E-DIREKTORI


Direktori Inovasi Administrasi Negara

e-Direktori Inovasi AN ini merupakan instrumen untuk menjaring inovasi administrasi negara secara lebih luas. Tujuannya adalah untuk menyediakan bank data (koleksi rujukan/ kebijakan/ pedoman/ model) inovasi bidang administrasi negara yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan inisiasi, imitasi dan replikasi inovasi.

Pengisian instrumen ini dilakukan oleh stakeholders yang telah berhasil melakukan inovasi. Stakeholders mencakup Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN/ BUMD, Swasta, LSM/ NGO, dan masyarakat.

Submit Inovasi Login
Displaying 1-10 of 150 results.
Kelompok Inovator Nama Instansi Nama Inovasi Deskripsi Jenis Inovasi
BUMN / BUMDPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta Pelayanan Air Minum Hotel di Wilayah Kota Yogyakarta

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tingkat II Yogyakarta Nomor 3 Tahun 1976 Tanggal 19 Juni 1976 tentang PDAM Tirtamarta Yogyakarta, yang selanjutnya diperbaharui  melalui Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 14 Tahun 2012 Tanggal 12 November 2012 tentang PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. PDAM Tirtamarta Yogyakarta didirikan untuk melaksanakan pembangunan daerah pada khususnya dan pembangunan ekonomi nasional pada umumnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bidang air minum yang memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya. Bidang usaha yang dilakukan diarahkan pada penyediaan air minum yang memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi masyarakat Kota Yogyakarta dan sekitarnya, serta mengembangkan kerjasama dalam penyediaan air minum dan jenis usaha lain dalam menunjang pembangunan ekonomi daerah.

Saat ini Kota Yogyakarta semakin marak dengan bertambahnya berbagai hotel yang hadir seiring berkembangnya bidang pariwisata dan jasa. Tetapi pembangunan hotel tersebut tidak sebanding dengan ketersediaan daerah resapan air yang mampu menambah air tanah secara alamiah. Kondisi tersebut membuat masyarakat menjadi khawatir terhadap dampak pada ketersediaan air bersih. Pemanfaatan air oleh hotel secara berlebihan  ditakutkan akan mempengaruhi debit air di sekitar lokasi  hotel  berdiri yang kebanyakan adalah pemukiman warga sehingga membawa dampak pada keringnya sumur ketika musim kemarau.

Melihat kondisi tersebut Pemerintah Kota Yogyakarta mengeluarkan kebijakan bahwa pada tahun 2016 semua hotel tidak boleh lagi mengambil air tanah dan harus menggunakan air yang disediakan oleh PDAM Tirtamarta. Kebijakan tersebut ditindaklanjuti oleh PDAM Tirtamarta dengan sebuah langkah inovasi dengan memberikan pelayanan air minum hotel di wilayah Kota Yogyakarta.

Dengan kebijakan tersebut, pembangunan hotel-hotel di wilayah Kota Yogyakarta menjadikan peluang bagi PDAM Tirtamarta dalam upaya meningkatkan pemakaian air. PDAM Tirtamarta harus menyediakan sumber air baku sebagai untuk pemakaian air minum perhotelan dengan didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Konseptual
BUMN / BUMDPPK “Pedaringan” SurakartaPelayanan Jasa PPK “Pedaringan” Surakarta

Perusahaan Daerah Pusat Pergudangan Kota “Pedaringan” Surakarta (Perusda PPK “Pedaringan” Surakarta) pada awalnya bernama Pusat Pergudangan Kota “Pedaringan”. Pusat Pergudangan Kota “Pedaringan” ini didirikan tanggal 22 Oktober 1984 berdasarkan Perda No.4 Tahun 1984, dengan tujuan sebagai pusat pergudangan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan bisnis kawasan Kota Solo dan sekitarnya.

