Detail Inovasi


Pengubahan Mindset Masyarakat Dalam Pemanfaatan Tembakau

Waktu Dibuat: Kamis, 18 Februari 2016 | 10:12:34 WIB - Dilihat: 12831, Diunduh: 372 Unduh
 

Produk Inovasi : Pengembangan Prospek Tembakau Melalui Program Edukasi Guna Terwujudnya Tembakau Sebagai Heritage Bangsa

Jenis Inovasi: Sumber Daya Manusia

Kelompok Inovator : Provinsi / Kabupaten / Kota

Nama Instansi : Pemda Jember

Unit Instansi : UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau Jember Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur

Penggagas : Ir. Desak Nyoman Siksiawati, MMA

Kontak Person : Kontak implementator: UPT. Pengujian Sertifikasi Mutu Barang– Lembaga Tembakau JembeR Jl. Kalimantan No.1 Telp: (0331) 338396 Fax: (0331) 334825 Email: pengujianmututembakau@yahoo.co.id Website: tobaccoinformatiocenter.org

Sumber : Dokumen proyek perubahan Diklatpim & verifikasi Instrumen Direktori Inovasi lewat email

Teknik Validasi : Data Sekunder

Tahun Inisiasi : 2014

Tahun Implementasi : 2015


Deskripsi

Perkembangan pertembakauan di Indonesia mengalami pasang surut seiring dengan dinamika ekonomi sosial, perubahan lingkungan serta iklim dan teknoogi. Dimana secara garis besar tantangan terhadap Sistem Pertembakauan Indonesia berasal dari dalam dan luar negeri. Derasnya tantangan yang dihadapi masyarakat pertembakauan tercermin dari orientasi dan isu yang berkembang di masyarakat terkait aspek kesehatan lingkungan dan masyarakat. Elemen masyarakat antara lain LSM, parlemen, pemerhati kesehatan dan masyarakat serta instansi luar negeri menyerukan program anti tembakau telah menjadi fakta di lapangan yang harus dicermati. Perangkap persaingan antar industri dan hasil olahan tembakau disinyalir juga menjadi latar belakang tantangan dan ancaman itu hadir di masyarakat pertembakauan. Rekayasa sosial atas fakta ini menjadi rumit karena berkeliaran diantara maraknya kecenderungan tertentu, besarnya biaya mobilisasi sumber daya dan bahkan melembaga menjadi produk-produk regulasi.

"Strategi Pengembangan Prospek Tembakau Melalui Program Edukasi Guna Terwujudnya Tembakau sebagai Heritage Bangsa mempunyai peran dalam edukasi manfaat tembakau ke publik, merubah mindset negatif tembakau dan mempertahankan eksistensi tembakau sebagai warisan budaya bangsa."


Permasalahan yang terkait dengan pertembakauan pada saat ini yaitu belum ada aturan secara komprehensif antara lain mengenai: 1) perlindungan tembakau, budidaya dan pengembangan mutu tembakau; 2) penelitian dan pengembangan pertembakauan; 3) pemanfaatan produksi tembakau dan hasil tembakau; 4) pembinaan, kelembagaan, pengawasan dan pengendalian pertembakauan; 5) sistem informasi pertembakauan; dan 6) perlindungan dan pemberdayaan petani dan pelaku bisnis pertembakauan. Selama ini bila dilihat komoditi tembakau mendatangkan devisa negara yang sangat tinggi (no.2 setelah migas), selain itu juga tembakau sudah menjadi komoditi khas yang dibudidayakan masyarakat yang tidak mudah dialihkan oleh komoditi lain. Hal ini dikarenakan spesifikasi wilayah yang cocok hanya untuk tanaman tembakau juga karena tembakau sudah merupakan budaya yang tidak terpisahkan dari kehidupan petani tembakau secara turun temurun.
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat tembakau selain  sebagai bahan baku rokok menyebabkan opini negatif masyarakat Indonesia semakin lama semakin kuat. Padahal tembakau disamping mendatangkan devisa negara yang tinggi, juga selama ini dapat menjadi alternatif mengatasi pengangguran. Ketergantungan petani tembakau baik dari segi ekonomi, sosial dan budaya telah mendorong dilakukannya pemanfaatan atau diversifikasi tembakau untuk produk selain rokok yang bermanfaat bagi kehidupan, misalnya: untuk kesehatan, farmasi, kosmetik (parfum), pestisida nabati, pupuk, minyak atsiri serta dimungkinkan sebagai salah satu wisata agro yang sangat menarik dan menjanjikan untuk dikembangkan. Secara khusus bidang kesehatan tembakau dapat menghasilkan protein anti kanker bagi penderita kanker.
Selama ini manfaat tembakau sebagaimana diatas hanya diketahui sebagian kecil dan publikasi manfaat tembakau sangat tidak berimbang dibandingkan isu negatifnya. Sehingga publikasi mengenai hal itu dapat dilakukan melalui Program Strategi Pengembangan Prospek Tembakau Melalui Program Edukasi Guna Terwujudnya Tembakau sebagai Heritage Bangsa. Beberapa stakeholder yang berperan langsung dalam pelaksanaan program ini antara lain: Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, personil UPT PSMB-LT Jember, AWAI Jatim, Radio RRI Jember, PDII LIPI, UPN Veteran Surabaya, Inhouse Training dan Pelatihan Kalibrasi. Selain itu juga melibatkan stakeholder lain seperti: Badan Standardisasi nasional (BSN), Komite Akreditasi Nasional (KAN), Pusat Pengembangan Mutu Barang Ditjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian perdagangan, Pusat Dokumentasi dan Informasi (LIPI), lembaga Tembakau pusat, Indonesia Tobacco Association (ITA), Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Tim revitalisasi pertembakauan Jawa Timur, Tobacco Information Center (TIC), Akademisi dan Peneliti (Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Tri Tunggal Dewi), Balittas Malang, industri pertembakauan (PT. Gelora Jaya, Kpa TTN, PT. GMIT, PT Gudang Garam Tbk, PTTPN X) dan Eksportir tembakau.

