Detail Inovasi


Green Hospital Berbasis Kearifan Lokal RSUD Wates

Waktu Dibuat: Kamis, 24 Maret 2016 | 12:44:08 WIB - Dilihat: 714, Diunduh: 323 Unduh
 

Produk Inovasi : Pengelolaan RSUD Wates Dengan Konsep Tata Kelola Hijau Berdasarkan Kearifan Lokal Menuju Green Hospital

Jenis Inovasi: Konseptual

Kelompok Inovator : Provinsi / Kabupaten / Kota

Nama Instansi : Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Unit Instansi : Rumah Sakit Umum Daerah Wates

Penggagas : Drg. Lies Indriyati, M.Si

Kontak Person : Rumah Sakit Umum Daerah Wates Jl.Tentara Pelajar Km.1, No.5 Wates Kulon Progo DIY Telp (0274) 773169; Fax (0274) 773092 Email: rsud@kulonprogokab.go.id, grhasia@jogjaprov.go.id

Sumber : Dokumen Proyek Perubahan Diklatpim & Observasi

Teknik Validasi : Observasi

Tahun Inisiasi : 2014

Tahun Implementasi : 2014


Deskripsi

Konsep Green Hospital berbasis kearifan lokal di RSUD Wates terbukti dapat mengubah suasana rumah sakit yang terkesan ‘angker’ dan berbau obat menjadi rumah sakit yang ramah lingkungan dan bertujuan akhir mempercepat proses penyembuhan pasien

Pelayanan kesehatan dituntut untuk lebih memfokuskan pada kebutuhan pelanggan, sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang lebih baik, dan perkembangan teknologi. Rumah sakit sebagai salah satu unit pelaksana pelayanan kesehatan harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jasa pelayanan. Masyarakat sebagai pengguna layanan  memiliki emosional, suka keindahan dan kenyamanan serta mendambakan sentuhan perasaan terhadap layanan yang diberikan. Untuk itu layanan Rumah Sakit  harus dapat menjawab kebutuhan tersebut. Kondisi ideal tersebut belum sepenuhnya dapat diwujudkan oleh RSUD Wates dimana masih terdapat beberapa masalah seperti jumlah kematian  meningkat, indeks kepuasan masyarakat masih dibawah standar nasional, kedisiplinan dan kinerja pegawai belum merata dan pengembangan pelayanan spesialis/ subspesialis terhambat. Solusi atas tuntutan kebutuhan pelayanan dari pelanggan rumah sakit dan permasalahan yang ada yaitu pergeseran ke arah pelayanan paripurna serta berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit. Cara yang dilakukan adalah dengan tata kelola hijau berbasis kearifan lokal, yakni konsep yang berwawasan lingkungan yang memadu serasikan secara komprehensif antara pernyataan pengelolaan sanitasi rumah sakit berdasarkan Permenkes 1204 tahun 2004 dengan konsep Green Hospital yang diharapkan akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan rumah sakit dari 3 (tiga) dimensi mutu secara komprehensif.

Strategi untuk memperoleh kepuasan pelanggan rumahsakit yang dilakukan RSUD Wates adalah dengan memasukkan Konsep Green Hospital dengan tata kelola hijau berbasis kearifan lokal.  Hal ini dapat diwujudkan dengan kondisi 1) Outdoor (Program Tamanisasi); 2) Indoor (Backdrop Pemandangan alam Objek Wisata yang ada di Kulon progo, Backsound Suara Alam, Instrumen Musik Tradisional dan Musik Klasik serta Aroma Terapi, Backdrop Budaya sadar kesehatan sebagai wahana untuk pendidikan masyarakat); 3) Budaya (Membudayakan hand Higiene pada seluruh pegawai, pengunjung maupun pasien, Kawasan Tanpa Rokok, Hemat Energi dan Air, Peduli sampah); dan 4) Fisik bangunan (Bangunan berbasis Tata Kelola Hijau (Green Hospital), Pengelolaan Limbah, Daur Ulang, Higiena dan Sanitasi, CSSD dan Laundry).

Stakeholder yang terlibat menuju terwujudnya RSUD Wates sebagai Green Hospital adalah Sekda, Asda I, Bagian Hukum, Dinas Kesehatan, Dinas PU, KLH, Dinas Kebudayaan,Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Budparpora), RS Swasta, Pokja I, II, III, Media, Konsultan dan masyarakat/pelanggan.