Pada saat awal pendirian, Pusat Pergudangan Kota “Pedaringan” ini dikelola oleh BUMN, yaitu PT Bhanda Ghara Raksa  sampai tahun 1999. Kemudian, dari tahun 1999 – 2006, dikelola oleh Pemerintah Kota Surakarta. Selaras dengan tekad Pemerintah Kota Surakarta untuk mewujudkan pengelolaan dan pengembangan Pusat Pergudangan Kota “Pedaringan” menjadi lebih baik dan profesional maka ditetapkanlah Perda No. 3 Tahun 2009 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Pusat Pergudangan Kota “Pedaringan” Surakarta (Perusda PPK “Pedaringan” Surakarta).

Perusahaan yang lebih dikenal dengan nama Pedaringan Solo ini merupakan sebuah perusahaan yang berfungsi untuk menopang aktivitas pergudangan masyarakat, dimana jasa pergudangan juga memegang peranan penting dalam dinamisasi perekonomian di Surakarta. Perusahaan ini didirikan untuk menghindari banyaknya jalan yang rusak di Kota Surakarta akibat truk-truk besar yang melintas di kawasan kota. Sebelum adanya perusahaan ini, kegiatan pergudangan di Surakarta tersebar secara sporadis di beberapa titik dengan kapasitas serta fasilitas pergudangan yang terbatas. Keberadaan Pedaringan Solo sebagai salah satu upaya dalam menertibkan serta meningkatkan layanan dan fasilitas pergudangan di Surakarta.

Pedaringan Solo menyediakan jasa penyimpanan atau pergudangan berbagai jenis barang, jasa parkir kendaraan angkutan logistik, jasa bongkar muat barang (pekerja dan peralatan bantu) dan jasa angkutan. Selama ini, Pedaringan Solo menangani pengiriman logistik PT Chandra Asri Petrochemical yang merupakan perusahaan penghasil biji plastik terbesar se-Asia Tenggara untuk dikirim ke wilayah Jateng dan Jatim. Selain itu, dengan PT Branita Sandhini mengangkut hasil panen jagung ke berbagai daerah di Jawa. Disamping itu juga kerjasama dengan PT Richland Logistik Indonesia untuk mengangkut produk industri. Kerja sama logistik ini tidak hanya dengan perusahaan besar yang ada di luar Surakarta tapi juga perusahaan lokal seperti PT Indo Asia Tirta Manunggal, PT Tyfountex Indonesia, dan beberapa perusahaan lain.

Seiring dengan perkembangan dunia global dan persaingan industri dengan hadirnya pasar bebas antar negara, maka Pedaringan Solo tidak hanya mempunyai fokus pada permasalahan lokal di Kota Surakarta, namun juga harus siap bersaing dan meningkatkan kualitas pelayanan secara berkesinambungan. Ide dan gagasan baru dalam pelayanan jasa harus selalu dimunculkan oleh sumber daya manusia Pedaringan Solo sebagai wujud pelayanan prima kepada pelanggan.

Metode
BUMN / BUMDPT Pembangunan Jaya Ancol TbkPengembangan Wahana Baru Ancol

PT Pembangunan Jaya Ancol adalah salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Bidang usaha yang digeluti perusahaan tersebut adalah properti/real estate, kawasan pariwisata/ rekreasi, dan perhotelan, jasa konsultasi, bidang perencanaan dan pembangunan, dan sarana olah raga. Perusahaan ini telah go public sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam menanam saham di BUMD ini.

Visi yang diemban oleh perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki Pemprov DKI Jakarta sudah menunjang dalam menjalankan eksistensinya di sektor hiburan. Visi tersebut adalah “Menjadi perusahaan pengembang properti dengan kawasan wisata terpadu terbesar dan terbaik di Asia Tenggara yang memiliki jaringan sentra rekreasi terluas”. Untuk menjabarkan visi, tentunya ada langkah yang lebih konkret yang tertuang dalam misi. Misi yang diusung adalah sebagai komunitas pembaruan kehidupan masyarakat yang menjadi kebanggaan bangsa. Senantiasa menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik melalui sajian hiburan berkualitas yang berunsur seni, budaya dan pengetahuan, dalam rangka mewujudkan komunitas ‘Life Re-Creation’ yang menjadi kebanggaan bangsa.

