Detail Inovasi


SISTEM PENYUSUNAN ANGGARAN SECARA ELEKTRONIK (E-BUDGETING)

Waktu Dibuat: Kamis, 8 Januari 2015 | 06:10:36 WIB - Dilihat: 5806, Diunduh: 1200 Unduh
 

Produk Inovasi : Sistem Penganggaran Program dan Kegiatan berbasis Online

Jenis Inovasi: Teknologi

Kelompok Inovator : Provinsi / Kabupaten / Kota

Nama Instansi : Kota Surabaya

Unit Instansi : Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan

Penggagas : Bambang DH (Walikota)

Kontak Person : Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota Surabaya

Sumber : Hasil Observasi langsung ke kota Surabaya

Teknik Validasi : Observasi

Tahun Inisiasi : 2009

Tahun Implementasi : 2009


Deskripsi

Sistem e-budgeting merupakan sistem penyusunan anggaran di lingkungan pemerintahan kota Surabaya secara online. Dalam sistem ini untuk membuat sebuah anggaran, dibutuhkan komponen-komponen penyusun yang mana komponen-komponen penyusun tersebut merupakan hasil dari survey di lapangan. Komponen penyusun terdiri dari tiga jenis pengelompokan, yaitu : Standar Harga Satuan Dasar (SHSD), Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK), Standar Analisa Belanja (SAB). Sistem ini dibuat secara online agar dapat diakses oleh dinas dimanapun lokasinya dan juga dapat diakses pada saat pembahasan dengan dewan. Penggunaan sistem online ini telah berdampak pada penghematan anggaran. Dicontohkan Wali Kota, untuk perjalanan dinas selama satu tahun, usulan anggaran dari masing-masing dinas harus melalui satu atap dan ternyata bisa menghemat Rp5 miliar dari Rp14 miliar menjadi Rp9 miliar.
Fitur yang terdapat dalam sistem Surabaya e-budgeting :
- Pembuatan komponen-komponen penyusun;
- Pembuatan anggaran;
- Pengiriman rincian anggaran;
- Evaluasi anggaran;
- Daftar harga dan daftar penyusun komponen;
- Rekap anggaran;
- History rincian anggaran;
- Setting kode rekening komponen penyusun anggaran.

 

Detil Inovasi

 
 

Komitmen pimpinan daerah untuk mempercepat proses penganggaran;
Mengurangi kebocoran anggaran APBD;
Mempercepat proses penyusunan RKA SKPD;
Mengurangi penggunaan kertas;

 

Perlu waktu untuk mengubah mindset para pegawai untuk membangun dan menjalankan e-budgeting;
Adanya resistensi penolakan pada beberapa SKPD;
Ketergantungan terhadap jaringan internet;
Adanya keterbatasan SDM untuk mengoperasikan aplikasi e-budgeting;
Masih banyaknya SKPD yang belum memahami penggunaan aplikasi e-budgeting.

 

Membuat mapping sistem dan database budgeting disesuaikan dengan alur kerja manajemen penganggaran;
Membuat alur kerja e budgeting  beserta manajemennya;
Membangun sistem e budgeting (software dan hardware) sesuai dengan alur kerja manajemen kinerja;
Melakukan pelatihan bagi SDM pengelola sistem;
Ujicoba sistem e budgeting;
Internalisasi e budgeting kepada seluruh SKPD dan stakeholders;
Menerapkan dan memelihara sistem e budgeting.

 

Penyusunan Anggaran SKPD menjadi lebih cepat;
Mempermudah dan mempercepat SKPD untuk melakukan perubahan atau menambahkan komponen pada   rincian RKA jika sudah ada ijin dari tim;
Tersedianya standar harga (SBU) untuk menyusun anggaran;
Mendapatkan Informasi dan data rencana anggaran lebih cepat.
 

 

Adanya dukungan dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dan SKPD;
MoU dengan stakeholders pengembangan sistem penganggaran berbasis online;
Memiliki hardware (server) dan jaringan yang memadai untuk sistem penganggaran berbasis online;
Membangun sistem penganggaran sesuai dengan alur kerja (SOP);
Menyusun SOP penyusunan sistem penganggaran berbasis online;
Mempersiapkan SDM pengelola sistem (pelatihan).

 

Inovasi Lainnya