E-DIREKTORI


Direktori Inovasi Administrasi Negara

e-Direktori Inovasi AN ini merupakan instrumen untuk menjaring inovasi administrasi negara secara lebih luas. Tujuannya adalah untuk menyediakan bank data (koleksi rujukan/ kebijakan/ pedoman/ model) inovasi bidang administrasi negara yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan inisiasi, imitasi dan replikasi inovasi.

Pengisian instrumen ini dilakukan oleh stakeholders yang telah berhasil melakukan inovasi. Stakeholders mencakup Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN/ BUMD, Swasta, LSM/ NGO, dan masyarakat.

Submit Inovasi Login
Displaying 41-50 of 200 results.
Kelompok Inovator Nama Instansi Nama Inovasi Deskripsi Jenis Inovasi
BUMN / BUMDPT Semen Indonesia (Persero) Tbk.Waste To Zero Semen Indonesia

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan BUMN yang bergerak di bidang persemenan dengan jangkauan dan pangsa pasar terbesar di Indonesia bahkan di tingkat Asia. PT Semen Indonesia merupakan BUMN pertama yang berstatus multi national corporation. Transformasi yang dilakukan tergolong tidak mudah. Semen Indonesia yang dahulunya bernama Semen Gresik banyak mengakuisisi perusahaan sejenis dan membangun pabrik semen baru untuk mengembangkan kapasitas produksi sebagai strategi menangkap tren peningkatan demand nasional yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dalam upaya meningkatkan kinerja Korporasi, dibentuklah Strategic Holding Company sebagai bahan dari transformasi korporasi dengan memetakan fungsi strategis dan operasional. Selain tersebut, Semen Indonesia juga meningkatkan efektifitas konsolidasi di lingkungan Semen Indonesia Group (SMIG) sebagai upaya meningkatkan soliditas operating company.

Sebagai salah satu wujud dari misi perusahaan yaitu “Mewujudkan tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan”, Semen Indonesia memiliki program inovatif sebagai pelaksanaan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

Waste to Zero merupakan salah satu upaya tanggung jawab sosial terkait Pengelolaan Lingkungan Hidup di Gresik yang nyaman dengan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain itu menjadi upaya pemanfaatan limbah sebagai bahan baku produk, limbah sebagai bahan bakar alternatif, dan sebagai upaya pengelolaan area bekas tambang. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kesadaran lingkungan hidup kepada masyarakat, sehingga masyarakat Gresik dapat memahami prinsip-prinsip ekologi dalam kehidupan sehari-hari untuk bersahabat dengan alam dan lingkungan. Program ini juga membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik dalam rangka tanggung jawabnya dalam pengelolaan sampah.

Peran Aktif Semen Indonesia membantu Pemerintah Kabupaten Gresik dikarenakan keprihatinan terkait pengelolaan sampah. Saat itu Pemerintah Kabupaten Gresik kesulitan dalam mengendalikan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik. Setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Gresik harus menyediakan tambahan lahan TPA seluas 2,2 Ha untuk menampung sampah kota 220 ton/hari, terakhir tahun 2012 perluasan 3 hektar dari sekitar 10 hektar lahan yang ada. Pengajuan dilakukan sekitar awal juni 2012 terkait penambahan lahan kepada Semen Indonesia. Permasalahan sampah tidak terlepas dari besarnya volume sampah, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas untuk pembuangan akhir seiring dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, dimana hal ini ditunjang pula oleh adanya teknis pengelolaan sampah yang masih konvensional, seperti sampah hanya ditumpuk ataupun dilandfill serta belum dapat dipasarkannya produk hasil sampingan sampah kota. Sebenarnya sampah berpotensi untuk menghasilkan gas Methana, yang jika dapat diolah menjadi gas padat cait (liquid) dapat membuat 1000 korek gas hanya dalam empat menit atu satu ons liquid ke tabung elpiji tiga kilogram. Potensi inilah yang dilihat Semen Indonesia untuk membantu pemerintah kabupaten Gresik. Dengan volume sampah yang masuk ke TPA Ngipik minmal 650 meter kubik dalam sehari, tentu ini sangat berlebih untuk menghasilkan  gas methana.

