Detail Inovasi


Gerakan Rumah Pintar Petani Jawa Tengah

Waktu Dibuat: Rabu, 23 Maret 2016 | 11:38:45 WIB - Dilihat: 564, Diunduh: 431 Unduh
 

Produk Inovasi : Rumah Pintar Petani Mendukung Kedaulatan Pangan

Jenis Inovasi: Metode

Kelompok Inovator : Provinsi / Kabupaten / Kota

Nama Instansi : Provinsi Jawa Tengah

Unit Instansi : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah

Penggagas : Ir. Suryo Banendro, MP

Kontak Person : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Telp.(024) 6921010, Fax. (024) 621060 Website: http://dinpertantph.jatengprov.go.id

Sumber : Dokumen proyek perubahan Diklatpim & Observasi

Teknik Validasi : Observasi

Tahun Inisiasi : 2014

Tahun Implementasi : 2015


Deskripsi

Rumah Pintar Petani adalah suatu tempat yang berfungsi sebagai One Stop Service bagi petani dalam memenuhi semua kebutuhan petani untuk kegiatan budi daya.

Produktivitas tanaman pangan di Jawa Tengah menunjukkan adanya pelandaian bahkan berkecenderungan menurun. Petani sebagai pelaku utama usaha tani dalam kondisi yang lemah baik penguasaan teknologi budidaya dan posisi tawarnya. Adanya permasalahan manajemen pertanian dari hulu ke hilir menjadi penyebabnya, seperti (1) Menurunnya produktivitas tanaman pangan di Jawa Tengah, (2) Kurang terintegrasinya pelaksanaan program kegiatan antara Bidang-Bidang dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), dan (3) Kurang memadai-nya dukungan sarana prasarana dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Rumah Pintar Petani adalah suatu wadah yang berfungsi sebagai one stop service bagi petani dalam memenuhi semua kebutuhan petani terkait kegiatan budidaya, diantaranya permodalan, sarana produksi, informasi teknologi, kebutuhan akan pengairan, jasa alat mesin, prosesing dan pemasaran, disamping itu rumah pintar juga sebagai tempat musyawarah bagi petani dan stake holder nya. Penggagasan Rumah Pintar Petani ini bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan yang berkualitas melalui penanganan yang komprehensif dalam satu wadah pengelolaan yang terpadu, sehingga memberikan efisiensi dan manfaat bagi banyak pihak. Rumah Pintar Petani ini telah dilandasi dengan diterbitkannya Surat Keputusan Gubernur tentang Rumah Pintar Petani. Manfaat yang diharapkan saat gagasan ini akan dilaksanakan adalah 1) Meningkatnya produksi tanaman pangan; 2) Terjaminnya pasokan dan ketersediaan pangan bagi BKP dan BULOG; 3) Meningkatnya sumber pendapatan usahatani bagi petani. Strategi pelaksanaan program rumah pintar dilaksanakan dengan  cara 1) Mencari dukungan pimpinan daerah dengan cara meyakinkan bahwa program ini akan sangat bermanfaat; 2) menjalin kerja sama dengan dinas peternakan, ketahanan pangan (limbah ternak), Bakorluh, serta kolaborasi dengan swasta untuk penyuluhan serta mensubsidi benih, pupuk dan peralatan pertanian; 3) Menerapkan konsep pertanian modern yakni menggunakan mesin panen dan tanam; 4) Menyediakan lahan 100 hektar untuk ujicoba penanaman. Pelaksanaan proyek perubahan melibatkan stakeholder yang terdiri dari: Internal yaitu SKPD Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah dan SKPD non Dinpertan TPH serta dari Eksternal yaitu swasta dan masyarakat.

 

Detil Inovasi

 
 

Faktor kunci keberhasilan program Rumah Pintar Petani ini adalah

  1. Adanya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani;
  2. Diterbitkannya Surat Keputusan Gubernur tentang Rumah Pintar Petani (RPP);
  3. Adanya komitmen pimpinan dan dukungan stakeholder untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani;
  4. Adanya dukungan dari organisasi kelompok tani;
  5. Adanya bantuan benih dan mesin panen/tanam (traktor/ combine machine);
  6. Adanya pengelolaan sistem sewa terhadap mesin panen/tanam (traktor/ combine machine) sehingga kelompok tani lebih peduli dan kreatif terhadap bantuan yang telah diberikan.
 

Faktor penghambatnya keberhasilan pengimplementasian program ini adalah:

  1. Belum tersedianya anggaran secara khusus, sehingga pelaksanaan kegiatan kurang begitu lancar;
  2. Proses pelaksanaan ujicoba Rumah Pintar Petani (RPP) kurang lancar seperti  terkendala Musim Tanam/ Ketersediaan air irigasi.
 

