E-DIREKTORI


Direktori Inovasi Administrasi Negara

e-Direktori Inovasi AN ini merupakan instrumen untuk menjaring inovasi administrasi negara secara lebih luas. Tujuannya adalah untuk menyediakan bank data (koleksi rujukan/ kebijakan/ pedoman/ model) inovasi bidang administrasi negara yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan inisiasi, imitasi dan replikasi inovasi.

Pengisian instrumen ini dilakukan oleh stakeholders yang telah berhasil melakukan inovasi. Stakeholders mencakup Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN/ BUMD, Swasta, LSM/ NGO, dan masyarakat.

Submit Inovasi Login
Displaying 31-40 of 200 results.
Kelompok Inovator Nama Instansi Nama Inovasi Deskripsi Jenis Inovasi
BUMN / BUMDPT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.Sky Beyond Garuda Indonesia

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. pada periode semester satu tahun 2016 mengeluarkan tiga strategi dalam menghadapi ASEAN Open Sky. Ketiga strategi tersebut yaitu: 1) Meningkatkan kehadiran Garuda Indonesia di ASEAN dengan melakukan penerbangan langsung ke semua ibukota negara-negara anggota ASEAN; 2) Menciptakan hubungan penerbangan transit yang baru yang dapat meningkatkan lalu lintas kunjungan penumpang baik yang menuju maupun ke dalam ASEAN, yang selanjutnya dapat melanjutkan penerbangan ke Eropa dan Amerika; dan 3) Membuka rute-rute baru di kota-kota penting di luar ibukota negara-negara anggota ASEAN. Ketiga strategi ASEAN Open Sky ini didukung oleh program Sky Beyond Garuda Indonesia.

Program Sky Beyond merupakan strategi bisnis Garuda Indonesia dengan berfokus pada tiga pilar utama yaitu Group Sinergy (sinergi dalam grup perusahaan), Cost Leadership (efisiensi dan efektivitas), dan Caring Services (peningkatan layanan yang akan mengakselerasi pencapaian kinerja perusahaan).  Arif Wibowo sebagai President & CEO PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. pun menambahkan penerapan kebijakan efisiensi keuangan perusahaan secara proporsional.

Garuda Indonesia terus memperkuat implementasi Sky Beyond untuk menjawab tantangan industri penerbangan hingga lima tahun ke depan (2016-2020) serta melanjutkan tahapan investasi (investment stage) ke proses ekspansi bisnis yang tetap prospektif .

Konseptual
BUMN / BUMDPT Pertamina (Persero)SPBU Pasti Prima

Pertamina merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor energi terintegrasi yang mempunyai kegiatan usaha di bidang penyelenggaraan usaha energi seperti minyak dan gas bumi, energi baru dan terbarukan. Pertamina juga bertugas untuk memenuhi tanggung jawab sebagai perusahaan milik pemerintah dalam menjaga ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkualitas bagi masyarakat. Pertamina juga mendistribusikan BBM tersebut ke seluruh pelosok Indonesia melalui jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara adil dan merata bagi masyarakat.

Pertamina secara umum bertanggungjawab dalam mengelola dan mengembangkan SPBU, termasuk bisnis dan berbagai aktivitas lainnya yang mendukung operasional SPBU. Menurut Annual Report Pertamina tahun 2015, jumlah SPBU yang dikelola Pertamina pada tahun 2015 adalah 5.270 unit. Pada akhir tahun 2015, tidak kurang dari 4.652 SPBU sudah bersertifikat “Pasti Pas“ dari total 5.270 jumlah SPBU di seluruh Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa SPBU Pasti Pas yang diluncurkan Pertamina sejak 2007 dapat melayani kebutuhan BBM masyarakat. SPBU Pasti Pas telah berhasil mengubah citra SPBU Pertamina dari sisi kualitas, takaran, dan layanan menjadi lebih berorientasi pada kebutuhan konsumen.

Saat ini kondisi sudah mulai berbeda, dunia ritel sudah mengalami perubahan besar karena konsumen sudah mulai identik dengan penggunaan teknologi teknologi sehingga Pertamina dituntut untuk bisa menjawab tantangan tersebut dengan terus melakukan berbagai langkah inovasi. Selain itu, inovasi juga perlu dilakukan karena sejak era globalisasi mulai merambah di Indonesia, beberapa SPBU asing mulai berdatangan seperti Shell, Total dan Petronas. Kedatangan berbagai SPBU asing itu mengharuskan Pertamina terus berinovasi agar siap bersaing secara sehat di tengah tuntutan dan kebutuhan masyarakt.