Setiap organisasi pasti mempunyai nilai dan budaya dalam menjalankan  kinerjanya. Nilai yang dipegang oleh PT Pembangunan Jaya Ancol ada 6 (enam) hal yaitu integritas, belajar terus menerus, terpanggil, berpikir kreatif, peduli sesama dan bertanggung jawab. Nilai tersebut harus selalu dipegang dari pimpinan atas sampai staf terbawah sesuai dengan fungsi mereka dalam melaksanakan pekerjaan.

PT Pembangunan Jaya Ancol pada saat ini harus lebih peka terhadap perkembangan bisnis yang ada. Maraknya industri yang sejenis membuat pihak perusahaan harus membuat solusi untuk mengatasinya. Situasi persaingan bisnis di industri rekreasi ke depan akan semakin ketat membuat tuntutan inovasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dielakan/keniscayaan.

Inovasi yang tengah dikembangkan oleh PT ini adalah terus mengembangkan wahana terbaru secara inovatif. Pengembangan wahana merupakan hal penting untuk segera dilakukan agar pengunjung setia Taman Impian Jaya Ancol tidak beralih ke tempat hiburan yang lain.

Produk
BUMN / BUMDJamkrida Bali MandaraPenjaminan Kredit Daerah oleh Jamkrida Bali Mandara

PT Jamkrida Bali Mandara (selanjutnya ditulis Jamkrida) Provinsi Bali merupakan Jamkrida yang berdiri tahun 2010 dan nomor 2 di Indonesia setelah Jamkrida Provinsi Jawa Timur. Jamkrida Bali baru di launching bulan Juni 2011. Jamkrida berdiri karena banyaknya permasalahan usaha mikro kecil di Bali terkait dengan keterbatasan modal. Sasarannya lebih kepada pedagang kecil di pasar dan pengrajin Bali. Seiring dengan perkembangan yang ada, sasarannya pun semakin meluas.

Dasar hukum pendiriannya adalah Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2010 tentang Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Bali (PT. Jamkrida Bali Mandara).

Karena berada dalam wilayah Provinsi Bali, kepemilikan saham berada di seluruh pemerintah daerah Provinsi Bali dengan perincian Provinsi Bali, 1 Kota, dan 8 Kabupaten. Provinsi Bali memegang porsi terbesar. Kabupaten/kota disesuaikan dengan kemampuan PAD/APBDnya

Adapun sektor UMKM yang sudah mendapat penjaminan oleh Jamkrida adalah:

  1. Lembaga Keuangan: Koperasi, LPD, dan BPR.
  2. Sektor Perikanan: pembibitan, budidaya, dan pemasaran hasil-hasil perikanan.
  3. Sektor peternakan: budidaya (pembibitan dan penggemukan) sapi dan pengolahan hasil-hasil peternakan.
  4. Perdagangan: pedagang pasar tradisional, kelontong, hasil industri.
  5. Industri: kerajinan tangan.
  6. Jasa: kesehatan dan transportasi.

Adapun proses penjaminan dapat dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut:

 

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, Jamkrida melakukan beberapa terobosan antara lain sebagai berikut:

  1. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Perbankan, Jamkrida telah menempatkan CGO (Credit Guarantee Officer) di masing-masing Kabupaten/Kota. Stimulus bagi CGO yang dapat bekerja maksimal adalah ada bonus yang besarannya melebihi gaji yang diumumkan setiap bulannya dalam Quality Meeting.
  2. Dalam menghadapi persaingan usaha Jamkrida telah meluncurkan produk baru yaitu Kontra Bank Garansi, Surety Bond dan Custom Bond (2016)
  3. Peluncuran Sistem Online ( SIPKO ) untuk meningkatkan kecepatan dalam pelaporan penjaminan dan fitur perhitungan IJP Otomatis. Sistem ini terintegrasi dengan sistem akuntansi secara internal.
  4. Untuk mempercepat proses aproval dari direksi, maka dibuatlah inovasi  Go Sign.  Dengan Go Sign ini memungkinkan penandatanganan persetujuan untuk penjaminan di bawah 100 juta secara langsung atau otomatis. Untuk penjaminan di atas 100 juta tetap menggunakan mekanisme yang sudah ada.