Terkait dengan itu Semen Indonesia melalui tim inovasi Zero Waste melakukan instalasi mesin Pengolahan Sampah Kota (Waste to Zero) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik Gresik Jawa Timur. Menempati area 20 x 80 meter, pada instalasi ini dibenamkan mesin pengolah sampah dengan merek HQ dari China. Desain kapasitas yang terpasang, oleh sang produsen, mesin ini diklaim mampu 'melahap' sampah sebanyak 6,6 ton per jam. Kendati begitu, selama tiga bulan terakhir, dimasa trial, mesin hanya di push selama delapan jam per hari dengan kapasitas 500 ton per jam. Kendati harus menggunakan mesin hal ini bisa dikatakan untuk pertama kali dilakukan. Dari hasil pengolahan sampah disini dapat digunakan sebagai energi alternatif untuk pengoperasian pabrik. Dari hasil uji laboratorium, kualitas bahan bakar alternatif dari material plastik ini bisa diandalkan. Panas kalori yang dihasilkan sebesar 4.545 per Kkal. Biaya investasi sebesar Rp 13,5 miliar untuk proyek ini dapat terganti jika pengiriman sudah bisa dimulai dan mesin sudah di push mendekati desain kapasitas karena sampah yang dijadikan sebagai sumberdaya sangat berlimpah.

Waste to Zero mendukung program efisiensi industri pemakai batu bara, minyak dengan energy terbarukan bisa digantikan dengan pengelolaan sampah kota “Municipal Solid Waste” (MSW) menjadi RFD (Refuse Derived Fuel) serta bagi Semen Indonesia bisa mengangkat upaya industrinya sebagai green industry serta konservasi sumber daya dan upaya penyelamatan lingkungan akibat penimbulan sampah kota yang menumpuk di TPA dan dibiarkan begitu saja.

Peresmian pengoperasian pengelolaan sampah dengan menggunakan mesin khusus tersebut  dilakukan pada 15 September 2014 oleh Direktur Utama Semen Indonesia Ir Suparni. Akan tetapi pembangunan instalasi mulai dilakukan pada 7 Agustus 2013 dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Direktur Utama Semen Indonesia sebelumnya Dwi Soetjipto.

Hubungan
BUMN / BUMDPT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.Wirausaha Muda Mandiri

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, 4 (empat) bank pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini. Bank Mandiri meneruskan tradisi selama ini untuk memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

Salah satu peran Bank Mandiri dalam mengembangkan perekonomian di Indonesia adalah melalui program Wirausaha Muda Mandiri. Program ini dikembangkan sebagai wujud kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan ekonomi Bangsa Indonesia yang diarahkan pada generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Generasi muda di Indonesia mempunyai potensi dari sisi kualitas dan kuantitas sehingga jika bisa didampingi ke arah yang positif maka akan menjadi sumber daya yang luar biasa bagi perkembangan Bangsa Indonesia.

Latar belakang pelaksanaan program Wirausaha Muda Mandiri adalah adanya keprihatinan dari Bank Mandiri terhadap jumlah penggangguran yang berasal dari kalangan anak muda. Seharusnya kaum muda menjadi motor penggerak roda Bangsa, tetapi di satu sisi karena kesulitan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga membuka ruang bagi munculnya pengangguran. Maka tujuan dari program Wirausaha Muda Mandiri adalah untuk mengubah pola piker kaum muda agar mau melakukan kegiatan kewirausahaan, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan kerja.

Semakin banyak wirausahawan yang diciptakan maka semakin cepat untuk mewujudkan Bangsa Indonesia menjadi negara maju. Dengan peningkatan jumlah wirausahawan maka sektor bisnis akan semakin bergerak dan akan menjadi motor utama dalam dinamika perekonomian bangsa. Oleh karena itu, perlu juga diciptakan suatu sistem yang mendukung bagi terciptanya wirausahawan baru di Indonesia.

Melalui program Wirausaha Muda Mandiri yang dimulai sejak tahun 2007, Bank Mandiri mengajak generasi muda Indonesia menjadi generasi yang mandiri, yaitu generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja yang tangguh dan mampu bersaing di dunia internasional. Program Wirausaha Muda Mandiri juga memberikan suatu bentuk apresiasi kepada peserta yaitu sebuah penghargaan. Penghargaan ini bertujuan untuk memberikan apreasiasi kepada kaum muda yang telah berwirausaha dan menjadikan wirausaha muda sebagai ikon generasi muda yang sukses.

