LAB INOVASI KAB BANJAR


INOVASI MENGKILAUKAN BANJAR TANAH INTAN

Sabtu, 27 Mei 2017 | 12:06:22 WIB - Jumlah Dilihat: 347
 

Salah satu yang sangat terkenal dari kalimantan selatan adalah “wisata pasar apung”. Kalau anda ditanya, dimana letak (pemerintah daerah) wisata pasar apung itu ?. maka sebagian besar akan menjawab Banjarmasin. Pasar apung tradisional Lok Baintan yang sudah legendaris itu, secara administratif  masuk dalam wilayah kabupaten Banjar. Jika, anda tidak terlalu mengenal Kabupaten Banjar yang ada di  Kalimantan Selatan, mungkin agak dimaklumi.  Jika saat ini anda memasukan kata kunci “Banjar” maka dalam waktu kurang dari 5 detik, mbah google akan menyebutkan angka 21.400.000, ini merupakan angka yang cukup besar. Tapi sayang di sayang, yang paling di kenal oleh mbah google adalah kota banjar yang ada di provinsi jawa barat. Sedangkan, jika lebih spesifik “kabupaten banjar” maka akan muncul angka 1.850.000 atau hanya 10 % dari kata kunci ”banjar”. Bahkan, kabupaten banjar masih kalah populer dengan ibu kotanya sendiri yakni martapura yang dikenal sebanyak 5.390.000.

Perkembangan kabupaten banjar jika dilihat dari indeks pembangunan manusia maka dapat dikatagorikan masih rendah yakni 66,93 pada tahun 2015 atau hanya naik 1.39 dari tahun 2010. Kabupaten banjar hanya lebih tinggi dari Hulu Sungai Selatan, Balangan dan Hulu Sungai Utara. Namun jika dilihat dari tingkat kemiskinan, Kabupaten Banjar memiliki prestasi yang cukup membanggakan dengan prosentase kemiskinan paling rendah yakni hanya 2,87%. Dari sisi tata kelola pemerintahan juga telah mendapatkan beberapa penghargaan seperti opini wajar tanpa pengecualian dari BPK, Adipura kirana dan lainnya. Upaya perbaikan itu terus di lakukan di Kabupaten Banjar, ini setidaknya terlihat dari inovasi yang telah masih dalam Sinovik 99 pada tahun 2015 dengan Simpaten dan one day service akte keliharan dengan jemput bola.

Dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik, kabupaten banjar menggandeng lembaga adminsitrasi negara untuk menyelenggarakan kegiatan Laboratorium Inovasi di Kabupaten Banjar. Senin, 14 Mei 2017 sebagai hari membangkitkan semangat inovasi di kabupaten banjar. Dalam sambutan pembukaan Laboratorium Inovasi tahap Drum up dan Diagnose, Bupati Banjar mengamanatkan agar seluruh organisasi perangkat daerah berinovasi untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di kabupaten banjar. Kegiatan drum up dan diagnose dikuti oleh seluruh kepala OPD dan pejabat administrator di lingkungan Kabupaten Banjar yang berjumlah sekitar 150 orang.

Dari hasil diskusi dengan kepala OPD dan pejabat adminsitrator setidaknya terkumpul lebih dari 120 ide inovasi. Ide tersebut meliputi perbaikan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan peningkatan ekonomi rakyat. Ide inovasi dalam tata kelola pemerintahan antara lain SIMPUN (Systematic, Integrated, Modernize, Participatory, Universal, Networking) dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah,  SINETRON SUAR BANJAR (Sistem Elektronik Surat Arsip Banjar) dari Dinas Perpustakaan dan Arsip, INTAN SIDINAH (Inovasi Pertanahan Fasilitas Pengadaan Tanah) dan INTAN BANJAR (Sistem Informasi Pertanahan Kabupaten Banjar) dari Dinas Pertanahan. Dan, SIM GAYA (Sistem Informasi dan Manajemen Cagar Budaya) dari dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Ide Inovasi dalam pelayanan publik antara lain Puskesmas Terapung Sungai Tabuk 3, Kelas Edukatif Penyakit Menular Tatah Makmur, Sehari Cermat (Sehar hari ini ceria masa tua), Senam Ibu Nifas Sungai Tabuk 2, Pojok Senyum Kertak Hayar, Posyandu Remaja Martapura 1, Rumah Sakit Religi, Rusa Muda (Informasi Rumah Sakit Mudah Diakses), Kindai Pangan Sepotong Nan Barokah (Sistem penyediaan pangan gotong royong), Payung Pintar dan Cintaku Banjar (Cinderamata dan Kuliner Banjar).

Sedangkan inovasi dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan antara lain Wisata pemancingan alam ramah lingkungan Aranio, Wisata Alam Berbasis partisipasi masyarakat, Destinasi Wisata Kerbau Rawa Cintapuri darussalam, Kampung Digital Sasirangan, Kampung Wisata Eco Religi Sekumpul, Wisata Danau Biru Simpang Empat, Gerakan Cinta Ikan Urang Banjar, Sirami Alami (Aksi ramah peduli dan pemulihan alam dengan sasirangan pewarna alami dengan motif berlian) dan Gerakan Infak Sodakoh dan  Klasterisasi desa jambu.

Perkembangan ide-ide inovatif tersebut menjadi indikasi semangat berinovasi dari OPD kabupataten banjar yang cukup tinggi. Semangat ini tentunya perlu tetap di jaga dan digelorakan secara konsisten, untuk melanjutkan ke tahap berikutnya desain dan deliver inovasi. Sehingga ide-ide berlian ini dapat nyata dirasakan oleh masyarakat dan stakholdernya. Dan pada akhirnya dapat menjadi percontohan dan best practices dalam berinovasi di negeri ini. (SAWK, 25 Mei 2017)