Detail Inovasi


Pelayanan Air Minum Hotel di Wilayah Kota Yogyakarta

Waktu Dibuat: Rabu, 6 Desember 2017 | 03:40:09 WIB - Dilihat: 28, Diunduh: 9 Unduh
 

Produk Inovasi : Pelayanan Air Minum Hotel

Jenis Inovasi: Konseptual

Kelompok Inovator : BUMN / BUMD

Nama Instansi : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta

Unit Instansi : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta

Penggagas :

Kontak Person : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Jl. R.W. Monginsidi No.3, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55241

Sumber : - Hasil wawancara dengan Jajaran PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta - http://pdamkotajogja.co.id - http://www.republika.co.id

Teknik Validasi : Observasi

Tahun Inisiasi : 2016

Tahun Implementasi : 2016


Deskripsi

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tingkat II Yogyakarta Nomor 3 Tahun 1976 Tanggal 19 Juni 1976 tentang PDAM Tirtamarta Yogyakarta, yang selanjutnya diperbaharui  melalui Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 14 Tahun 2012 Tanggal 12 November 2012 tentang PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. PDAM Tirtamarta Yogyakarta didirikan untuk melaksanakan pembangunan daerah pada khususnya dan pembangunan ekonomi nasional pada umumnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bidang air minum yang memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya. Bidang usaha yang dilakukan diarahkan pada penyediaan air minum yang memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi masyarakat Kota Yogyakarta dan sekitarnya, serta mengembangkan kerjasama dalam penyediaan air minum dan jenis usaha lain dalam menunjang pembangunan ekonomi daerah.

Saat ini Kota Yogyakarta semakin marak dengan bertambahnya berbagai hotel yang hadir seiring berkembangnya bidang pariwisata dan jasa. Tetapi pembangunan hotel tersebut tidak sebanding dengan ketersediaan daerah resapan air yang mampu menambah air tanah secara alamiah. Kondisi tersebut membuat masyarakat menjadi khawatir terhadap dampak pada ketersediaan air bersih. Pemanfaatan air oleh hotel secara berlebihan  ditakutkan akan mempengaruhi debit air di sekitar lokasi  hotel  berdiri yang kebanyakan adalah pemukiman warga sehingga membawa dampak pada keringnya sumur ketika musim kemarau.

Melihat kondisi tersebut Pemerintah Kota Yogyakarta mengeluarkan kebijakan bahwa pada tahun 2016 semua hotel tidak boleh lagi mengambil air tanah dan harus menggunakan air yang disediakan oleh PDAM Tirtamarta. Kebijakan tersebut ditindaklanjuti oleh PDAM Tirtamarta dengan sebuah langkah inovasi dengan memberikan pelayanan air minum hotel di wilayah Kota Yogyakarta.

Dengan kebijakan tersebut, pembangunan hotel-hotel di wilayah Kota Yogyakarta menjadikan peluang bagi PDAM Tirtamarta dalam upaya meningkatkan pemakaian air. PDAM Tirtamarta harus menyediakan sumber air baku sebagai untuk pemakaian air minum perhotelan dengan didukung sarana dan prasarana yang memadai.

 

Detil Inovasi

 
 
Tidak ada data
 
Tidak ada data
 

Langkah awal yang diterapkan sebagai upaya antisipasi penggunaan air tanah yang berlebihan oleh hotel adalah dengan dikeluarkannya Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2014 tentang Penyediaan Air Baku Usaha Perhotelan di Kota Yogyakarta. Berdasarkan Peraturan Walikota tersebut bahwa mulai tahun 2016 semua hotel harus menggunakan air dari PDAM dan tidak boleh lagi mengambil air tanah. Pertimbangan utama yang dipergunakan adalah adanya keluhan masyarakat bahwa sumurnya menjadi kering karena beberapa hotel dalam operasionalisasinya mengambil air tanah. Secara umum kebijakan tersebut dikeluarkan untuk mengurangi penggunaan air tanah melalui pembuatan sumur dalam terutama oleh hotel. Kebijakan ini langsung mengikat untuk hotel baru, sedangkan untuk hotel lama mengikat pada proses perpanjangan izin gangguan (HO).

Implementasi kebijakan ini selain berdampak langsung terhadap usaha perhotelan di kota Yogyakarta, juga menjadi peluang bagi PDAM Tirtamarta untuk dapat memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan air baku bagi usaha perhotelan di Kota Yogyakarta. Kebijakan ini menjadi tantangan bagi PDAM Tirtamarta untuk dapat menyiapkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan air bagi perhotelan di Yogyakarta. PDAM Tirtamarta melakukan langkah inovasi dengan memberikan pelayanan air minum hotel di wilayah kota Yogyakarta.

Pelayanan air minum hotel ini harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya dengan melakukan pembesaran jaringan pipa sehingga air bisa mengalir. Selain itu juga melakukan peningkatan instalasi PDAM sehingga dapat menjangkau seluruh hotel di Yogyakarta. Setelah itu juga dilakukan sosialisasi agar seluruh pengusaha hotel dan masyarakat Kota Yogyakarta mengetahui hal ini sehingga dapat menunjang keberhasilan program

 

Pelayanan air minum hotel di wilayah kota Yogyakarta yang dilakukan oleh PDAM Tirtamarta dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut :

  1. Bagi masyarakat

Program pelayanan air minum PDAM Tirtamarta kepada hotel memberikan manfaat dengan terjaganya kualitas dan kuantitas air tanah di Kota Yogyakarta, hal ini dikarenakan hotel-hotel mengalihkan pemakaian air tanah dengan menggunakan air dari PDAM Tirtamarta. Kondisi tersebut dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap sumur-sumur yang menjadi kering ketika musim kemarau datang.

  1. Bagi hotel

Adanya ketentuan untuk menggunakan air PDAM akan mengurangi biaya operasional hotel. Penggunaan air tanah membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi karena biaya listrik yang besar dan penggunaan air tanah itu juga memerlukan perlakuan khusus. Selain itu manfaat lain yang diperoleh adalah terpenuhinya kebutuhan air minum bagi hotel di wilayah kota Yogyakarta. Hotel dapat menyediakan air bersih yang memenuhi standar kesehatan dan berkesinambungan, sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan kepuasan bagi  para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

  1. Bagi Pemerintah Daerah

Dengan semakin banyaknya hotel yang menggunakan air minum PDAM Tirtamarta, maka pendapatan yang diperoleh juga meningkat sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Yogyakarta.

 

Inovasi di bidang pelayanan air minum hotel di wilayah Kota Yogyakarta yang dilakukan PDAM Tirtamarta dapat direplikasi di daerah lain terutama yang mengalami kondisi dan permasalahan yang sama. Replikasi program ini dapat dilaksanakan dengan prasyarat seperti: komitmen kepala daerah dalam menjaga kualitas air di wilayahnya, dukungan payung hukum yang kuat baik berupa Perda maupun Peraturan Kepala Daerah, dukungan stakeholder terkait pelayanan air yang diberikan, serta kemauan yang tinggi dari jajaran Direksi dan seluruh karyawan PDAM untuk secara terus-menerus meningkatkan kinerja pelayanannya kepada masyarakat termasuk pengusaha perhotelan. Selain berbagai hal yang terkait komitmen dan dukungan dari seluruh elemen, perlu juga dipersiapkan mengenai kualitas, kuantitas dan kontinuitas maupun sarana prasarana yang memadai untuk pelayanan air minum hotel.

 

Inovasi Lainnya