Sumber Daya Manusia
BUMN / BUMDPerumda Aneka Usaha Kulon ProgoDiversifikasi Usaha Perumda Aneka Usaha Kulon Progo

Perumda Aneka Usaha Kulon Progo merupakan perusahaan daerah yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, selain PT Selo Adikarto, PDAM Tirta Binangun, dan PD BPR Bank Pasar. Pembentukan perusahaan daerah ini berdasarkan dasar hukum Perda No. 6 Tahun 2003 tanggal 11 April 2013 tentang Perusahaan Umum Daerah “Aneka Usaha Kulon Progo” yang kemudian dirubah dengan Perda No. 3 Tahun 2009 tanggal 28 Februari 2009 tentang Perubahan Atas Perda No. 6 Tahun 2003 tentang Perusahaan Umum Daerah “Aneka Usaha Kulon Progo”. Visi yang diemban Perumda Aneka Usaha adalah “Menjadi Perusahaan Yang Mandiri, Profesional, dan Berdaya Saing Nasional”. Berdasarkan visi tersebut, Perumda Aneka Usaha mempunyai tujuan untuk turut serta mengembangkan kegiatan perekonomian daerah guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai salah satu perusahaan daerah, maka Perumda Aneka Usaha dituntut untuk berperan dalam meningkatkan perekonomian daerah. Usaha yang dilakukan juga harus berorientasi pada usaha pelayanan yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, serta tetap dapat memperoleh keuntungan. Untuk mencapai hal tersebut, Perumda Aneka Usaha harus dapat mengelola perusahaan secara efektif dan efisien sehingga dapat mencapai optimalisasi kinerja. Selain itu juga agar mampu bersaing secara sehat dengan perusahaan nasional ataupun sektor swasta yang melakukan usaha di Kulon Progo.

Saat ini Perumda Aneka Usaha memiliki 4 (empat) unit usaha yaitu : unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 44.556.02 Wates, unit perbengkelan, unit perdagangan umum dan unit ekonomi kreatif. Awalnya, Perumda Aneka Usaha memulai usaha bisnis dengan membeli dan merenovasi total SPBU yang saat itu sedang terbengkalai pengelolaannya. Pemkab Kulon Progo saat itu mempunyai inisiatif tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan BBM di masyarakat. Pada tahap awal, Pemkab hanya menyewa SPBU tersebut kemudian membelinya pada tahun 2008.

Perumda Aneka Usaha dalam mengelola semua jenis usaha memerlukan suatu inovasi sebagai upaya agar bisa memenuhi tuntutan masyarakat dibalik persaingan bisnis yang mulai berjalan di Kulon Progo. Apalagi adanya realisasi pembangunan bandara baru di Kulon Progo yang akan diiringi dengan terbukanya peluang usaha yang beragam. Dengan adanya bandara baru tersebut, akan menggerakkan perekonomian dari hal-hal yang kecil hingga besar. Oleh karena itu, Perumda Aneka Usaha harus siap menangkap berbagai peluang tersebut dengan terus mengembangkan inovasi dalam melakukan usaha.

Metode
BUMN / BUMDPD BPR Bank Jogja Inovasi Memuat Budaya Lokal oleh Bank Jogja

PD BPR Bank Jogja (yang selanjutnya ditulis Bank Jogja) semula bernama PD BPR Bank Pasar Kotamadya Yogyakarta berdiri pada tanggal 12 Mei 1961 di bawah naungan Kantor Dinas Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sekarang, Bank Jogja telah berdiri sendiri sebagai suatu SKPD. Bank Jogja mengusung Visi Menjadi BPR Terbaik dan Terpercaya Pilihan Masyarakat. Adapun misi yang dijalankannya adalah:

  1. Melakukan kegiatan perbankan terbaik dengan mengutamakan usaha mikro kecil dan menengah
  2. Memberikan pelayanan yang melampaui kepuasan nasabah melalui jaringan pelayanan yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional
  3. Memberikan manfaat yang optimal dan berkesinambungan kepada pemilik, pengelola, nasabah, dan masyarakat.

Bank Jogja ini dibina langsung oleh Walikota Yogyakarta dan diawasi oleh dewan pengawas yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta.

