Detail Inovasi


Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas

Waktu Dibuat: Kamis, 24 Maret 2016 | 12:33:40 WIB - Dilihat: 1213, Diunduh: 483 Unduh
 

Produk Inovasi : Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Dengan Metode Kolaborasi Program Contra War (Contraceptive For Women At Risk) dan Sutera Emas (Surveilans Epidemiologi Terpadu Berbasis Masyarakat) di Kabupaten Malang

Jenis Inovasi: Metode

Kelompok Inovator : Provinsi / Kabupaten / Kota

Nama Instansi : Kabupaten Malang

Unit Instansi : Badan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Malang

Penggagas : Dr. Hadi Puspita

Kontak Person : Badan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Malang Jl.Trunojoyo No. 10, Kepanjen, Malang, Jawa Timur Telp (0341) 395294; Fax (0341) 365084 Email: piet.hadipuspita@yahoo.com

Sumber : Dokumen Proyek Perubahan Diklatpim & Observasi

Teknik Validasi : Observasi

Tahun Inisiasi : 2014

Tahun Implementasi : 2014


Deskripsi

Program percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak  dengan metode kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas yang di back up oleh Sumber Daya Manusia yang berkompetensi dan didukung oleh BKKBN.

Penerapan Sutera Emas untuk KB berawal dari tingginya angka kematian ibu pada 2013 yang mencapai 39 kasus. Kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas dilatar-belakangi oleh tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI dan AKB) di Kabupaten Malang. Di samping itu, program-program reguler di bidang keluarga berencana belum berdaya ungkit secara maksimal terhadap AKI dan AKB. Selama ini, kematian ibu di Kabupaten Malang sebanyak 80 persen disebabkan penyakit bawaan sebelum hamil  yang harus dicegah seperti TBC dan jantung. Untuk itu, masyarakat harus mau mendeteksi kasus di sekitarnya dan melaporkan secepat mungkin kepada tenaga kesehatan. Untuk meningkatkan cakupan Akseptor KB baru dari kelompok Wanita Usia Subur (Unmet Need) beresiko tinggi dilakukan proses penapisan reproduksi terhadap Wanita Usia Subur yang sedang menderita suatu penykit (menular, tidak menular atau bawaan) dan mempunyai faktor-faktor resiko terhadap kehamilan, serta pernah mempunyai riwayat kehamilan beresiko tinggi sebelumnya, yang dapat membahayakan proses kehamilan dan persalinan selanjutnya, dengan penggunaan kontrasepsi yang tepat selama masa penyembuhan penyakitnya sesuai rekomendasi dokter puskesmas dan dokter spesialis.

Tujuan Kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas tentu saja untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dengan mendeteksi terlebih dahulu penyakit bawaan sang ibu yang dapat membahayakan dirinya saat akan melahirkan. Selain itu diharapkan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi akseptor KB baru dari kelompok Wanita Usia Subur beresiko tinggi. Adapun manfaat yang diharapkan adalah  1) Meningkatkan kinerja Badan Keluarga Berencana sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Malang; 2) Memudahkan petugas untuk dapat mengetahui sasaran Unmet Need by name, by address dan by case, 3) Meningkatkan pemahaman petugas bahwa peningkatan cakupan akseptor KB baru seharusnya berbanding lurus dengan penurunan AKI dan AKB; 4) Mengurangi mindset ego sektoral dan ego program; 5) Merangsang semangat petugas untuk bekerja lebih inovatif dan lebih bertanggung jawab; 6) Memudahkan petugas dalam melakukan pendampingan terhadap akseptor KB dari kelompok Unmet Need dalam melaksanakan kehamilan terencana; 7) Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral; 8) Meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana bagi masyarakat; 9) Mempercepat rencana aksi Pemerintah Kabupaten Malang dalam pencapaian tujuan MDG’s.

Strategi yang dilakukan untuk proses implementasi program ini adalah 1) Pengoptimalan tenaga program keluarga berencana, 2) Perencanaan Program Keluarga Berencana, 3) Menentukan metode pelaksanaan yang tepat untuk pelaksanaan Program Keluarga Berencana, dan 4) Memperbaiki sarana dan prasarana program keluarga berencana. Untuk menjamin kelancaran program ini maka stakeholder perlu dilibatkan. Stakeholder yang terlibat dalam program ini adalah pimpinan daerah, sekretaris daerah kabupaten Malang, Jajaran pejabat dan staff Badan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Malang, pengendali petugas lapangan, petugas lapangan, Penyuluh pada Badan Keluarga Berencana, Bappeda, Dinas Kesehatan, RSUD Kanjuruhan, Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, district facilitator program AIPD AusAid, district facilitator program EMAS USAID dan Tim Sutera Emas.

 

Detil Inovasi

 
 

Faktor pendorong berhasilnya pelaksanaan kolaborasi program contra war dan sutera emas ini adalah

  1. Adanya keinginan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi;
  2. Adanya kemauan dari stakeholder terkait untuk melaksanakan kegiatan pada proyek perubahan;
  3. Adanya partisipasi dari akseptor KB dari kelompok Wanita Usia Subur;
  4. Adanya pelayanan kesehatan yang memadai dari fasilitas kesehatan;
  5. Tersusunnya Buku Panduan Program Contra War;
  6. Tersusunnya Buku Panduan Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas;
  7. Tersusunnya Buku Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Tim Medis RS & Dokter;
  8. Tersusunnya Buku Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Bidan, PPLKB, PKB dan PLKB;
  9. Tersusunnya Buku Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Kader KB;
  10. Penurunan AKI menjadi <70 / 100.000 Kelahiran Hidup pada akhir 2014;
  11. Penurunan kasus kematian ibu menjadi 75% pada akhir tahun 2014;
  12. Angka Kematian Bayi baru lahir dapat dipertahankan sebesar 4/1.000 kelahiran hidup pada akhir tahun 2014;
  13. Penurunan angka kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet Need) menjadi 9% pada akhir 2014;
  14. Terjadinya penurunan angka kematian ibu (AKI) menjadi <50 / 100.000 kelahiran hidup;
  15. Terjadinya penurunan angka kematian bayi (AKB) sebesar <4 /1.000 kelahiran hidup.
 