Pertamina melakukan inovasi baru dengan meluncurkan generasi baru dari SPBU yaitu “Pasti Prima”, yang merupakan keberlanjutan dari “Pasti Pas”. Generasi SPBU baru ini didasarkan pada adanya aspirasi yang tinggi untuk bisnis fuel dan non fuel retail di SPBU dengan beragam strategi, seperti : mengembangkan infrastruktur, menambah jaringan, dan memberikan pelayanan lebih baik dan berkualitas kepada konsumen. Konsep SPBU Pasti Prima dihadirkan oleh Pertamina sebagai upaya menjawab tantangan dan kebutuhan pelanggan yang datang ke SPBU bukan hanya untuk membeli BBM.

SPBU Pasti Prima merupakan upaya Pertamina yang senantiasa berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Pertamina saat ini tidak hanya sekedar mendekati pelanggan, melainkan juga memberikan layanan prima kepada pelanggan. Sebagai market leader bisnis fuel retail di Indonesia, Pertamina mempunyai komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat sebagai pelanggan utama.

Konseptual
BUMN / BUMDPT Petrokimia GresikTaruna Petro Patra Petrokimia Gresik

Masalah yang dihadapi dalam dunia pertanian kini semakin kompleks, salah satunya menurunnya minat masyarakat untuk menekuni profesi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah petani Indonesia terus menyusut setiap tahunnya. Mayoritas petani pun kini berusia lebih dari 45 tahun dan berpendidikan rendah (tidak/belum tamat SD). Kondisi ini tentunya sangat berisiko bagi keberlangsungan program swasembada pangan pemerintah.

 

Pembiaran terhadap kurangnya minatnya profesi petani akan berdampak buruk pada cita-cita yang selama dijunjung bangsa Indonesia yaitu mencapai kedaulatan pangan. Jika tidak ada lagi penduduk yang minat bertani atau petani sudah tidak mempunyai kompetensi yang mumpuni, maka dapat dipastikan kedaulatan pangan hanya akan menjadi wacana.

 

Petrokimia Gresik melihat sangat serius masalah tersebut dan membuat langkah konkret untuk mengatasinya. Perusahaan tersebut mencoba gagasan untuk melakukan kerjasama bersama kelompok Pelatihan Anak Tani Remaja (Patra) dan Karang Taruna Nasional untuk menciptakan metode Pelatihan dan Pengembangan Pemuda dalam Bidang Pertanian atau biasa disingkat Taruna Petro Patra. Program ini diharapkan dapat menjasi sebuah solusi atas permasalahan regenerasi di sektor pertanian saat ini. Hal ini penting mengingat sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan negara. Taruna Petro Patra juga memberikan banyak benefit kepada para pihak, baik dari segi pengembangan, pengetahuan, skill maupun ekonomi.

 

Kedua mitra kerjasama yang digandeng oleh Petrokimia memiliki kredibiltas dan kompeten dalam bidangnya, khususnya dalam pengelolaan pemuda petani. Pertama, Karang Taruna dipilih karena memiliki anggota usia produktif dalam jumlah besar, jaringan atau networking berskala nasional. Selain itu, Patra merupakan komunitas petani muda yang telah beroperasi lebih dari 10

tahun (sejak 2005) dan memiliki 2.000 anggota lebih yang tersebar di 18 kabupaten di 9 provinsi. program Petro Patra ini diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak dan melahirkan inovator,terutama generasi muda. Karena sektor pertanian, jika dikelola dengan baik dan benar, dan akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah.

Sumber Daya Manusia
BUMN / BUMDPT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.Teras BRI Kapal

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

Untuk melayani nasabah di daerah terpencil atau pesisir di kepulauan, Bank BRI melakukan inovasi terbaru yaitu program kantor terapung alias Teras BRI Kapal. Peluncuran program inovasi ini dilakukan oleh Presiden Jokowi di Pelabuhan Kaliadem, Muara Karang, Jakarta Utara, pada tanggal 4 Agustus 2015. Pada tahap awal, wilayah Kepulauan Seribu menjadi lokasi beroperasi Teras BRI Kapal, Bahtera Seva I. Layanan ini ditujukan untuk menjembatani kesulitan akses yang dialami masyarakat daerah terpencil, khususnya di wilayah pesisir kepulauan, yang mengakibatkan mereka tidak terjangkau layanan perbankan atau bahkan ada yang belum mengenal produk perbankan.