Sejalan dengan perkembangan dunia perbankan, Bank Jogja menciptakan banyak produk berupa Tabungan, Deposito Istimewa, dan Kredit. Jenis tabungan yang ditawarkan terdiri dari Tabungan STAR, Tabungan Istimewa, Tabungan Tugu, Tabungan SINAR, Tabungan Arisan GAUL, dan Tabungan SIMPEL. Adapun Kredit yang ditawarkan terdiri dari Kredit UMKM, Krediit Pasar, Kredit Pegawai, Kredit Griya Bank Jogja dan Kredit MAKKAH.

Keseluruh produk Bank Jogja tersebut tidak lepas dari inovasi yang dikembangkan yang berbasis budaya lokal.

Direktori ini mengangkat Inovasi yang Memuat Budaya Lokal di Bank Jogja. Inovasi ini diinisiasi pada tahun 2015. Inovasi ini lahir untuk mendukung Jogja Istimewa. Semboyan Jogja Istimewa itu sendiri terdiri dari tiga lensa yaitu Komersialisasi, Kebudayaan, dan Fantasi Kejayaan.

Berkaca dari hal tersebut, Bank Jogja ingin membuat produk yang sesuai dengan budaya lokal. Bank Jogja berusaha lebih dekat dengan masyarakat. Bank Jogja mengutamakan program yang lebih memberdayakan masyarakat menengah ke bawah, usaha mikro kecil dan menengah.

Salah satu program yang dilakukan bekerja sama dengan Camat, Kapolsek dan Danramil adalah pengecatan pos ronda di Kecamatan Wirobrajan.

Pada bulan Ramadhan Bank Jogja hadir di tengah masyarakat di masjid setiap kecamatan pada hari Jumat untuk melakukan buka puasa bersama.

Pada hari Kamis Pahing, pelayanan di Bank Jogja menggunakan baju Surjan dan Gagrak. Hal ini dilakukan agar budaya asli Jogja tidak dilupakan dan terjaga kelestariannya.

Selain itu, produk ditawarkan adalah Tabungan Arisan Gaul (Gebyar Arisan Undian Langsung),  tabungan ini melihat kebiasaan warga masyarakat Jogja.

Konseptual
BUMN / BUMDPT Bank Pembangunan Daerah DIY Kredit Angkringan Bank BPD DIY

PT Bank Pembangunan Daerah DIY (yang selanjutnya ditulis BPD DIY) yang berdiri sejak 15 Desember 1961. Tujuan pendirian BPD DIY adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di segala bidang. Fokus pemasaran lebih kepada usaha mikro kecil. Secara kelembagaan, seluruh BPD di Indonesia hampir sama karena diatur dengan Undang-Undang.

Sejalan dengan dinamika pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Bank Daerah pun perlu melakukan pembenahan di segala sektor. Pada 26 Mei 2015, BPD DIY melakukan transformasi kelembagaan dan bisnis. Dengan mengusung slogan “Kita Berkembang Bersama”, BPD harus menjadi bank berdaya saing tinggi yang diwujudkan dalam permodalan yang kuat.

BPD DIY pun telah beranjak dari Bank Buku I (tidak bisa memiliki produk yang beraneka ragam) menjadi Bank Buku II. Dalam Bank Buku II ini, BPD DIY diminta untuk mengembangkan variasi pelayanan. Peran BPD DIY dalam Bank Buku II yaitu memperkuat daya saing, memperkuat cakupan layanan, dan agent of development.

Dalam perluasan pangsa pasar ini, BPD DIY mengembangkan Kredit Mikro Makarya, Kredit Angkringan, Kredit Mikro Makarti. Direktori ini lebih menitikberatkan pembahasan kepada Kredit Angkringan yang dilaksanakan BPD DIY.

Kredit Angkringan diluncurkan sejak 29 Maret 2010. "Angkringan" atau Angsuran Kredit Ringan, merupakan skim kredit terbaru BPD DIY yang diluncurkan kepada masyarakat di DIY, sebagai aktualisasi dari misi BPD DIY sebagai Bank Umum milik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/ Kabupaten se-Provinsi DIY yaitu menyediakan jasa-jasa perbankan yang dibutuhkan masyarakat khususnya di Provinsi DIY terutama kredit skala kecil dan menengah. Kredit yang khusus ditujukan kepada para pedagang kecil keliling, seperti pedagang bakso, mie ayam, rujak, dawet, sayuran dan pedagang keliling lainnya, juga kepada pedagang yang menetap di suatu tempat seperti di lokasi obyek wisata dan terminal seperti pedagang souvenir, pedagang makanan, angkringan dll dengan persyaratan mudah, proses cepat dan bunga sangat rendah, kini mulai banyak diminati. Hal ini terbukti baru kurang dari empat bulan telah dinikmati lebih dari 270 nasabah (kurang lebih bulan Juli 2010).

