Detail Inovasi


Penjaminan Kredit Daerah oleh Jamkrida Bali Mandara

Waktu Dibuat: Rabu, 6 Desember 2017 | 03:08:06 WIB - Dilihat: 111, Diunduh: 57 Unduh
 

Produk Inovasi : Penjaminan Kredit Daerah

Jenis Inovasi: Produk

Kelompok Inovator : BUMN / BUMD

Nama Instansi : Jamkrida Bali Mandara

Unit Instansi : Jamkrida Bali Mandara

Penggagas :

Kontak Person : PT Jamkrida Bali Mandara Jl. Teratai, Dangin Puri Kangin, Denpasar, Kota Denpasar, Bali 80233 Telp. 0361-224087 / 221798; Fax. 0361-265252; Email: jamkridabalimandara@gmail.com

Sumber : • Wawancara dengan Direktur Utama dan Direktur PT. Jamkrida Bali Mandara di Denpasar, tanggal 19 Oktober 2016 • Bahan paparan PT. Jamkrida Bali Mandara. • http://birohumas.baliprov.go.id/index.php/fasilitas/18/JAMKRIDA

Teknik Validasi : Observasi

Tahun Inisiasi :

Tahun Implementasi :


Deskripsi

PT Jamkrida Bali Mandara (selanjutnya ditulis Jamkrida) Provinsi Bali merupakan Jamkrida yang berdiri tahun 2010 dan nomor 2 di Indonesia setelah Jamkrida Provinsi Jawa Timur. Jamkrida Bali baru di launching bulan Juni 2011. Jamkrida berdiri karena banyaknya permasalahan usaha mikro kecil di Bali terkait dengan keterbatasan modal. Sasarannya lebih kepada pedagang kecil di pasar dan pengrajin Bali. Seiring dengan perkembangan yang ada, sasarannya pun semakin meluas.

Dasar hukum pendiriannya adalah Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2010 tentang Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Bali (PT. Jamkrida Bali Mandara).

Karena berada dalam wilayah Provinsi Bali, kepemilikan saham berada di seluruh pemerintah daerah Provinsi Bali dengan perincian Provinsi Bali, 1 Kota, dan 8 Kabupaten. Provinsi Bali memegang porsi terbesar. Kabupaten/kota disesuaikan dengan kemampuan PAD/APBDnya

Adapun sektor UMKM yang sudah mendapat penjaminan oleh Jamkrida adalah:

  1. Lembaga Keuangan: Koperasi, LPD, dan BPR.
  2. Sektor Perikanan: pembibitan, budidaya, dan pemasaran hasil-hasil perikanan.
  3. Sektor peternakan: budidaya (pembibitan dan penggemukan) sapi dan pengolahan hasil-hasil peternakan.
  4. Perdagangan: pedagang pasar tradisional, kelontong, hasil industri.
  5. Industri: kerajinan tangan.
  6. Jasa: kesehatan dan transportasi.

Adapun proses penjaminan dapat dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:

 

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, Jamkrida melakukan beberapa terobosan antara lain sebagai berikut:

  1. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Perbankan, Jamkrida telah menempatkan CGO (Credit Guarantee Officer) di masing-masing Kabupaten/Kota. Stimulus bagi CGO yang dapat bekerja maksimal adalah ada bonus yang besarannya melebihi gaji yang diumumkan setiap bulannya dalam Quality Meeting.
  2. Dalam menghadapi persaingan usaha Jamkrida telah meluncurkan produk baru yaitu Kontra Bank Garansi, Surety Bond dan Custom Bond (2016)
  3. Peluncuran Sistem Online ( SIPKO ) untuk meningkatkan kecepatan dalam pelaporan penjaminan dan fitur perhitungan IJP Otomatis. Sistem ini terintegrasi dengan sistem akuntansi secara internal.
  4. Untuk mempercepat proses aproval dari direksi, maka dibuatlah inovasi  Go Sign.  Dengan Go Sign ini memungkinkan penandatanganan persetujuan untuk penjaminan di bawah 100 juta secara langsung atau otomatis. Untuk penjaminan di atas 100 juta tetap menggunakan mekanisme yang sudah ada.