Faktor penghambat dari kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas adalah

  1. Kekurangan Jumlah petugas lapangan KB,
  2. Anggaran yang digunakan untuk pengembangan proyek perubahan Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Dengan Metoda Kolaborasi Program Contra War di Kabupaten Malang,
  3. Peningkatan cakupan peserta KB aktif belum berhasil menurunkan Angka Kebutuhan ber KB yang belum terlayani khususnya bagi WUS beresiko tinggi,
  4. Pemanfaatan sistem informasi berupa pendistribusian laptop dan modem di setiap kecamatan belum dimanfaatkan secara optimal.
  5. SDM di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit Bersalin, Bappeda dan KP3A terbatas,
  6. Belum adanya keterpaduan anggaran untuk kolaborasi Program Contra War – Sutera Emas di masing-masing SKPD,
  7. Sarana dan Prasarana di masing-masing SKPD belum dimanfaatkan untuk strategi percepatan pencapaian tujuan MDGs secara terpadu.
 

Tahapan utama yang dilakukan dalam kolaborasi program contra war dan sutera emas ini adalah:

  1. Terjalin dukungan pimpinan daerah dan stakehoder terkait untuk bersama sama melakukan kolaborasi;
  2. Penerbitan Terbitnya SK Bupati (Tim  Contra War  BKB Kab Malang);
  3. Penyusunan Buku Panduan Program Contra War, Panduan Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas, Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Tim Medis RS &Dokter, Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Bidan, PPLKB, PKB dan PLKB, Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Kader KB;
  4. Sosialisasi bagi anggota Tim Kolaborasi Program Contra War – Sutera Emas dan Pengurus PKK Kabupaten;
  5. Sosialisasi dan bimbingan teknis  bagi Kepala Puskesmas, Paramedis RSUD Kanjuruhan, PPLKB, PLKB, Bidan Desa dan Kader KB;
  6. Pembangunan sistem aplikasi Contra War;
  7. Pelaksanaan uji coba kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas di Kecamatan Kepanjen;
  8. Penyiapan sumber daya kolaborasi program Contra War – Sutera Emas di Badan Keluarga Berencana, RSUD Kanjuruhan, RSUD Lawang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang;
  9. Penyiapan anggaran pengembangan Kolaborasi Program Contra War – Sutera Emas;
  10. Monitoring, evaluasi dan penyempurnaan Kolaborasi Program Contra War – Sutera Emas secara periodik.
 

Kemanfaatan dari kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas ini adalah

  1. Meningkatkan dukungan stakeholder terhadap keberlangsungan kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas;
  2. Pemahaman kepada stakeholder mengenai manfaat Kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas;
  3. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral,
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana bagi masyarakat,
  5. Diperolehnya data wanita usia subur dari pasangan usia subur yang butuh ber KB tetapi belum terlayani yang sedang menderita penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit bawaan serta mempunyai riwayat faktor resiko tinggi kebidanan pada kehamilan dari server Sutera Emas Dinas Kesehatan;
  6. Diperolehnya data kegiatan surveilans yang berlangsung secara terus menerus 24 jam non stop serta pelaporannya berlangsung realtime (setiap saat);
  7. Update data akseptor aktif dan unmetneed lebih mudah dengan  program kesehatan by name, by address;
  8. Update data peserta KB Aktif dan unmetneed sangat mudah dan cepat dilakukan karena sudah tersedia guidance (pedoman) yang merupakan output data dari program Sutera Emas;
  9. Mempercepat rencana aksi Pemerintah Kabupaten Malang dalam pencapaian tujuan MDG’s.

Capaian kolaborasi program Contra War dan Sutera Emas adalah sebagai berikut:

  1. Adanya guidance yang mempermudah penemuan dan penatalaksanaan Wanita Usia Subur yang beresiko tinggi;
  2. Data by name by address WUS Risti dari server Contra War akan terkirim secara otomatis ke nomor-nomor HP PPLKB;
  3. Terminimalisirkannya kemungkinan  under dan double recording dalam pelaporan data Wanita Usia Subur beresiko tinggi;
  4. Peningkatan cakupan Akseptor KB baru dari kelompok Wanita Usia Subur (Unmet Need) beresiko tinggi
  5. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi akseptor KB baru dari kelompok Wanita Usia Subur beresiko tinggi (Unmet Need)
 

Program kolaborasi program contra war dan sutera emas dapat direplikasi dengan beberapa hal berikut ini

  1. Adanya dukungan dari pimpinan untuk pelaksanaan program;
  2. Adanya komitmen dari tim dan stakeholders;
  3. Kecukupan SDM di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit Bersalin;
  4. Penyiapan anggaran penyelenggaraan progran Contra War dan Sutera Emas;
  5. Penyesuaian Buku Panduan Program Contra War, Panduan Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas, Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Tim Medis RS &Dokter, Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Bidan, PPLKB, PKB dan PLKB, Pedoman Teknis Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Bagi Kader KB;
  6. Monitoring, evaluasi dan penyempurnaan Kolaborasi Program Contra War – Sutera Emas
 

Inovasi Lainnya