 

Detil Inovasi

 
 

Faktor pendorong dari program Green Hospitalini adalah sebagai berikut:

  1. Adanya komitmen dan dukungan dari pimpinan, staff dan stakeholder rumah sakit;
  2. Beroperasionalnya instalasi sanitasi fokus dan mandiri;
  3. Tersedianya Perbup tentang Tata Kelola Hijau RS berbasis kearifan lokal;
  4. Berjalannya Sistem/ Pedoman/ Program Kerja Tata Kelola Hijau indoor;
  5. Berjalannya Sistem/ Pedoman/ Program Kerja Tata Kelola Hijau outdoor;
  6. Pelaksanaan masterplan melalui pembangunan pengembangan RSUD yang peroleh dukungan dari stakeholder.
 

Faktor penghambat keberhasilan program Green Hospital ini diantaranya:

  1. Biaya yang dibutuhkan sangat tinggi;
  2. Kesadaran Masyarakat terkait budaya hidup bersih dan sehat yang masih perlu ditingkatkan.
 

Tahapan program perubahan konsep Green Hospital ini melalui masa yang panjang dengan range waktu sebagaimana berikut:

  1. Melakukan perencanaan dan koordinasi dengan seluruh staff dan stakeholder untuk mewujudkan konsep;
  2. Melakukan Instalasi sanitasi aktif untuk mengendalikan faktor lingkungan yang menjadi mata rantai penularan penyakit;
  3. Penyusunan Perbup terkait Tata Kelola Hijau di RSUD Wates;
  4. Sosialisasi dan pelaksanaan Tata Kelola Hijau berbasis kearifan lokal;
  5. Penyusunan Masteplan RSUD Wates dengan Konsep TKH
  6. Perencanaan dan Perwujudan Gedung Medik Center dan bangsal dengan konsep Tata Kelola Hijau (TKH) (target selesai 2017)
  7. Pewujudan konsep Green Hospital (target selesai 2020)
 

Manfaat program Green Hospital ini antara lain:

1. Meningkatan kepuasan pelanggan;

2. Meningkatkan mutu pelayanan;

3. Manfaat bagi publik :

  1. Memberikan rasa segar, nyaman dan keindahan bagi pelanggan;
  2. Membantu kesembuhan pasien.

4. Mendukung program pariwisata dengan promosi dalam backdrop ruang pelayanan;

5. Mendukung slogan WHO : Healthy Hospital, Healthy Planet dan Healthy People.

Capaian program Green Hospital sesuai dengan strategi diantaranya sebagai berikut:

  1. Outdoor (tamanisasi, pengecatan RSUD dengan warna hijau, ada satgas anti merokok dan tulisan dilarang merokok hampir di segala penjuru rumah sakit)
  2. Indoor (gambar pemandangan alam sekaligus promosi wisata, musik tradisional di ruang tunggu)
  3. Budaya, terkait dengan budaya hand hiegene, berupa: (a) video lomba hand hiegene bagi seluruh hospitalia termasuk parkir, (b) Terkait Kawasan Tanpa Rokok terlampir beberapa peraturan Direktur, contoh komitmen berupa surat pernyataan, beberapa foto sebelum dan sesudah proyek perubahan dengan pemasangan poster, (c) terkait dengan bangunan fisik foto sebelum dan sesudah proyek perubahan, foto pembangunan gedung medik center (pelaksanaan Master Plan), pengelolaan limbah, hiegene dan sanitasi dengan MoU pengelolaan dengan pihak ketiga, dan SK pembentukan Kepala Instalasi CSSD dan Loundry.
 

Prasyarat agar program Green Hospital ini dapat direplikasi dengan baik antara lain:

  1. Komitmen para pemangku kepentingan diantaranya : Pemerintah Daerah, DPRD, Direksi RSUD, civitas hospitalia RSUD Wates dan masyarakat/pelanggan;
  2. Kejelasan lingkup Green hospital yang diinginkan agar dapat di wujudkan dalam masterplan pelayanan masyarakat;
  3. Ketersediaan anggaran yang cukup;
  4. Koordinasi dan komunikasi yang efektif.
 

Inovasi Lainnya