi.

Kampung Mataraman dibangun di atas tanah kas desa seluas 6 (enam) hektar dengan mengambil lokasi di Dusun Pelemsewu, Desa Panggungharjo. Sumber anggaran pembangunan Kampung Mataram murni bersumber dari desa ini baru dimulai. “Awal kami alokasikan anggaran Rp 1,6 miliar. Total dana yang diperlukan untuk membangun Kampung Mataram sebesar Rp. 5 miliar hingga Rp. 6 miliar.

Dengan terbangunya Kampung Mataran, maka akan tercipta referensi tentang sejarah kebudayaan Jawa, khususnya Jogjakarta, yang  belakangan ini minim. Sehingga sudah tepat bahwa desa Pannggungharjo menjadi salah satu desa Budaya di Yogyakarta.

Perkampungan ini akan ditempati oleh warga Panggungharjo dengan prioritas utama warga Panggungharjo yang hidup di bawah garis kemiskinan. Melalui program pembangunan Kampung Mataran ini, “Problem kesejahteraan di Panggungharjo adalah lonelyness, jobless, dan homeless,” dapat diatasi secara cepat

BUMDes Panggung Lestari saat ini memiliki total aset mencapai Rp 780 juta, dan omzet perbulan Rp 79 juta. Melalui BUMDes ini anggaran pembangunan Kampung Mataram dapat segera diselesaikan. (Handayani-P2IPK)

Sumber: Solopos.com