 

Produk
BUMN / BUMDPDAM KudusSarapan Bersama Pelanggan PDAM Kudus

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kudus yang bergerak dalam bidang penyediaan air bersih. PDAM Kabupaten Kudus didirikan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Kudus Nomor 13 Tahun 1990 tanggal 23 Oktober 1990 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tingkat II Kudus yang beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 3 Tahun 2012 tanggal 7 Juni 2012 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kudus. PDAM Kabupaten Kudus bergerak dalam usaha pelayanan air minum kepada masyarakat. Sifat usaha PDAM Kabupaten Kudus adalah memberikan pelayanan jasa, kemanfaatan umum dan sebagai sumber pendapatan bagi daerah. PDAM Kabupaten Kudus didirikan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan air minum yang memenuhi syarat-syarat  kesehatan bagi masyarakat secara adil, merata dan terus menerus, menunjang program pembangunan daerah dibidang pengelolaan air minum, menciptakan kesempatan berusaha, dan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah.

Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, seringkali PDAM Kabupaten Kudus mengalami berbagai permasalahan, misalnya : pelanggan kurang tertib/disiplin membayar rekening tepat waktu, efisiensi penagihan rendah, efektifitas pelanggan membayar rekening rendah, banyak pelanggan yang menunggak dan Non-Revenue Water (NRW) cukup tinggi. Berbagai permasalahan tersebut memperlihatkan tingkat kepedulian pelanggan yang rendah, hal ini dikarenakan hubungan dengan pelanggan kurang harmonis sehingga tercipta suatu gap/jarak. Gap/jarak tersebut juga mengakibatkan pelanggan kurang berani melaporkan pengaduan, saran dan informasi dalam rangka pengembangan pelayanan.

Melihat kondisi seperti itu, sekitar tahun 2010 muncul inisiatif program “Sarapan Bersama Pelanggan” yang digagas oleh Bapak Hasan Aoni Aziz, S.Ag. selaku Direktur pada waktu itu dan tim manajemen. Ide tersebut hadir atas dasar  evaluasi hasil kinerja dan pengamatan kelemahan-kelemahan pelayanan yang diberikan. PDAM Kabupaten Kudus sadar bahwa pelanggan mempunyai nilai kedudukan yang sangat tinggi bagi keberlangsungan operasional perusahaan, tanpa adanya pelanggan maka perusahaan tidak ada artinya apa-apa.

Program Sarapan Bersama Pelanggan PDAM Kabupaten Kudus dilakukan untuk menjaga kedekatan hubungan, keharmonisan dan keterbukaan perusahaan, pegawai dengan para pelanggan. Melalui program ini pelanggan dan pegawai  dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung sehingga terbuka wacana lebar. Pelanggan dapat  menyampaikan keinginan dan keluhan secara langsung sehingga dapat segera diatasi.

Program Sarapan Bersama Pelanggan sudah dilaksanakan sejak tahun 2010, setelah program berjalan efektif kemudian ditetapkan melalui Ketetapan Direktur Nomor 822.2.34/01.02/01/2011. Tanggal 06 Januari 2011, Program Sarapan Bersama Pelanggan resmi dilaksanakan, dimana teknis pelaksanaan sarapan dilakukan setiap satu bulan sekali antara tanggal 1 - 10 setiap bulannya.

Secara umum latar belakang adanya inovasi Sarapan Bersama Pelanggan  karena kurangnya kedekatan hubungan antara PDAM Kabupaten Kudus dengan pelanggan, banyaknya keluhan pelanggan, dan kecenderungan pelanggan mudah terprovokasi untuk berbuat anarkis. Oleh karena itu dengan sarapan bersama pelanggan maka akan tercipta hubungan komunikasi yang baik antara pelanggan dengan pegawai dan perusahaan sehingga ketegangan-ketegangan bisa mencair dan permasalahan yang timbul mudah untuk dipecahkan dan dicari solusi penyelesaiannya.