Produk
BUMN / BUMDPT Transjakarta Layanan Transjakarta Gratis

Semua orang pasti paham kalau Ibu Kota Jakarta sudah identik dengan kemacetan dan keruwetan lalu lintas. Salah satu faktor yang mengakibatkan kenaikan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta tidak seimbang dengan lambatnya penambahan ruas jalan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi masalah kemacetan adalah munculnya layanan bus transjakarta.

Layanan bus transjakarta yang memiliki akses khusus melalui pembuatan jalur busway ternyata masih belum mampu menarik minat pengguna kendaraan pribadi. Belum ada penurunan jumlah pengguna kendaraan tersebut di sekitar Jakarta meskipun bus transjakarta telah digratiskan bagi kaum lansia

Tidak tertariknya minat masyarakat Jakarta dalam menggunakan fasilitas busway  membuat Pemerintah Provinsi DKI turun tangan. Hal ini dibuktikan dengan memperluas jangkauan layanan gratis bus transjakarta dengan munculnya Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2016 tentang Pelayanan Transjakarta Gratis dan Bus Gratis bagi Masyarakat. Dalam Pergub tersebut dijelaskan tentang penambahan cakupan pengguna yang dapat menikmati layanan gratis bus transjakarta.

Pengurusan pengguna dalam menikmati layanan gratis bus tersebut sangat mudah dilakukan. Masyarakat harus memiliki JakCard Combo Bank DKI yang digunakan untuk akses masuk ke halte bus transjakarta. Kartu tersebut juga bisa diperoleh melalui PT Transjakarta yang mengintegrasi layanan dengan Bank DKI.

Langkah yang diambil oleh Pemprov  Jakarta untuk meningkatkan pengguna bus transjakarta memang masih baru berjalan pada tahun ini dan belum kelihatan dampaknya. Dengan adanya layanan gratis tersebut, maka dapat diketahui tipe penumpang yang telah menggunakan bus transjakarta baik dari PNS sampai kepada orang lanjut usia.

Produk
BUMN / BUMDPDAM Tirta Bumi Sentosa KebumenMbakyu Sarinem PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen

PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen merupakan perusahaan milik daerah yang bergerak di bidang penyedia air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kebumen. PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Makna pelayanan bagi PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen merupakan sebuah usaha untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kabupaten Kebumen secara optimal. Hal ini sesuai dengan peraturan yang berlaku (PP No. 16 Tahun 2005 dan Permenkes No. 907/2002), maka produk air minum yang diberikan harus meliputi unsur kualitas, kuantitas dan kontinuitas sebagai persyaratan yang harus dipenuhi.  Selain itu, PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen juga senantiasa berusaha selalu cepat tanggap terhadap berbagai keluhan dan membina hubungan yang baik dengan pelanggan.

PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen berusaha terus melakukan inovasi dalam menunjang kinerja yang dilakukan, salah satu inovasi tersebut adalah Mbakyu Sarinem (Mbayar Banyu Sakdurunge Tanggal Enem). Mbakyu Sarinem merupakan program inovasi unggulan PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen yang diluncurkan pada akhir Juni 2016 untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Inovasi tersebut dimaksudkan bahwa bagi setiap pelanggan yang membayar rekening air sebelum tanggal 6 (enam) setiap bulannya diberi kesempatan untuk mendapatkan hadiah menarik yang diundi secara berkala pada Bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.

Program Mbakyu Sarinem awalnya diinisiasi pada Bulan Maret 2016 oleh manajamen PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen sebagai upaya untuk mengatasi perilaku pelanggan yang membayar di akhir batas pembayaran (tanggal 19-20). Program Mbakyu Sarinem mulai dirumuskan serta dikaji pada Bulan Maret – Mei 2016 dengan pembentukan tim, penyusunan draft kegiatan, pengumpulan data, pembuatan banner dan brosur informasi program. Pada Bulan Juni 2016 program Mbakyu Sarinem secara resmi diluncurkan dan secara otomatis bagi pelanggan yang membayar tagihan rekening air sebelum tanggal 6 (enam) mendapatkan kesempatan mendapat hadiah menarik.