Harus diakui Bangsa Indonesia yang dengan ribuan pulau memiliki keterbatasan akses dan jangkauan terhadap fasilitas perbankan. Sehingga sedikit masyarakat pesisir di kepulauan  dapat menikmati kehadiran dan kemudahan dunia perbankan.  Teras BRI Kapal hadir sebagai inovasi layanan kepada wilayah yang belum terdapat fasilitas perbankan terutama daerah pesisir di wilayah pulau-pulau terluar di Indonesia. Inovasi ini juga dapat membantu pemerintah dalam upaya percepatan dan pemerataan pembangunan.

Teras BRI Kapal ini tidak hanya bertindak sebagai bank yang beroperasi antar pulau saja melainkan juga membawa misi Bank BRI untuk menjadi agen yang ikut membangun dan menyejahterakan ekonomi kerakyatan dan mendorong perkembangan UMKM di kalangan masyarakat pesisir.

Metode
BUMN / BUMDPT Pelindo III Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelindo III

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pelabuhan di negara Indonesia memegang peranan penting sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian. Selain itu, Pelabuhan juga memiliki andil bagian  sebagai salah satu obyek vital negara yang mempunyai fungsi sebagai penghubung, sebagai mata rantai dan sebagai kawasan industri. Sejak tahun 1983, Pelabuhan di Indonesia terbagi menjadi 4 wilayah, salah satunya adalah PT Pelabuhan Indonesia III (selanjutnya disebut PT Pelindo III). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 1991 tanggal 19 Oktober 1991, menyebutkan bahwa PT Pelindo III mengelola 33 pelabuhan di 8 (delapan) provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Timor Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.Sampai saat ini, Perusahaan pelabuhan yang bermarkas di Surabaya mengelola 43 pelabuhan di bawah kendali 16 kantor cabang di 7 (tujuh) provinsi di Indonesia.

PT Pelindo III terus meningkatkan pelayanan masyarakat sesuai budaya perusahaan tersebut yaitu berfokus pada pelanggan (Customer Focus). Hal tersebut juga telah tertuang dalam salah satu misi yang diusung oleh PT Pelindo III adalah menjamin penyediaan jasa pelayanan prima melampaui standar yang berlaku secara konsisten. Selama ini terminal penumpang yang berada dalam wilayah Pelindo III, tepatnya di kawasan Tanjung Perak, Surabaya mengalami banyak kendala untuk membenahi pelabuhan. Masalah yang terjadi adalah operasionalisasi terminal penumpang yang tidak efektif dan tidak tertibnya perilaku dari pengguna terminal penumpang. Dibutuhkan solusi yang tepat untuk menanganinya agar tidak semakin rumit.

Faktor percepatan modernisasi terminal penumpang harus segera dilakukan oleh PT Pelindo III Surabaya, mengingat wilayah Surabaya sudah menjadi pelabuhan singgah kapal pesiar. Momen singgahnya kapal pesiar harus dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada dunia internasional. Modernisasi terminal penumpang ini sebagai wujud nyata untuk meningkatkan daya saing ditengah kemunculan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) lainnya. Langkah yang diambil oleh PT Pelindo III dalam rangka modernisasi pelabuhan adalah membangun konsep Gapura Surya Nusantara (GSN) atau biasa disebut Surabaya North Quay.

GSN menjadi model percontohan nasional untuk pelayanan penumpang kapal laut yang sering mengemuka pada setiap kunjungan pemerintahan. Selain itu, keberadaan GSN tidak hanya berkontribusi terhadap maraknya pengembangan terminal penumpang di daerah lain, namun diharapkan menjadi katalisator transformasi moda transportasi laut sehinggaprogram pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia semakin nyata.

GSN sendiri sekarang menjelma sebagai  sebuah kawasan wisata baru yang dapat memanjakan pengunjung maupun penumpang  ketika berkunjung di destinasi tersebut. Kepuasan customer didapatkan dari  menikmati kelezatan aneka kuliner, menikmati pemandangan  dengan view laut, berfoto dengan latar belakang kapal pesiar, hingga dapat menikmati pagelaran musik.

 

Konseptual
BUMN / BUMDPT Kimia Farma (Persero)Transformasi Apotek Kimia Farma

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero). Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam penulisan berikutnya disebut Perseroan. Selanjutnya pada tahun 2014 menjadi health care company. Inilah bentuk transformasi di tubuh Kimia Farma.

