Detail Inovasi


Program Optimalisasi Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Kota Depok

Waktu Dibuat: Rabu, 23 Maret 2016 | 11:57:11 WIB - Dilihat: 640, Diunduh: 241 Unduh
 

Produk Inovasi : Optimalisasi Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan yang Berkeadilan Melalui Pola Komunikasi dan Sistem Pembelajaran Guna Meningkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat Kota Depok

Jenis Inovasi: Metode

Kelompok Inovator : Provinsi / Kabupaten / Kota

Nama Instansi : Kota Depok

Unit Instansi : Dinas Pendidikan Kota Depok

Penggagas : Ir. Herry Pansila Prabowo, M.Sc.

Kontak Person : Dinas Pendidikan Kota Depok Gedung DIBALEKA II Lantai 4, Jl. Margonda Raya No. 54 Depok, Jawa Barat Telp/ email: 0811909626; herry@depok.go.id

Sumber : Dokumen proyek perubahan Diklatpim & Observasi

Teknik Validasi : Observasi

Tahun Inisiasi : 2014

Tahun Implementasi : 2014


Deskripsi

Lulusan dari pendidikan kesetaraan baik Paket A/B/C, mempunyai hak dan kedudukan serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, untuk itu masyarakat perlu diberi pemahaman dengan cara yang tepat.

rogram optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan Kota Depok dilakukan dengan cara mempromosikan yang tepat dan menarik, serta pembiayaan penyelenggaraan ujian praktek  A/B/C yang ditanggung oleh pemerintah kota Depok. Optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan yang berkeadilan didasari  masih banyaknya masyarakat yang belum memahami bahwa pendidikan kesetaraan memiliki status yang sederajat dengan sekolah formal. Padahal lulusan dari pendidikan kesetaraan baik Paket A/B/C, mempunyai hak dan kedudukan yang sama dengan pendidikan formal lainnya, serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Khususnya di kota Depok yang pada tahun 2014, animo masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan sangat rendah, hal ini diakibatkan karena minimnya pemahaman masyarakat dan rendahnya aksesibilitas masyarakat terhadap keberadaan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Terbatasnya aksesibilitas masyarakat terhadap sarana prasarana penyelenggaraan pendidikan kesetaraan turut memberikan kontribusi rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembelajaran melalui program kejar paket A/B/C. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan strategi pola komunikasi melalui sosialisasi yang proaktif dan strategi sistem pembelajaran yang efektif.

Tujuan optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan ini adalah 1) Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan; 2) Pembuatan database peta penyebaran warga yang belum memiliki ijazah di tiap kecamatan; 3) Peningkatan citra institusi pendidikan kesetaraan melalui jaminan kualitas kinerja tutor, bahan ajar dan proses pembelajaran. Sedangkan Manfaat nya adalah agar dapat meningkatkan partisipasi aktif dan minat belajar masyarakat di luar usia sekolah untuk dapat mengikuti kesempatan belajar yang sama dan meningkatkan kualitas pendidikan baik pribadi maupun keluarga yang pada akhirnya dapat meningkatkan  derajat keluarga.

Strategi yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan optimalisasi ini adalah melalui sosialisasi kebijakan pendidikan kesetaraan dan optimalisasi peran stakeholder dengan teknik penyuluhan yang sebelumnya dilakukan promo yang tepat dengan kemasan spanduk, liflet, panduan dan pedoman yang menarik. Selain itu dilakukan pula pendataan warga belajar yang akan diikutsertakan dalam program pendidikan kesetaraan. Sedangkan pembiayaan ditanggung oleh pemerintah kota Depok. Untuk peningkatan kualitas pendidikan maka dilakukan pembinaan tutor terkait teknis kegiatan belajar masyarakat seperti membekali ketrampilan lifeskill. Secara teknis, sebelum dilaksanakan secara massif se-kota Depok, maka diperlukan pula sampling lokus yang tepat.

Kegiatan Optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan yang berkeadilan didukung oleh stakeholder yang peduli terhadap perbaikan kualitas pendidikan seperti: Forum Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), UPTD  Kecamatan  dan juga Sekolah (kepala sekolah dan guru) dan masyarakat. Selain itu untuk mendukung kesuksesan program ini, dilakukan koordinasi dengan pihak internal pemerintah kota Depok, serta pihak eksternal lain seperti Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Poltek Negeri Jakarta, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, DPRD Tingkat Kota, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota, Ketua Badan Kerjasama Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Depok, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Ketua Forum Kesatuan Pelajar Depok (FKPD), Ketua Kesatuan Pelajar Muslim Depok (KPMD), Media (cetak, online & elektronik), Komunitas Lingkar Pena.