Tujuan yang ingin dicapai dengan program ini adalah perusahaan dapat mengetahui keinginan pelanggan sehingga dapat melayani sesuai dengan harapan pelanggan demi mewujudkan pelayanan prima. Hasil yang diharapkan terkait dengan terjalinnya hubungan komunikasi yang baik, harmonis dan terbuka sehingga tumbuh rasa kepercayaan pelanggan dan perusahaan dapat mengembangkan pelayanan sesuai keinginan pelanggan.

Metode
BUMN / BUMDPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Kota PontianakSistem Informasi Aplikasi Pengaduan (SIAP)

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa didirikan sejak tahun 1975 melalui Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 1975 sebagaimana diubah melalui Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2009 dan Pengaturan tentang Pelayanan Air Minum kepada pelanggan di atur dalam Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 1986 sebagaimana diubah melalui Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2009.

Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur air bersih itu sendiri di Kota Pontianak sudah dimulai pada tahun 1959 dan dioperasikan pada tahun 1963 yang dikelola oleh pemerintah melalui Dinas Saluran Air Minum yang ditandai dengan pembangunan instalasi No. 1 Kap. 1001/detik di Komp. IPA Imam Bonjol. Sumber  air yang digunakan adalah air permukaan dari Sungai  Kapuas sebagai sumber air baku utama dan Sungai Landak sebagai cadangan pada musim kemarau panjang.

Visi  PDAM Tirta Khatulistiwa yaitu “Menjadi Perusahaan yang Mampu Memberikan Pelayanan Terbaik Menuju Kepuasan Pelanggan”. Adapun Misi dari PDAM Tirta Khatulistiwa yaitu:

  1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan air pelanggan dalam jumlah yang cukup dengan kualitas memenuhi persyaratan air minum setiap saat.
  2. Meningkatkan kinerja terus menerus guna menghasilkan laba secara optimal sehingga dapat memenuhi kewajiban, meningkatkan kesejahteraan bagi pegawai dan memberikan kontribusi positif bagi Pemerintah Kota Pontianak.
  3. Mengembangkan kompetensi SDM menjadi profesional, berintegritas loyal, berdedikasi tinggi, berwawasan luas, dan menjunjung etika.
  4. Meningkatkan kualitas dan cakupan layanan melalui pengembangan sarana dan prasarana yang dimiliki serta berorientasi pada penerapan teknologi dan manajemen modern.
  5. Membina hubungan yang harmonis dengan para stakeholders dalam peningkatan pelayanan.

Dari sisi kapasitas produksi, PDAM Tirta Khatulistiwa memiliki kapasitas IPA terpasang 1.210 l/detik dengan sumber air permukaan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Namun demikian, masih ditemukan banyak permasalahan terkait air bersih, diantaranya: 1) 27 %  penduduk kota belum  mendapat akses air PDAM; 2) Tingkat kehilangan air masih diatas 20 %; 3)  Kualitas, kuantitas dan kontinuitas hasil produksi belum stabil; 4) Pasokan air ke Pontianak Timur masih terbatas; 5) Pendistribusian air belum merata, sebagian kecil pelanggan mendapatkan pelayanan 24 jam; 6) pendapatan air belum dapat menutupi biaya operasional, dan 7) Kemampuan investasi masih rendah.

Berangkat dari berbagai permasalahan tersebut, PDAM Tirta Khatulistiwa mengembangkan program Sistem Informasi Aplikasi Pengaduan (SIAP). SIAP ini merupakan salah satu layanan  yang dapat digunakan pelanggan/masyarakat yang ingin melaporkan pengaduan secara online melalui website. Sistem ini mulai diinisiasi oleh tim manajemen PDAM pada tahun 2015. Sistem pengaduan ini memungkinkan jalur pengaduan melalui telepon, datang langsung, sms, dan melalui website. SIAP ini penekanannya lebih kepada aduan pelanggan secara online.

SIAP ini memuat beberapa domain utama yaitu adanya petunjuk layanan pengaduan; Pengaduan yang memuat item ID Pelanggan, Nama, Alamat, Telp/HP, Kategori, Isi Pengaduan, dan Foto. Semuanya harus diisi agar mempercepat proses penanganan pengaduan.