Dengan mengusung visi “Menjadi perusahaan Healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan menghasilkan nilai yang berkesinambungan”. Untuk mendukung visi tersebut, Kimia Farma mempunyai misi:

  1. Melakukan aktivitas usaha di bidang-bidang industri kimia dan farmasi, perdagangan dan jaringan distribusi, retail farmasi dan layanan kesehatan serta optimalisasi aset;
  2. Mengelola perusahaan secara Good Corporate Governance dan operational excellence didukung oleh SDM profesional; dan
  3. Memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh stakeholders.

Dengan semangat budaya ICARE yang merupakan kepanjangan dari Innovative, Customer First, Accountable, Responsible dan Eco Friendly, Kimia Farma terus menggenjot kinerja mereka. Apalagi dengan ditunjang semangat 5As sebagai ruh budaya perusahaan yang berisikan Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, Kerja Keras, Kerja Antusias, dan Kerja Tuntas semakin memicu kimia untuk melakukan terobosan baik produk maupun manajemen perusahaan.

Salah satu bentuk terobosan tersebut adalah Transformasi Apotek Kimia Farma. Apotek Kimia Farma melakukan transformasi dari jaringan ritel farmasi menjadi jaringan health care provider yaitu dengan melengkapi layanannya dengan klinik, laboratorium klinik dan optik, dengan konsep One Stop Health Care Solution. Tujuan ke depan adalah ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, maka mereka akan langsung terpikir Kimia Farma. Think about health, think Kimia Farma.

Metode
BUMN / BUMDPT PAL Indonesia (Persero) Transformasi PT PAL Indonesia Menuju Perusahaan Berkelas Dunia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan hamparan lautan yang mencapai dua pertiga wilayahnya. Kondisi dan luas wilayah Indonesia sebagai negara maritim di daerah tropis ini menyimpan potensi dan peluang pengembangan industri kelautan yang bila dieksplorasi dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional, sekaligus pula membutuhkan strategi pertahanan yang solid.

PT PAL Indonesia (Persero) adalah BUMN yang bergerak di bidang industri galangan kapal yang berperan strategis dalam memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya untuk matra laut. Pendiriannya bermula dari sebuah galangan kapal bernama Marine Establishment (ME) yang diresmikan oleh Pemerintah Belanda tahun 1939. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini dan mengubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). PT PAL berlokasi di Ujung, Surabaya dengan luas area 120 Ha, melakukan kegiatan bisnis utama meliputi 1) produksi kapal perang dan kapal niaga; 2) jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal; 3) rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan kebutuhan/ pesanan klien; serta 4) bangunan lepas pantai serta kelistrikan.

Keberhasilan PT PAL yang kemampuan rancang bangun dan kualitasnya telah diakui pasar internasional, tidak serta merta terjadi begitu saja. Banyak hal yang telah dilalui dalam perjalanan panjang PT PAL membangun bisnisnya hingga mampu berdiri kokoh sampai saat ini, diantaranya adalah saat PT PAL mengalami krisis dan terancam gulung tikar, yang terjadi sekitar tahun 2011.

Hal tersebut bermula sejak tahun 2005–2007, PT PAL banyak menerima pesanan pembuatan kapal dari luar negeri. Namun pada tahun 2006–2007, baja sebagai bahan baku pembuatan kapal diborong oleh negara Cina sehingga baja menjadi langka, harganya meningkat tajam, dan PT PAL kekurangan suplai baja karena tidak mampu membeli akibat Dana Penyertaan Modal Ne­gara (PMN) belum dapat dicairkan. Akhirnya ka­pal baru yang diproduksi PT PAL menjadi terbengkalai dan kondisi keuangan PT PAL berada di ujung tanduk.

Beberapa tahun mampu bertahan hingga me­nguras modal perusahaan, tahun 2011 PT PAL menyatakan dirinya sudah memasuki masa kritis. Beberapa masalah yang dihadapi adalah gaji kar­yawan tidak dapat ter­bayar, hutang kepada pihak keti­ga semakin membengkak, pro­duksi/pembangunan kapal yang tersisa ti­dak bisa dilanjutkan, produksi/pembangunan kapal tanker pesanan Pertamina mengalami gangguan, dan bank meng­hentikan kucuran kredit. Untuk menghadapi hal tersebut, langkah antisipasi yang telah disiapkan dian­taranya merumahkan sebagian per­sonil yang idle, menutup se­mentara bengkel produksi, membayar gaji BOD, BOC dan karyawan tidak secara penuh, serta meng­hentikan pembangunan kapal.