 

 

Detil Inovasi

 
 
Tidak ada data
 
Tidak ada data
 

Strategi yang dilakukan oleh PT Jamkrida Bali Mandara dalam Penjaminan Kredit Daerah Bali antara lain sebagai berikut:

  1. Jamkrida telah bekerjasama dengan berbagai lembaga keuangan Bank maupun Non Bank (Bank BPD Bali, BPR, SBV, Koperasi, BUMDES & LPD).
  2. Jamkrida dalam menjalankan operasionalnya selalu berpegang pada prinsip profesionalitas dan penerapan target baik individu maupun tim yang dinilai dengan metode KPI (Key Performance Indicator) sehingga aspek Kinerja Keuangan, Nilai Penjaminan dan NPG semakin meningkat dari tahun ke tahun.
  3. Pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien sehingga tercapai tingkat BOPO perusahaan yang sehat.
  4. Melakukan monitoring dan maintenance terjamin yang dijamin Jamkrida sehingga perkembangannya dapat terpantau dengan baik.
  5. Menerapkan operasional berbasis TI sehingga segala mekanisme operasional dapat dijalankan lebih efektif.

 

Dalam melaksanakan kegiatan yang cukup beresiko tersebut, tentu saja tidak semulus yang dibayangkan.Ada beberapa tantangan yang dihadapi Jamkrida. Tantangan tersebut antara lain:

  1. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan sehingga satu kali masa modal hanya dapat digunakan untuk 40 x penjaminan selama 6 tahun. Pengajuan tambahan modal sangat sulit karena anggaran berasal dari APBD pemerintah daerah.
  2. Sampai dengan saat ini, gedung masih sewa. Sudah dibangun gedung Jamkrida tetapi masih dalam proses. Pembangunan gedung juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
  3. Masih perlunya pelatihan yang dibina langsung oleh OJK, misalnya pelatihan manajemen resiko yang dirasa masih minim.
  4. Sinergitas antar daerah belum sepenuhnya tercapai. Terkadang masih diwarnai individual interesting dan ada kesan ego sektoral untuk mengembangkan daerahnya sendiri.

Tantangan Global yaitu dengan maraknya produk asing dengan harga lebih murah yang merambah Bali sehingga sedikit mempengaruhi pertumbuhan ekonomi terutama untuk kalangan pengrajin, misalnya untuk perlengkapan hotel (handuk, sikat gigi, sandal, dsb).

 

Melalui Program Penjaminan Kredit Daerah Bali ini, manfaat yang dirasakan antara lain:

  1. Bagi Bank Lain:
  1. Mitigasi Resiko yaitu Mengurangi Bobot Risiko Kredit sehingga Bank dapat menjaga CAR dan menyalurkan kredit lebih banyak dan Solusi kredit macet bagi perbankan.
  2. Substitusi Agunan artinya Sebagai Substitusi dan Pelengkap Agunan Kredit, penjaminan kredit menambah keyakinan bank dalam penyaluran kredit kepada perorangan dan UMKM.
  1. Bagi UMKM:
  1. Coverage resiko jiwa (meninggal dunia);
  2. Coverage Kekurangan Jaminan UMKM;
  3. Konsultasi Manajemen
  1. Bagi Jamkrida:
  1. Semakin banyaknya penjaminan yang dilakukan, semakin besar pendapatan yang dihasilkan sehingga pada akhirnya dapat menambah pendapatan Jamkrida dan akhirnya meningkatkan PAD provinsi Bali.
  2. Meningkatkan lapangan kerja bagi pegawai di Jamkrida itu sendiri maupun pegawai Jamkrida yang ditempatkan di masing-masing kabupaten kota.
  3. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah karena fungsi pemerintah lebih terlihat kepada masyarakat ekonomi kecil.
 

Inovasi Program Penjaminan Kredit Daerah Bali ini dapat direplikasi oleh Jamkrida lain dengan prasyarat antara lain:

  1. Adanya komitmen dari pemerintah provinsi yang dituangkan ke dalam Perda Provinsi yang dapat mengikat provinsi, kabupaten dan kota terutama dalam penyertaan saham.
  2. Adanya komitmen dan kemauan yang kuat dari pihak manajemen Jamkrida untuk bekerja keras melakukan pendekatan kepada pemda kabupaten kota di wilayahnya dan juga kepada bank/lembaga keuangan lain/perusahaan.
  3. Adanya usaha yang berkesinambungan dan prospektif ke depan di wilayahnya untuk mendapat bantuan penjaminan modal.
  4. Perlu didukung dengan kemajuan teknologi untuk alat kontrol yang lebih akurat.
 

Inovasi Lainnya