 

Teknologi
BUMN / BUMDPDAM Kota DenpasarSistem Informasi Distribusi Air Bersih (SIDAB) PDAM Kota Denpasar

Air merupakan sumber kehidupan yang keberadaannya sangat penting bagi keberlangsungan semua makhluk hidup. Begitu pula dengan air bersih, yang menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan kita.

PDAM Kota Denpasar adalah BUMD milik Pemerintah Kota Denpasar yang memiliki tugas pokok mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Denpasar berdasarkan azas kelestarian, keseimbangan, pemanfaatan umum, keberlanjutan, keadilan, kemandirian serta transparansi dan akuntabilitas.

Sebagai upaya pencapaian visinya “Menjadi Perusahaan yang Sehat dengan Pelayanan Prima”, PDAM Kota Denpasar merumuskan beberapa butir Kebijakan Mutu penyelenggaraan perusahaan, salah satunya adalah “Pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi”.

Teknologi informasi yang berkembang pesat dewasa ini memang menuntut kita untuk dapat memanfaatkan dan mengembangkannya agar tercipta berbagai kemudahan. Hal ini telah dimulai oleh PDAM Kota Denpasar saat menginisiasi Sistem Informasi Distribusi Air Bersih (SIDAB) tahun 2013. Inovasi ini kemudian dikembangkan dan mulai diimplementasikan pada Agustus 2014, serta secara resmi diberlakukan pada April 2015.

Inovasi yang diinisiatori oleh Direksi ini berlatar belakang masalah yang dihadapi oleh PDAM Kota Denpasar yakni semakin kompleksnya perkembangan Kota Denpasar yang berdampak pada perubahan infrastruktur terutama terkait peningkatan jalan. Hal ini mengakibat-kan lokasi pipa distribusi air sulit untuk diketahui, apalagi jika ada kebocoran pipa, serta sulit menemukan lokasi pelanggan. Banyak masyarakat yang mengajukan permohonan sambungan rumah namun setelah dicek dilapangan ternyata rumah yang bersangkutan belum dilalui jaringan pipa distribusi.

Permasalahan lain yang dihadapi adalah ketika banyak lembaga atau instansi lain yang membutuhkan data-data terkait perencanaan SPAM, PDAM Kota Denpasar belum dapat menyediakan data yang dimaksud. Hal ini terjadi karena sulitnya menginventarisir dan mengembangkan informasi jaringan pipa distribusi.

Melalui pengembangan SIDAB, PDAM Kota Denpasar ingin mewujudkan sistem penerapan manajemen aset jaringan pipa distribusi di Kota Denpasar. Pada akhirnya, diharapkan akan terciptanya aplikasi manajemen aset jaringan pipa distribusi berbasis web untuk memberikan informasi geografis baik mengenai letak jaringan pipa maupun lokasi pelanggan PDAM Kota Denpasar.

Teknologi
BUMN / BUMDPD BPR Bank Daerah KaranganyarTabungan SiCermat PD BPR Bank Daerah Karanganyar

PD BPR Bank Daerah Karanganyar didirikan pada 15 Maret 1969. Tujuan awal didirikannya adalah memberi kredit kepada para pedagang kecil di pasar-pasar, para pegawai/karyawan, dan pelaku usaha di pelosok pedesaan. Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat dan semakin meningkatnya persaingan usaha di bidang perbankan, PD BPR Bank Daerah Karanganyar harus berpacu untuk menangkap peluang untuk menghadapi tantangan yang ada. Produk layanan semakin dikembangkan pada kenyamanan, ketepatan, kecepatan, dan kepuasan nasabah.

Di bawah kepemimpinan H. Sudarsito, SE, MM, PD BPR Bank Daerah Karanganyar semakin mengokohkan eksistensinya sebagai perusahaan perbankan dengan tradisi kinerja yang terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu BPR terbaik tingkat nasional dengan kinerja keuangan yang sangat bagus.