Untuk keluar dari krisis tersebut, sangat diper­lukan restrukturisasi dan revitalisasi menyeluruh dengan dukungan peme­rintah. Untuk memaju­kan industri pasarnya PT PAL berkomitmen untuk memiliki transparansi, efi­sen­si, inovasi dan penggunaan lokal konten industri kapal.  Dengan demikian, visi PT PAL menjadi perusahaan galangan kapal dan rekayasa berkelas dunia dapat terwujud dimana kapal-kapal produksi PT PAL telah melayari perairan internasional di seluruh dunia.

Konseptual
BUMN / BUMDPT. Pegadaian (Persero) Transformasi Strategi Bisnis Pegadaian

PT. Pegadaian (Persero) sebagai perusahaan milik Negara dituntut untuk memberikan kontribusi nyata kepada Negara juga dalam rangka meningkatkan perekonomian rakyat. Sejak didirikan pertama kali di Sukabumi pada tanggal 01 April 1901 Pegadaian tetap konsisten dengan misinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mene-ngah ke bawah. Mengandalkan pengalaman panjang dan kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki, Pegadaian menetapkan jasa gadai sebagai bisnis utama dengan komposisi terbesar dalam portofolio bisnisnya. Melalui visinya untuk selalu menjadi market leader dalam bisnis gadai, perusahaan yang telah beralih status badan hukum sebagai Perseroan Terbatas (PT) sejak 01 April 2012 ini terus menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan yang tercepat, termudah, dan aman.

Perusahaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang adalah perusahaan yang mampu menyesuaikan dengan lingkungan bisnis yang terus berubah. Oleh karena itu Pegadaian melakukan transformasi yang terus menerus. Usaha gadai sebagai bisnis utama ditingkatkan kualitas pelayanannya terutama dengan sentuhan transformasi teknologi informasi. Dengan perubahan teknologi informasi, pelayanan yang awalnya bersifat offline kini sudah berubah menjadi online. Nasabah yang awalnya harus melakukan pembayaran tebusan, perpanjangan kredit, dan pembayaran lain di tempat awal bertransaksi, kini transaksi tersebut dapat dilakukan di Pegadaian mana saja. Sampai saat ini terdapat 4.653 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pengembangan teknologi informasi yang tengah berjalan di PT Pegadaian (Persero) dengan mengganti program Siscadu dengan Passion merupakan transformasi agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Sentralisasi data yang dilakukan dengan sistem online akan mempermudah manajemen melakukan monitoring dan evaluasi program-program kerja yang terkait dengan kegiatan operasional secara realtime.

Inovasi transformasi  strategi bisnis mencakup dibangunnya logo baru yang menggambarkan orientasi pengembangan bisnis baru, adanya pengembangan jenis produk yaitu pembaiayaan, gadai, mikro emas serta aneka jasa. Selanjutnya adanya penambahan gerai, pengembangan  Teknologi Informasi (TI) serta menjadi Agen Remitansi Bank Negara Indonesia (BNI).

Produk
BUMN / BUMDPT. Pelabuhan Indonesia IITransformasi Terminal Petikemas Pelabuhan Pontianak

Masih lamanya proses keluar barang dari pelabuhan (dwelling time) menjadi masalah serius bagi berbagai kalangan khususnya dunia usaha. Hal ini sudah menjadi fokus utama perbaikan layanan semua pelabuhan selama ini. Pelabuhan-pelabuhan yang beroperasi secara efisien akan menurunkan biaya logistik sehingga pada akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi karena biaya transportasi mengalami penurunan dan produk bisa dijual lebih murah.

PT. Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) yang lahir sebagai tindak lanjut UU No 21 tahun 1992 mengenai badan usaha pelabuhan, merupakan salah satu BUMN di sektor perhubungan yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pengusahaan pelabuhan umum, dimana wilayah operasinya mencakup 10 (sepuluh) provinsi untuk mengelola 12 (dua belas) pelabuhan.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelabuhan yang cepat, nyaman, efektif, dan efisien, dibutuhkan inovasi melalui pembangunan infrastruktur fisik yang dipadu dengan teknologi informasi. Pelabuhan Pontianak yang terletak ditepi sungai Kapuas sebagai salah satu pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo II contohnya, telah mengalami transformasi secara komprehensif, yang prosesnya dimulai sejak tahun 2012 lalu.