 

Detil Inovasi

 
 

Faktor pendorong berhasilnya pelaksanaan Program optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan ini adalah

1. Penyebaran Informasi secara massif

Keterlibatan stakeholder dan masyarakat untuk berkomunikasi secara proaktif dan peduli terhadap lingkungan warganya, melalui penyuluhan informasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan untuk menghadapi masa depan keluarganya

2. Lokasi kegiatan belajar

Kedekatan lokasi belajar dengan domisili warga, dapat meningkatkan minat peserta warga untuk belajar, mengingat mayoritas usia warga sudah di atas usia sekolah dan umumnya kemauan untuk belajar, berbeda dengan siswa usia sekolah

3. Tutor

Kemampuan seorang tutor dalam berkomunikasi dan menyampaikan materi bahan ajar dapat mempengaruhi suasana kelas dan dapat membangkitkan motivasi peserta belajar untuk mampu belajar secara mandiri

4. Bahan Ajar

Materi yang diajarkan kepada peserta program kejar paket tentulah berbeda kemasannya dengan materi yang disampaikan kepada siswa usia sekolah. Penyempurnaan bahan ajar yang ringkas, padat dan informatif dapat meningkatkan daya serap dan tingkat pemahaman warga belajar, mengingat warga belajar sebagian besar sudah bekerja dan memiliki keterbatasan waktu dalam belajar

 

Faktor penghambat dari Program optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan adalah

  1. Minimnya informasi tentang program pendidikan kesetaraan yang diterima masyarakat;
  2. Minimnya kepedulian masyarakat sekitar terhadap warganya sendiri yang belum memiliki ijazah ataupun yang putus sekolah;
  3. Minimnya pemahaman tenaga pendidik terhadap pendidikan kesetaraan;
  4. Minimnya bahan ajar yang ringkas untuk akselerasi proses pembelajaran;

Alternatif solusi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah

  1. Penyiapan konten sosialisasi informasi yang ringkas dan mudah dipahami masyarakat umum;
  2. Penyuluhan penyadaran masyarakat yang berkesinambungan terhadap pentingnya pendidikan untuk meningkatkan strata sosial keluarganya;
  3. Sosialisasi kepada seluruh tenaga pendidik secara berjenjang dan bertahap tentang pendidikan kesetaraan;
  4. Optimalisasi peran serta para guru dan pengawas yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk menyusun bahan ajar yang ringkas bagi warga belajar.
 

Tahapan utama yang dilakukan dalam Program optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan ini adalah:

  1. Menyusun SK Tim sosialisasi. Tim Sosialisasi memiliki peran untuk menelusuri warga yang belum memiliki ijazah
  2. Mendisain dan mendelivery Media Kit untuk sosialisasi telah tersedia
  3. Menyusun Standar Formulir Isian Data rapat koordinasi bersama Forum PKBM
  4. Mengembangkan database warga belajar
  5. Menyusun Juknis Penerimaan Peserta Didik Warga Belajar Baru
  6. Penetapan daftar warga belajar, lokasi (SMAN 7 Tapos dan SDN Harjamukti 3 Cimanggis) dan tutor
  7. Menyusun SK Tutor Inti, Juknis Pembinaan Tutor
  8. Menyusun Kisi-kisi bahan ajar berbasis kurikulum 2013
 

Kemanfaatan dari Program optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan ini adalah

  1. Meningkatnya kualitas pendidikan baik pribadi maupun keluarga dengan adanya partisipasi aktif dan minat belajar masyarakat di luar usia sekolah untuk dapat mengikuti program kejar paket A/B/C
  2. Terjaminnya masa depan yang lebih jelas dengan adanya ijazah pendidikan kesetaraan untuk dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat digunakan untuk melamar pekerjaan

Capaian program optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan adalah sebagai berikut:

  1. Seluruh tahapan sudah selesai dilaksanakan meski dalam skala terbatas.
  2.  Telah dilakukan replikasi secara masif dalam lingkup kota Depok.
  3. Salah satu peserta UNPK (Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan) Paket C setara SMA/MA/SMK yang dilaksanakan pada tahun 2015 atas nama Mu’min Hilman Hawali, berhasil lulus SBMPTN 2015 diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  4. Ditambahkannya program keahlian sesuai dengan minat dan bakat dari peserta ajar yang disebut dengan program paket C+, dalam program ini peserta didik akan mendapatkan pelajaran tambahan pada SMK-SMK di Kota Depok yang sesuai dengan minat dan bakat dari peserta didik.
  5. Dinas Pendidikan Kota Depok juga sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan di Kota Depok terkait dengan dana CSR (corporate social responsibility).
 

Program optimalisasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan ini dapat direplikasi di semua dinas pendidikan Kabupaten Kota yang memiliki masalah putus sekolah, dengan beberapa hal berikut ini

  1. Adanya dukungan dari pimpinan untuk pelaksanaan program
  2. Adanya komitmen dari tim dan stakeholders
  3. Ketersediaan anggaran APBD untuk pelaksanaan pembelajaran program kejar paket A/B/C di sekolah negeri
  4. Ketersediaan guru (negeri, swasta) sebagai tutor paket A/B/C dan jam mengajar dapat diakui untuk memenuhi persyaratan sertifikasi guru
  5. Kepedulian masyarakat terhadap warga sekitar yang belum memiliki ijazah untuk didaftarkan pada sekolah negeri terdekat
 

Inovasi Lainnya