Salah satu produk yang dihasilkan oleh PD BPR Bank Daerah Karanganyar ini adalah Tabungan SiCermat Simpel. Awalnya, tabungan ini hanya bernama Tabungan SiCermat yang mempunyai kependekan nama Siswa Cerdas, Rajin, Mandiri dan Hemat. Seiring dengan perkembangan kebijakan dan dinamika yang ada, pada tahun 2015 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan untuk mendorong budaya menabung sejak dini bagi pelajar dengan Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar) sehingga PD BPR Bank Daerah Karanganyar menyesuaikan dengan nama tabungan SiCermat Simpel. Orisinalitas dari inovasi yang dilahirkan PD BPR Bank Daerah Karanganyar ini terletak pada tabungan SiCermat, sehingga pada kesempatan ini kami menyampaikan program Tabungan SiCermat.

Tabungan SiCermat mulai diinisiasi tahun 2014 dan digagas oleh Bupati Karanganyar Bapak Juyiatmono. Inovasi baru ini muncul dalam bentuk produk Tabungan SiCermat untuk mendukung visi, misi, dan program Bupati Karanganyar. Sasaran dari program ini adalah seluruh siswa sekolah di Kabupaten Karanganyar menjadi nasabah PD BPR Bank Daerah Karanganyar. Tujuannya adalah untuk menjadikan sarana pembelajaran bagi siswa sekolah untuk gemar menabung.

Produk
BUMN / BUMDBank JatimTransformasi dan Portal Sumber Daya Manusia Bank Jatim

Karyawan atau sumber daya manusia (SDM) di sebuah instansi merupakan sebuah investasi. Pengembangan  SDM yang dikelola secara tepat akan membentuk kapasitas SDM yang handal sehingga mendorong kinerja instansi menjadi lebih kompetitif. Iklim persaingan yang semakin ketat menuntut upaya pengembangan SDM menjadi sebuah hal yang tidak bisa dihindari, khususnya di dunia perbankan. Dunia perbankan adalah dunia yang secara langsung dengan kehidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat di era modern tentunya sudah menikmati fasilitas perbankan yang semakin beragam. Untuk itulah, bank berupaya memberikan layanan terbaik agar masyarakat tetap menjadi nasabah setia. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah dengan cara mengembangkan kapasitas SDM yang terdapat di dalamnya.

SDM merupakan bagian yang sangat penting dalam usaha perbankan dalam rangka mencapai profit.  Dengan tidak mengesampingkan aspek lainnya, tujuan yang telah ditentukan oleh bank juga tidak akan tercapai secara optimal jika SDM tidak dapat terkelola dengan baik. SDM dapat dijadikan sebagai motor penggerak yang dinamis karena eksistensi mereka sangat dinamis dan tetap dibutuhkan hingga beberapa tahun mendatang.

SDM yang ikut terlibat di dalam instansi bank sudah sewajarnya diambil dari orang – orang yang sudah berpengalaman dan memiliki kompeten di bidangnya agar pelayanan nasabah dapat dilakukan secara optimal. Faktor kompetensi inilah yang bisa menjadi faktor pembeda antar instansi perbankan. Semakin bagus kompetensi yang dimiliki SDM tersebut, maka bank tersebut juga akan memiliki keuntungan.  Hal ini membuat banyak bank kadang menerima karyawan baru dengan cara seleksi sampai mereka akhirnya benar – benar mendapatkan sosok karyawan yang ideal dengan kriteria dari instansi. Alangkah baiknya jika suatu bank merekrut pegawai yang berasal dari fresh graduate. Pegawai yang minim pengalaman tentunya bisa dikembangkan lebih lanjut dengan mengikuti berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi tersebut.

Menilik dari berbagai aspek latar belakang tersebut, Bank Jatim sebagai salah satu instansi perbankan bank pembangunan daerah juga fokus pada upaya pengembangan SDM di instansinya. Dalam pengelolaan SDM, manajemen Bank Jatim tidak hanya menekankan pada Hard Competencies, tetapi juga sangat menekankan pada Soft Competencies.  Bank Jatim pun menerapkan  tiga kompetensi inti (Core competencies) yang menjadi keharusan bagi seluruh karyawan di semua jenjang, yaitu Integrity, Custumor Focus dan Impact.  Tiga kompetensi utama tersebut yang mendasari budaya kerja (corporate culture) Bank Jatim.