Dengan latar belakang kondisi lahan yang terbatas terutama area container yard (CY) untuk penumpukan barang,, peralatan bongkar muat yang kondisinya memprihatinkan dan tidak memadai, terbatasnya kegiatan proses yang belum  terotomatisasi, waktu tunggu kapal yang lama yakni 7 - 20 hari sebelum menurunkan muatan, serta biaya angkut tinggi menyebabkan rendahnya kinerja Pelabuhan Pontianak dan membuat kondisi pelayanannya dirasakan semrawut dan kurang memuaskan bagi pengguna jasa dan pelayaran.

Pelindo II mengusung program-program operasional excellence untuk mewujudkan transformasi Pelabuhan Pontianak dengan menerapkan inovasi intensifikasi Terminal Peti Kemas Pelabuhan Pontianak yang meliputi penggunaan lah­an pelabuhan dengan menata kembali layout terminal, kegiatan container yard (CY), aktivitas bongkar muat peti kemas, serta perbaikan cara kerja, sistemisasi ke dalam Terminal Operation Systems (TOS) hingga perbaikan flow pelayanannya.

Pelindo II sendiri telah memberikan pelayanan 24/7 non stop dimulai dari terminal-terminal peti kemas, curah kering dan kemudian diperluas ke terminal-terminal serbaguna. Berbagai pembenahan ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan persyaratan minimum, standarisasi proses dan metode kerja maupun sistem, hingga integrasi sistem operasional untuk terminal-terminal sesuai kesiapan. Selain itu, sistem informasi yang telah dibangun akan terus dikembangkan, termasuk sistem informasi operasional di terminal hingga ke autogate system deployment, e-billing process, dan centralized planning & controlling.

Meskipun masih pada tahap awal transformasi, Terminal Peti Kemas Pelabuhan Pontianak telah menunjukkan banyak perubahan yang signifikan sehingga semakin mendukung perannya sebagai pelabuhan internasional hub yang melayani angkutan alih muat (transhipment) peti kemas nasional dan internasional dengan skala pelayanan transportasi laut dunia. Berdasarkan survei kepuasan pelanggan, perusahaan juga mencatat kenaikan dari tahun ke tahun. Oleh karenanya, model transformasi serupa tengah di roll-out ke unit-unit terminal peti kemas lainnya.

Manajemen berkomitmen dan terus berupaya melakukan berbagai inovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi para pengguna jasa pelabuhan.

Konseptual
BUMN / BUMDPT. Permodalan Nasional Madani (Persero)ULaMM PNM

PT. Permodalan Nasional Madani (Persero), atau “PNM”, dibentuk sebagai pelaksanaan dari Tap XVI MPR/1998 dan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 38/1999 tanggal 29 Mei 1999. Beberapa bulan kemudian, melalui Kep Menkeu No. 487 KMK 017 tanggal 15 Oktober 1999, sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang No. 23 tahun 1999, PNM ditunjuk menjadi salah satu BUMN Koordinator untuk menyalurkan dan mengelola 12 skim Kredit program. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance yang siap untuk melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan. Saat ini, perusahaan tetap fokus menyalurkan pembiayaan UMKMK kepada masyarakat yang hasilnya dinikmati oleh lebih dari satu juta kepala keluarga dan 1.500 lembaga keuangan mikro di seluruh Indonesia.

Pada bulan Agustus 2008, PNM telah meluncurkan program pembiayaan langsung yang disebut ULaMM, atau “Unit Layanan Modal Mikro”. ULaMM merupakan layanan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil yang disertai bimbingan untuk mengembangkan usahanya. ULaMM merupakan model atau terobosan baru bagi PNM karena penyaluran pembiayaannya dilakukan secara langsung baik kepada perorangan atau pinjaman untuk Badan Usaha (PT, CV, Firma, dll).

Sebagai pilot project, pada pertengahan tahun 2008 telah dibentuk 12 unit di wilayah di DKI dan Jawa Barat. ULaMM berfungsi sebagai gerai layanan satu atap atau “one stop shopping” bagi para pengusaha mikro dan kecil, yang dilengkapi dengan berbagai dukungan teknis. Tujuannya adalah membantu usaha mikro dan kecil agar terus berkembang sekaligus mempercepat kemajuan usahanya di tengah persaingan usaha.

Produk

Pusat Inovasi Pelayanan Publik - Lembaga Administrasi Negara