 

Detil Inovasi

 
 

Faktor-faktor yang menjadi pendorong keberhasilan program ini, antara lain:

  1. Adanya komitmen pimpinan puncak dan seluruh jajarannya dalam memberikan infromasi manfaat positif kepada masyarakat.
  2. Adanya dukungan dari dinas terkait melalui perencanaan program pada tahun berikutnya.
 

Faktor penghambat dari pelaksanaan program ini adalah:

  1. Padatnya jadwal kegiatan kantor menyebabkan tim Proyek Perubahan menjadi sedikit kesulitan mengatur jadwal dalam mempublikasikan manfaat tembakau.
  2. Keterbatasan penelitian ilmiah tentang manfaat positif tembakau menyebabkan masih adanya isu-isu negatif tentang tembakau.
  3. Selama tahun 2015 masih belum ada pameran khusus tentang tembakau.
 

Tahapan yang dilakukan untuk melaksanakan program tersebut adalah

  1. Membentuk Tim efektif Proyek Perubahan
  2. Mencari dukungan dari stakeholder untuk mendukung Proyek Perubahan
  3. Mengadakan kegiatan Konsesus Standar Mutu Tembakau kepada stakeholder dalam rangka memberikan informasi tentang manfaat positif tembakau
  4. Melakukan publikasi manfaat positif tembakau melalui website tobaccoinformationcenter.org dan publikasi melalui perpustakaan dan museum
  5. Mengikuti salah satu even: pameran/eksibisi
  6. Melakukan publikasi dengan media elektronik dan media cetak tentang manfaat tembakau
  7. Kendala yang telah ditemukan memerlukan cara penyelesaian yang efektif
  8. Memberikan informasi secara berkala tentang manfaat tembakau melalui Tobacco Information Center
  9. Mengikuti even eksibisi tentang Pameran Tembakau
  10. Melakukan publikasi dengan media elektronik dan media cetak
  11. Meningkatkan kompetensi SDM untuk pengembangan laboratorium serta memberikan informasi tembakau melalui hasil uji yang akurat
  12. Melakukan diversifikasi produk selain rokok minimal dua produk
  13. Penambahan item dalam museum atau perpustakaan untuk edukasi publik
  14. Melakukan penelitian dan kerjasama dengan para pakar tembakau, agronom serta akademisi terkait dengan diversifikasi produk selain rokok untuk meningkatkan manfaat tembakau
  15. MoU dengan Dinas Pariwisata setempat minimal 3 Kabupaten/Kota
  16. Kerjasama dengan AWAI (Asosiasi Pengusaha dan Pengelolaan Wisata Agro Indonesia) yang memanfaatkan tembakau sebagai wisata agro
  17. MoU dengan salah satu Media TV atau Radio atau media elektronik lainnya
  18. Terbentuknya Green House khusus penelitian Tembakau
 

Manfaat yang telah dicapai dalam program ini adalah:
1. Peningkatan pemahaman positf tentang tembakau;
2. Perimbangan publikasi dan kesadaran masyarakat untuk menghargai potensi lokal yang menjadi heritage bangsa.

Capaian program yang telah berhasil dilaksanakan, antara lain:

  1. Memberikan informasi secara berkala tentang manfaat tembakau melalui Tobacco Information Center;
  2. Mengikuti even eksibisi tentang Pameran Tembakau;
  3. Melakukan publikasi dengan media elektronik dan media cetak;
  4. Meningkatkan kompetensi SDM untuk pengembangan laboratorium serta memberikan informasi tembakau melalui hasil uji yang akurat;
  5. Melakukan diversifikasi produk selain rokok minimal dua produk;
  6. Penambahan item dalam museum atau perpustakaan untuk edukasi publik;
  7. Peningkatan dukungan stakeholder;
  8. Melakukan penelitian dan kerjasama dengan para pakar tembakau, agronom serta akademisi terkait dengan diversifikasi produk selain rokok untuk meningkatkan manfaat tembakau;
  9. MoU dengan Dinas Pariwisata setempat minimal 3 Kabupaten/Kota;
  10. Kerjasama dengan AWAI (Asosiasi Pengusaha dan Pengelolaan Wisata Agro Indonesia) yang memanfaatkan tembakau sebagai wisata agro;
  11. MoU dengan salah satu Media TV atau Radio atau media elektronik lainnya;
  12. Terbentuknya Green House khusus penelitian Tembakau.
 

Prasyarat yang diperlukan jika program ini akan direplikasi antara lain:

  1. Komitmen pimpinan daerah dan jajaran untuk mendukung program ini dalam memberikan edukasi tentang kemanfaatan lain dari tembakau.
  2. Adanya dukungan dari berbagai stakeholder baik secara langsung maupun tidak langsung dalam publikasi manfaat lain dari tembakau
 

Inovasi Lainnya