LAB KAB LAMPUNG TENGAH


Lampung Tengah Menjadi Lab Inovasi Pertama di Provinsi Lampung

Rabu, 24 Mei 2017 | 05:20:12 WIB - Jumlah Dilihat: 251
 

Kabupaten Lampung Tengah menjadi pemerintah daerah pertama di Provinsi Lampung yang menjadi laboratorium inovasi dan keempat di wilayah Sumatra setelah Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Pembukaan Lampung Tengah sebagai laboratorium inovasi, yang sekaligus menandai pelaksanaan tahap Drum-up dan Diagnose, diadakan pada 8 Mei 2017 di Kompleks Rumah Dinas Bupati, Gunung Sugih, Lampung Tengah. Acara ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan Akselerasi Pengembangan Inovasi Administrasi Negara oleh Pusat Inovasi Tata Pemerintahan LAN. Acara dibuka dengan sambutan oleh Deputi Inovasi Administrasi Negara LAN Tri Widodo Wahyu Utomo dan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Dalam sambutannya, Tri Widodo Wahyu Utomo menekankan mengenai pentingya inovasi untuk meningkatkan daya saing daerah. Dengan inovasi, maka akan timbul percepatan prestasi dan pertumbuhan. Lampung Tengah memiliki potensi dalam hal singkong dan nanas yang apabila dikapitalisasi secara tepat, akan menjadi keunggulan komparatif yang memantik daya saing. Melalui inovasi, dia berharap Lampung Tengah bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia. Dengan program laboratorium inovasi, maka Lampung Tengah dapat menjadi lumbung inovasi.

Sementara itu, Mustafa dalam sambutannya memberikan arahan bagi jajaran ASN di Lampung Tengah untuk meninggalkan rutinitas dalam bekerja. ASN harus meninggalkan prestasi sehingga kelak apabila dia sudah tidak menempati jabatan yang sekarang ada kenangan bagus yang diciptakan. Salah satu prestasi tersebut dilakukan dengan berinovasi. Untuk itu, ASN harus “meloncat” dalam bekerja. Apabila itu dapat dilakukan, maka niscaya Lampung Tengah dapat menjadi rujukan bagi daerah lain. Lampung Tengah sesungguhnya telah mampu melakukan inovasi, misalnya inovasi Bunda Si Terkaya (Budaya Ronda sebagai Sistem Terpadu Keamanan dan Pelayanan), Desa Entrepreneur, dan Saung Ronda.

Pelaksanaan Drum-up dan Diagnose diikuti oleh 36 OPD dan 5 kecamatan. Pada hari kedua, dilaksanakan konsultasi atas ide inovasi yang telah dihasilkan. Dari hasil perhitungan sementara, telah diciptakan lebih dari 100 gagasan inovasi. Nantinya, gagasan yang telah didapatkan akan didiskusikan lagi sehingga nanti lebih matang. Jika telah siap, maka gagasan tersebut akan diturunkan ke dalam rencana aksi dalam tahap Design.

Sementara pada hari ketiga, diadakan focus group discussion mengenai salah satu inovasi unggulan di Lampung Tengah, yakni Bunda Si Terkaya. Inovasi ini diajukan pada Kompetisi Sinovik yang diadakan oleh Kemenpan RB. Dalam inovasi ini, Bupati mengadakan ronda malam hari berkeliling kampung untuk menanyakan secara langsung permasalahan yang dihadapi warga kampung. Keesokan harinya, diadakan pelayanan terpadu di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan kependudukan dan catatan sipil. Masalah yang ditemui pada malam hari sebelumnya juga diupayakan untuk diselesaikan secepatnya. Ini merupakan metode blusukan dan pelayanan jemput bola yang terintegrasi. Nantinya, dari inovasi tersebut, Pusat Inovasi Tata Pemerintahan LAN akan merumuskan sebuah model inovasi yang diharapkan mampu menjadi pedoman bagi daerah lain yang ingin mereplikasi inovasi serupa (galih/pusat intan).