Munculnya inovasi program Mbakyu Sarinem terutama dilatarbelakangi oleh kebiasaan keterlambatan dari pelanggan yang membayar rekening air pada setiap akhir batas pembayaran setiap bulannya. Hal tersebut mengakibatkan tingkat pembayaran rekening air pelanggan yang menunggak masih tinggi setiap bulannya (setelah tanggal 20). Selain itu, juga masih terdapat kurangnya kesadaran dari para pelanggan untuk membayar rekening air tepat waktu walaupun pelanggan sudah diberikan pemberitahuan dari PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen.

Program Mbakyu Sarinem ditujukan untuk mencapai peningkatan efektifitas penagihan rekening air setiap bulannya. Selain itu, pelanggan yang menunggak menjadi tertarik untuk membayar secara tepat waktu karena adanya kesempatan mendapatkan undian hadiah yang menarik. Di sisi lain juga untuk memberikan edukasi kepada semua pelanggan untuk membayar secara tertib dan tepat waktu.

Metode
BUMN / BUMDPemerintah Kota SemarangMobil Laboratorium Keliling PDAM Tirta Moedal Kota Semarang

PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Moedal merupakan badan usaha milik daerah yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang. Sebagai badan usaha milik daerah. PDAM Tirta Moedal mempunyai tugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kota Semarang dengan menyediakan air minum yang mempunyai kualitas, kontinuitas dan kuantitas yang baik. Pelayanan air minum yang diberikan juga harus memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010.

PDAM Tirta Moedal Kota Semarang sebagai PDAM Kota Metropolitan mempunyai pelanggan sebanyak 164.478 yang selalu membutuhkan pelayanan berkualitas. Dengan jumlah pelanggan sejumlah itu,  PDAM Tirta Moedal bertekad untuk selalu dapat meningkatkan pelayanan dengan semangat "Satukan Tekat Mewujudkan Pelayanan Prima"  sehingga dapat mewujudkan visi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang yaitu "Menjadi Penyedia Air Minum Pilihan Masyarakat dan Terbaik di Indonesia".

Berbagai inovasi terus dilakukan oleh PDAM Tirta Moedal dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan di Kota Semarang. Inovasi Payment Point Online Bank (PPOB) tagihan rekening air minum sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2011 agar pembayaran oleh pelanggan dapat mudah dilakukan, kapan dan dimana saja. Kemudian, terdapat mobil laboratorium keliling untuk memudahkan penanganan pengaduan pelanggan terhadap kualitas air. Terdapat pula nomor pengaduan terpusat (call center) untuk layanan pengaduan atau keluhan pelanggan. Ada juga pembentukan jejaring Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) untuk jejaring komunikasi yang luas dan terkoordinir.

Selain itu, juga ada marketing day untuk melaksanakan pelayanan sambung baru dengan turun langsung ke pelanggan (door to door). Untuk mengolah kebutuhan air bersih di daerah bencana juga telah dikembangkan IPA Mobil Kapasitas 2,5 l/dt. SMS Gateway juga telah beroperasi untuk memudahkan pelanggan mengetahu informasi taguhan dan kebocoran. GPS Tracker sejak tahun 2015 mulai diberlakukan untuk mempermudah armada yang terdekat dengan kebocoran sehingga persentase kebocoran dapat diminimalkan dengan penanganan yang cepat. Dan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, maka pelayanan juga telah dapat melalui sosial media (website, twitter, facebook).

Melihat berbagai inovasi di atas, Mobil laboratorium keliling merupakan salah satu inovasi yang dapat meningkatkan pelayanan dan memudahkan penanganan pengaduan pelanggan terhadap kualitas air. Mobil ini diluncurkan untuk mendukung pelayanan pengaduan yang akan berkeliling di Kota Semarang mendatangi lokasi pelanggan. Mobil laboratorium keliling ini juga diproyeksikan untuk kegiatan sampling air ke pelanggan, dimana secara periodik dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Inisiatif atas gagasan mobil laboratorium keliling ini berasal dari Bagian Produksi I pada tahun 2015, sedangkan mobil ini secara resmi diberlakukan pada bulan Oktober 2015. Inovasi mobil laboratorium keliling ini muncul terkait dengan proses pelayanan pengaduan dari pelanggan terhadap kualitas air yang keruh/tidak jernih. Sebelumnya, pelanggan yang akan memberikan pengaduan terhadap kualitas air harus datang langsung ke PDAM Tirta Moedal dan proses penyelesaian permasalahan yang diadukan juga tidak bisa dilakukan pada hari itu juga. Maka diharapkan dengan adanya mobil ini, pelayanan terhadap pengaduan kualitas air oleh pelanggan dapat ditangani dengan cepat dan tanggap.