Tahapan pelaksanaan Program Rumah Pintar Petani adalah 

  1. Membangun Tim Efektif untuk pengelolaan Rumah Pintar Petani dengan Kelompok Tani;
  2. Penyusunan draf SK Gubernur tentang Rumah Pintar Petani;
  3. Sosialisasi Gerakan Rumah Pintar Petani;
  4. Penerapan RPP di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Tegal;
  5. Sosialisasi SK Gubernur tentang Rumah Pintar Petani;
  6. Mereplikasikan kegiatan jangka pendek ke kabupaten lain, sehingga tiga tahun ke depan RPP sudah dilaksanakan di semua Kabupaten se Jawa Tengah;
  7. Menjadikan model Rumah Pintar Petani di Jawa Tengah sebagai model RPP di Indonesia dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan Nasional.
 

Manfaat program rumah pintar petani yang dapat dirasakan adalah:

  1. Meningkatnya produksi tanaman pangan (beras dari target 5,3 ton menjadi 10,6 ton, kedelai dari target 100 ribu ton menjadi 131 ton, Jagung dari target 3 juta ton menjadi 3,3 juta ton);
  2. Meningkatnya sinergitas bagi kelembagaan petani ( dikoordinasikan dengan dinas peternakan, dinas pertanian dengan badan koordinasi penyuluhan);
  3. Meningkatnya sumber pendapatan usaha tani bagi petani (hasil lebih cepat mutu panen membaik, menggunakan pupuk  limbah ternak);
  4. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan bagi petani (melalui penyuluhan dan penggunaan mesin tanam dan panen);
  5. Terjaminnya pasokan dan ketersediaan pangan bagi BKP dan BULOG;
  6. Termanfaatnya limbah biomassa pertanian untuk pakan ternak bagi Dinakkeswan (sebagai bagan pupuk organik);
  7. Efisiensi penggunaan air untuk budidaya bagi pengelolaan di Dinas PSDA;
  8. Terjaganya lingkungan pertanian yang sehat, utamanya yang terkait dengan emisi gas rumah kaca (GRK) bagi Badan Lingkungan Hidup;
  9. Penyuluhan semakin efektif bagi Sekretariat Bakorluh;
  10. Meningkatnya penyerapan dana untuk modal usaha di lembaga keuangan.

Capaian pelaksanaan Rumah Pintar Petani (RPP) di dua lokasi, yaitu Kelompok tani  (KT) Sejahtera, Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal dan KT Amanah Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Capaian secara umum adalah sebagai berikut

  1. Meningkatnya produktivitas antara 0,3 s/d 0,9 ton/ha sedangkan untuk komoditas Kedelai meningkat antara 0,1 s/d 0,15 ton/ha;
  2. Pemasaran hasil khususnya padi telah dilakukan MoU penjualan gabah (GKP) antara KT Margo Mulyo Sragen dengan PT Tiga Pilar;
  3. Mulai hidupnya kelembagaan petani yang ada, seperti: Koperasi tani, Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), Paguyuban petani pemakai air (P3A);
  4. Bertumbuh dan menguatnya usaha peternakan, Pengembangan Agensia hayati oleh wanita Tani (KT Sari Rejeki), Penangkaran benih padi (KT Sari Rejeki), Penangkaran benih Kedelai (KT Tani Makmur, Pati dan KT Mekartani, Purworejo).
 

Saat ini kegiatan RPP telah direplikasi ke 6 (enam) kabupaten pada 2 komoditas, yaitu 1) Komoditas Padi (KT Tani Manunggal, Desa Babadan, Kec. Karangdowo, Klaten; KT Dewi Sri, Desa Cimanggu, Kec. Cimanggu, Cilacap; KT Sari Rejeki, Desa Pulosari, Kec. Kebakkramat, Karanganyar; KT Margo Mulyo, Desa Blimbing, Kec. Sambirejo, Sragen); 2) Komoditas Kedelai (KT Tani Makmur, Desa Dadirejo, Kec. Margorejo, Pati; KT Mekar Tani, Desa Megulung lor, Kec. Pituruh, Purworejo). Program Rumah Pintar Petani sangat mungkin untuk diterapkan dan direplikasi dengan prasyarat:

  1. Adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah Pusat maupun Daerah mengingat telah diterbitkanya SK Gubernur Jateng Nomor 520/74 Tahun 2014, tentang Gerakan Rumah Pintar Petani dalam rangka mendukung Kedaulatan Pangan;
  2. Adanya dukungan aturan untuk menjamin keberlangsungan program (SK Gubernur, Pergub, Perprov);
  3. Adanya komitmen pimpinan dan stakeholder dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani serta dukungan dari organisasi Kelompok Tani;
  4. Pemerintah menempatkan diri sebagai fasilitator sehingga kelompok tani dapat kebih kreatif dalam mengelola RPP.
 

Inovasi Lainnya