Pengembangan SDM tentunya sangat membutuhkan suatu wadah atau sistem yang dapat memanage hal tersebut. Untuk itulah, Bank Jatim juga mengembangkan sebuah sistem Portal SDM dan e-learning. Portal SDM ini dibangun dan dikembangkan oleh Divisi Akuntansi dan Divisi Teknologi Informasi (TI).  Portal SDM didesain untuk memenuhi kebutuhan sistem informasi  dan otomasi pengelolaan SDM Bank Jatim dengan memanfaatkan infrastruktur tekhnologi informasi yang tersedia. Sedangkan, e-learning adalah sistem yang dapat mengakses pengetahuan bagi pegawai dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Dengan demikian, kemudahan informasi yang dibutuhkan pegawai dapat diperoleh dengan mudah. 

 

Sumber Daya Manusia
BUMN / BUMDPDAM Kota MalangZona Air Minum Prima (ZAMP) Kota Malang

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang merupakan perusahaan daerah yang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah No. 11 Tahun 1974. Sejak adanya peraturan daerah itu, PDAM Kota Malang mempunyai status Badan Hukum dan mempunyai hak otonomi dalam pengelolaan air minum di Kota Malang. PDAM Kota Malang mempunyai tugas untuk memenuhi dan menjaga kelangsungan pelayanan air bersih untuk pelanggan secara terus menerus.

PDAM Kota Malang sebagai BUMD berfungsi untuk mengelola kebutuhan air bersih dan air minum. PDAM Kota Malang harus dapat melayani kebutuhan hidup masyarakat Kota Malang, dan sekaligus mengumpulkan dana dari masyarakat melalui profit yang diperoleh untuk dipergunakan kembali dalam membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. PDAM Kota Malang juga dapat turut serta dalam melaksanakan pembangunan daerah dengan cara menyediakan air minum yang bersih, sehat, dan memenuhi persyaratan kesehatan bagi masyarakat Kota Malang. PDAM ini juga merupakan wujud pelayanan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat.

Kota Malang yang semakin tumbuh dan berkembang berkorelasi dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sejalan dengan hal tersebut, kebutuhan air bersih pun semakin meningkat. Berkaitan dengan hal tersebut, penyediaan kebutuhan air minum merupakan suatu tantangan yang harus dijawab karena terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat Kota Malang dalam aspek kesehatan dan ekonomi. Oleh karena itu, PDAM Kota Malang berupaya meningkatkan pelayanan akan pemenuhan kebutuhan air minum yang memenuhi mutu dan syarat kualitas air minum bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, PDAM Kota Malang menerapkan program Zona Air Minum Prima (ZAMP).

ZAMP merupakan salah satu bentuk inovasi dalam meningkatkan kualitas air. Inovasi dalam program ini adalah menghasilkan air yang bisa langsung diminum dari kran tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Program ini dimulai pada 2004, di mana saat itu PDAM Kota Malang bersama PDAM Kota Bogor dan Medan mendapat bantuan teknis dari USAID melalui PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia). Ketiga PDAM itu dipilih sebagai area percontohan untuk mewujudkan pelayanan air yang langsung dapat diminum di salah satu zona yang ditentukan. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas air minum melalui program sertifikasi, dan pelatihan untuk mewujudkan perbaikan jaringan perpipaan PDAM.

Program ZAMP merupakan upaya PDAM Kota Malang untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi seluruh warga Kota Malang. Program ini diharapkan bisa menjadi fasilitas gratis yang bisa dinikmati secara terbuka di berbagai lokasi strategis bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga kebutuhan air minum yang bersih dan sehat dapat tercukupi.

Konseptual

Pusat Inovasi Pelayanan Publik - Lembaga Administrasi Negara