Metode
BUMN / BUMDPD Kota BandungMobil Pembersih Jalan Kota Bandung

PD (Perusahaan Daerah) Kebersihan lahir sejak tahun 1985 yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Bandung yang bergerak di bidang jasa kebersihan. PD Kebersihan adalah perusahaan daerah pertama yang sekaligus menjadi pilot project di Indonesia dalam hal penanganan dan pengelolaan kebersihan oleh pemerintah daerah. PD Kebersihan ini didirikan dengan tugas menyelenggarakan pelayanan jasa di bidang persampahan untuk mewujudkan kota Bandung yang bersih, dimana kegiatannya meliputi : penyapuan jalan, pengumpulan dan pemindahan, pengolahan, pengangkutan, dan pemrosesan akhir sampah. PD Kebersihan juga melaksanakan penugasan pemerintah daerah di bidang pengelolaan sampah dalam rangka memberikan pelayanan kebersihan kepada masyarakat dan memberikan kontribusi kepada pendapatan asli daerah (PAD). PAD dilakukan dengan menggali sumber pendapatan daerah dengan cara memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif menangani permasalahan kebersihan, melalui dukungan dana lewat pembayaran jasa pelayanan kebersihan.

Kondisi sampah masyarakat Kota Bandung saat menurut Final Report JICA Tahun 2010, diproyeksikan sebesar 1.549 ton/hari dengan jumlah penduduk pada tahun 2014 sebanyak 2.748.732 dan sampah yang terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir sampah (TPA) sebesar ± 1100 ton/hari, dengan komposisi sampah organik sebesar 57% dan anorganik sebesar 43% (www.pdkebersihan.bandung.go.id). Oleh karena itu dibutuhkan ide, gagasan dan langkah terobosan berupa inovasi dalam mengelola sampah di Kota Bandung.

PD Kebersihan telah melakukan beberapa inovasi, seperti : bank sampah, pengomposan, biodigester, biokonversi dengan maggot dan lain sebagainya agar sampah yang di buang di TPA berkurang. Salah satu inovasi lain yang dilakukan terutama mengatasi permasalahan sampah adalah dengan adanya mobil pembersih jalan.

Adanya mobil pembersih jalan ini dilatarbelakangi kebutuhan Kota Bandung untuk mengatasi permasalahan sampah, terutama akibat semakin padatnya kehidupan masyarakat dalam menjalani rutinitas. Sehingga dibutuhkan suatu langkah yang praktis dan cepat dalam mengatasi problematika tersebut. Mobil pembersih jalan ini ditujukan untuk membantu membersihkan jalan-jalan Kota Bandung dari sampah yang berserakan sehingga lebih tertata dan rapi.

Metode
BUMN / BUMDPDAM Surya Sembada Kota SurabayaMobile Application PDAM Surya Sembada Kota Surabaya

Aspek kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi layanan merupakan gambaran utama dalam menentukan kualitas suatu pelayanan. Tak dipungkiri pula, teknologi informasi yang mengalami perkembangan kian pesat baik dari sisi infrastruktur maupun aplikasi kini sudah menjadi kebutuhan, karena mampu memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna. Oleh karenanya, pengarusutamaan teknologi informasi sudah menjadi tuntutan di berbagai bidang kehidupan, terlebih lagi untuk sebuah perusahaan, harus bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing, menunjang kinerja perusahaan dan memberikan nilai pelayanan lebih kepada pengguna.

PDAM Surya Sembada merupakan perusahaan daerah milik Kota Surabaya, yang berdiri sejak tahun 1976. Pelayanan air minum PDAM Surya Sembada kepada masyarakat tidak hanya terbatas pada daerah administratif Kota Surabaya saja, melainkan juga masyarakat daerah Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik dengan jumlah kurang lebih 540ribu pelanggan. Jumlah tersebut merupakan cakupan 95% penduduk yang terlayani dari total jumlah penduduk yang ada.

Tak ingin tertinggal era digital yang terus berkembang, PDAM Surya Sembada dengan slogan “Kami Melayani Lebih Baik” ini melakukan pembaharuan pelayanan dengan menambah fitur layanan berupa mobile application. Terobosan baru PDAM Mobile Application yang diluncurkan tanggal 17 Mei 2013 ini bisa diunduh secara gratis melalui Playstore untuk Android ataupun Appstore untuk iOS dengan kata kunci “PDAM Surabaya”. Sementara pada Blackberry, sebelumnya dapat diunduh melalui Blackberry AppWorld, namun kini tidak ada pengembangan lebih lanjut karena penggunanya semakin menurun. Sebelumnya, pelanggan bisa mendapat semua kebutuhan yang diinginkan ataupun berkomunikasi secara interaktif melalui Customer Service di Gedung PDAM di Jalan Prof Dr. Moestopo, Call Center (24 jam) dinomor 031–2926666, SMS Center di nomor 08123316666, email humas@pdam-sby.go.id, serta media sosial via facebook dan twitter.

Seluruh aplikasi ini dibangun dan dikembangkan sendiri oleh tim TI PDAM Surya Sembada dan pengerjaannya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu bulan. Pencetus ide inovasi ini adalah Nasrul Amir, staf bagian Teknologi Sistem Informasi (TSI) PDAM Surya Sembada, yang membangun aplikasi dengan tujuan awal untuk lebih mempermudah pelanggan mengakses dan mendapatkan informasi tentang rekening dan pemakaian air. Ide ini muncul setelah ia mengikuti pelatihan pembuatan program aplikasi berbasis Android. Awalnya aplikasi ini diluncurkan melalui Android karena memang penggunanya tengah menjamur dan dari berbagai kalangan dan usia. Tidak ada kendala yang berarti saat pembangunan aplikasi ini. Namun sangat disayangkan, kurangnya sosialisasi membuat banyak warga khususnya pelanggan PDAM Surya Sembada kurang mengetahui dan memanfaatkan PDAM Mobile Application. Kondisi ini telah diatasi dengan upaya pemasangan sejumlah banner atau spanduk di halaman kecamatan dan kelurahan untuk lebih memasyaratkan adanya PDAM Mobile Application ini.

Inovasi ini dilakukan atas dasar komitmen perusahaan untuk memanjakan pelanggannya di jaman yang serba dimudahkan teknologi sehingga pelanggan tidak perlu lagi harus bersusah payah mendatangi kantor atau melakukan panggilan telepon hanya untuk sekedar mengetahui tagihan rekening air, history pemakaian air, ataupun ingin melaporkan adanya kebocoran air, melainkan hanya cukup klik fitur yang diinginkan, pelanggan bisa langsung mendapatkan layanan yang dibutuhkan.

Fitur yang tersedia dalam PDAM Mobile Application sudah cukup lengkap, mulai dari pengecekan tagihan rekening air hingga history dan grafik pemakaian air, beragam informasi seputar PDAM seperti pemberitahuan gangguan air, informasi loket pembayaran online, informasi pendaftaran, tips hemat air, serta berita-berita tentang PDAM. Melalui aplikasi ini pula pelanggan dapat menyampaikan semua keluhan yang berhubungan dengan PDAM, misalnya adanya kebocoran pipa, air keruh, air mati, kerusakan meteran, hingga permintaan bantuan tangki air. Dengan demikian, setiap pelanggan yang membutuhkan layanan bisa sesegera mungkin dilayani. PDAM menjamin laporan akan segera ditindaklanjuti dalam jangka waktu kurang dari 24 jam. Bahkan untuk laporan yang tingkat urgensinya sangat mendesak, saat adanya laporan masuk, dipastikan akan langsung ditindak lanjuti. Keberhasilan inovasi inilah yang menjadi salah satu faktor yang membawa PDAM Surya Sembada memperoleh penghargaan TOP IT Award tahun 2014 untuk kategori IT Innovation in BUMD.

 

Teknologi

Pusat Inovasi Pelayanan Publik - Lembaga Administrasi Negara